Tuesday, July 28, 2015

Pesan kepada Luz de Maria, 5 Maret 2015

PESAN DARI PERAWAN KUDUS
KEPADA PUTERI TERKASIHNYA 
LUZ DE MARÍA
MEXICO, 5 MARET  2015


Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Semuanya adalah anak-anakku... tergantung kepada keinginan masing-masing orang untuk menerima aku sebagai Ibu mereka atau tidak.

Aku menawarkan Hatiku di hadapan setiap orang agar kamu bisa mengenali Puteraku melalui denyutan Jantungku.

Kekasih,

Saat ini sangatlah menentukan sekali bagi umat manusia. Musuh manusia telah memukul anak-anakku dan memasukkan kedalam hati manusia keinginan untuk merubah Hukum Ilahi hingga mengijinkan perbuatan dosa dengan akibat berupa ketidak-patuhan kepada Kehendak Ilahi.

Di setiap zaman aku telah menyatakan betapa umat manusia membutuhkan pertobatan, dan aku, dengan berbagai julukan namaku, telah mengantarai bangsa manusia : dari Pilar di Spanyol, hingga Guadalupe di Mexico. Dari Buen Suceso di Quito hingga di Lavang, Vietnam. Dan begitu seterusnya, kepada seluruh bangsa dan orang-orang, aku telah memanggil mereka kepada pertobatan, berdoa Rosario Kudus dan bertindak selaras dengan Perintah-perintah Allah.

Dari penampakan yang satu ke penampakan yang lain dengan detil yang lebih jelas, aku telah mengatakan apa yang sedang tiba bagi umat manusia, dengan melalui sarana-saranaku, aku menyatakan secara jelas dan detil, tanpa ada hal yang meragukan atau membingungkan, betapa dekatnya peristiwa yang kukatakan itu. Dengan beberapa rahasia yang kusampaikan hanya bagi sarana-saranaku itu, aku telah membawa umat dari Puteraku kepada penantian yang penuh kesabaran seturut dengan dekatnya nubuatan itu kepada penggenapannya, dan aku memperingatkan dan mengatakan tentang penderitaan yang akan dihadapan oleh anak-anakku jika mereka tidak mau berbalik dari jalan mereka, agar mereka tidak mengabaikan saat ini ketika penyimpangan itu mengendalikan umat manusia, dan umat manusia mendapati dirinya sudah berada dekat dengan penggenapan dari semua nubuatanku.

Pada saat ini :

Jiwa-jiwa menjadi mudah sekali tersesat...
Perintah-perintah Allah disepelekan... 
Sakramen-sakramen dianggap sudha usang...
Sabda Kitab Suci dilupakan...
Misa Kudus dianggap sebagai ritual biasa saja...
Konsekrasi kepada Tubuh dan Jiwa Puteraku tidak dianggap sebagai sebuah Keajaiban lagi, tetapi sebagai sebuah adegan dalam sebuah ritual biasa...

Puteraku ditolak dan aku diusir pergi dari umat manusia dan dari rumah-rumah.

Masing-masing orang membawa dalam dirinya sebuah dunia batin yang cenderung kepada kebaikan. Namun ketika manusia memisahkan diri dari Puteraku, maka pilihan baik atau jahat itu menjadi milik masing-masing orang. Aku memanggilmu kepada pertobatan namun aku tidak didengar. Puteraku menderita ketika Dia melihat pertobatan semakin luntur seperti air mengalir melalui jari-jarimu.

Ketidak-sadaran manusia adalah penghalang yang menyulitkan manusia untuk menjumpai Allah dan membuat manusia menjauhkan dirinya dari Penciptanya, yang memang mengijinkan manusia untuk menolak Ajaran Ilahi dan membuka diri terhadap penafsiran yang salah atas kebebasannya.

Kecerdasan manusia telah diganti dengan indoktrinasi manusia oleh manusia melalui kebodohan mereka.

Pemikiran manusia terpusat kepada penindasan terhadap yang lemah, dan pikiran inilah yang membuat manusia menjauhi Allah serta menyepelekan karunia-karunia Allah yang diberikan Bapa kepada manusia.

Kemampuan untuk berpikir, bernalar, dan kecerdasan dari anak-anakku telah digantikan oleh sebuah cara bertindak yang unik yang mengabaikan suara hati urani, sehingga manusia hidup seturut keinginannya yang sesuai dengan tuntutan duniawi.

Anak-anak yang terkasih,

Bukannya menjauhi Puteraku jika kamu ingin memiliki Kehidupan Kekal...
Dengan cara menekan keinginan manusiawi maka manusia bisa menemukan kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan kekal di Surga, sejak dia hidup di dunia ini.

Anak-anak yang terkasih,

Dosa manusia bertumbuh tanpa batas dan penyimpangan telah menindas jiwa serta menentang Puteraku. Sebagai Ibu dari seluruh umat manusia aku melihat betapa manusia semakin menurun derajatnya ketika instink rendahan memerintah.

Anak-anak yang terkasih,

Berdoalah bagi Guatemala, ia akan menderita karena kemarahan alam.
Berdoalah bagi Perancis, teror datang kepada bangsa itu.
Berdoalah bagi Jepang, ia akan diguncang lagi.

Anak-anak,

Janganlah kamu mengejar allah-uang, janganlah melekat kepadanya. Segera ia akan runtuh dan kamu akan menyesal karena tidak patuh.

Satu demi satu gunung-gunung berapi mengejutkan manusia. Cuaca menyerang dengan kerasnya.

Berdoalah, anak-anakku, bulan akan bersimbah darah, sebagai sebuah cerminan dari darah yang dicucurkan oleh umat yang setia kepada Puteraku yang dianiaya di seluruh dunia.
Berdoalah agar Iman tidak menjadi pudar.
Berdoalah memohon kekuatan spirituil.
Berdoalah memohon agar pengharapan tetap ada padamu, anak-anakku.
Berdoalah bagi Chili, tanahnya akan terguncang.

Kekuatan-kekuatan besar akan bertengkar merebut hegemoni. Hal ini akan menyebabkan penderitaan yang besar bagi manusia. Janganlah menerima pakta perdamaian. Itu akan dilakukan ketika setan menguasai dunia.
Kamu akan dilindungi didalam Rahimku seperti dalam sebuah peti simpanan dimana harta yang amat berharga disimpan didalamnya.


Berdoalah agar kamu tidak bersedih dan tenggelam didalam kejahatan.

Manusia yang tidak berdoa adalah seperti bejana kosong. Dia hidup dengan sedikit sekali pemahaman apa artinya berada dekat dengan Puteraku.

Berdoalah, berserulah kepada Puteraku, jangan menjauh dariNya, mintalah dengan tekun agar perlindungan bagi anak-anakku segera tiba.

Terimalah Puteraku didalam Ekaristi, persembahkanlah dirimu kepada Hatiku Yang Tak Bernoda, persembahkanlah rumahmu kepada Hati Puteraku dan Hatiku.

Kuasa setan itu terbatas. Puteraku tidak akan mengijinkan setan untuk menang. Janganlah takut. Kamu telah diselamatkan dengan Darah Berharga dari Anak Domba. Bertekunlah kamu...

Berkatku melimpahi kamu semua dan menjadi terang bagi saat-saat kegelapan.

Setan tak akan bisa menang.

Aku memberkati kamu. Mantelku menyelimuti dan melindungi kamu.


Bunda Maria




Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.



Komentar-komentar sarana (visiuner)
                                                                          


Saudara-saudari,

Bunda Maria menyebutkan beberapa tempat penampakannya untuk mengajak kita merenungkan betapa besar dia memperingatkan kita sebagai Ibu dari seluruh umat manusia. Tergantung pada saat dari penampakan-penampakannya, dengan nama julukan yang berbeda-beda, maka nada panggilan-panggilannya terasa semakin meninggi saja dan dia memperingatkan kita semua untuk mempersembahkan diri kita kepada Hatinya Yang Tak Bernoda dan rumah kita kepada Kedua Hati Kudus sehingga setiap rumah akan menjadi sebuah Bait yang dipersembahkan kepadanya dan kepada Kristus.

Aku mengundang saudara-saudara untuk berdoa didalam satu Hati :

Aku ada disini, Hati Kudus dari Kristusku, Penebus...
Aku ada disini, Hati Yang Tak Bernoda dari Bunda Kasihku...

Aku ada disini, dengan menyesali segala kesalahanku, dan aku mengakui bahwa tujuanku bersilih adalah sebagai kesempatan untuk bertobat
Hati Kudus Yesus dan Maria Yang Tersuci, pembela umat manusia :

Saat ini aku menyerahkan diriku sebagai anakMu
Dengan rela aku mempersembahkan diriku kepada HatiMu yang terkasih
Aku ini anakMu yang datang memohon kesempatan untuk diampuni dan diterima.

Aku menyerahkan rumahku dengan sukacita agar ia menjadi sebuah Bait dimana Kasih, Iman, dan Pengharapan akan memerintah, dan dimana orang yang hina menemukan tempat perlindungan dan kemurahan hati.

Aku mohon meteraikanlah Hati KudusMu atas diriku dan orang-orang yang kukasihi,
dan agar aku bisa menjadi gema dari Kasih yang mulia itu bagi seluruh umat manusia
di dunia.

Semoga rumahku menjadi terang dan tenang setiap saat, sehingga dengan mempersembahkannya kepada Kedua Hati KudusMu, maka segala sesuatu yang melawan Kehendak Ilahi akan sirna di depan pintu menuju rumahku
Yang sejak saat ini dan seterusnya menjadi tanda dari Kasih Ilahi,
Karena rumahku telah dimeterai oleh kobaran Kasih dari Hati Ilahi Yesus.