Wednesday, August 19, 2015

Pesan kepada Luz de Maria, 9 Januari 2015

PESAN DARI PERAWAN MARIA TERBERKATI
KEPADA PUTERI TERKASIHNYA
LUZ DE MARÍA
9 JANUARI 2015


Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Anak-anakku, teruslah berjalan maju, dengan pertobatan yang terus menerus, didalam perbuatan dan tindakanmu, yang membuatmu tidak terpisahkan dari Puteraku.
Janganlah berhenti, teruslah berjuang melawan kecenderungan jahat.

Angkatan ini sedang berada di tepi jurang yang membuat manusia melihat dosa sebagai perbuatan biasa saja dan sebagai bentuk kelemahan manusiawi, sehingga hal itu tidak perlu diatasi. Mereka berjalan melalui kehidupan ini tanpa suara hati nurani yang benar akan akibat dari tindakan dan perbuatan mereka yang bertentangan dengan Kehendak Ilahi yang bisa mengenai jiwa, dengan akibat mereka kehilangan Kehidupan Kekal.

Janganlah terus tidak mau melakukan pemeriksaan atas dirimu sendiri, atas perbuatan dan tindakanmu. Sebuah pemeriksaan diri yang menyeluruh sangatlah penting dilakukan saat ini, jika kamu ingin berjuang mengatasi kecenderungan jahat ke arah mana setan berusaha menarikmu, dengan disamarkan sebagai perbuatan baik.

Sebagai seorang Ibu aku tetap ada di hadapanmu, aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku adalah pengantara dan pembela dari kamu masing-masing di hadapan
Kerahiman Ilahi Puteraku.
Aku tidak akan meninggalkan, sesaatpun juga, mereka yang meminta pertolonganku.

Janganlah menyangkal keberadaan setan, setan dan kejahatan itu ada, seperti halnya kebaikan itu ada. Dan janganlah menolak Kerahiman Puteraku dimana jika kamu berjalan mendekatiNya dengan penyesalan dan kerendahan hati maka kamu akan diampuni dan disambut seperti domba yang hilang yang kembali kepada kawanan Gembala yang baik.

Kengerian dari saat-saat ini akan semakin memburuk. Manusia, ketika dia semakin mundur dalam hal spiritualitasnya, akan membiarkan instink rendahan memerintah dan menguasai dirinya, dan manusia tak akan bisa dikenali oleh Ciptaan (alam) yang selalu bertindak didalam Kehendak Tuhan dan Rajanya.

Anak-anak yang terkasih, karunia yang terbesar adalah berupa Karunia Kehidupan, kepada apa setan selalu menyerang untuk menimbulkan penderitaan kepada Puteraku.

Anak-anak sejati dari Puteraku bukan saja terus bertekun, tetapi mereka juga terus mempertahankan Imannya tetap hidup. Meski angin bertiup kuat, namun nyala api tak akan padam, karena anak-anakku selalu hidup dengan bersemangat dan dengan spiritualitas yang tinggi yang mempertahankan mereka selalu menjalankan Hukum Allah serta Ajaran-ajaran yang diberikan Puteraku kepadamu.

Manusia akan menjadi penyebab dari saat-saat yang berbahaya bagi seluruh umat manusia, dimana penderitaan akan terjadi atas semua orang tanpa kecuali.

Bertumbuhlah didalam pengetahuan...
Lakukanlah persiapan-persiapan bagi saat-saat yang sulit...

Jadilah jiwa ekaristik, jangan merasa puas dengan hanya mengunjungi Puteraku didalam Sakramen Yang Maha Kudus di altar, yang merupakan sebuah tindakan devosional, penghiburan, dan kasih kepada Puteraku, tetapi terimalah Komuni Kudus setiap hari dengan kesadaran bahwa di hadapan Misteri besar dari Kasih Ilahi itulah manusia menjadi makhluk yang paling kecil dan paling membutuhkan. Sadarilah akan persekutuan dimana kamu harus hidup bersama Pencipta untuk menerima Gembala Iiahi.

Pandanglah salib dengan hati yang jernih dan kosong dari segala dosa, dan penuhilah hatimu dengan Kehendak Puteraku.


Salib itu bukanlah sebuah tanda. Ia adalah kelimpahan Kasih Ilahi bagi setiap anak-anakNya.
Salib itu bukan sekedar kayu, namun Belas Kasih bagi seluruh umat manusia.
Salib itu adalah kelimpahan dari segala kelimpahan.
Salib ituadalah Penyerahan Ilahi dari segala penyerahan, ia adalah Misteri, Kehidupan dan Kebangkitan, dimana di hadapannya seluruh umat manusia haruslah berlutut dan memandang kemuliaannya.
Janganlah lupa bahwa serigala bersembunyi dibalik domba, janganlah lupa bahwa ilalang bercampur dengan gandum. Dan tetaplah tinggal didalam Kehendak Puteraku sehingga kamu tidak akan tercampur dengan yang lainnya.
Sebaliknya, jadilah saksi bagi saudara-saudaramu di hadapan perangkap setan.

Janganlah mengabaikan panggilan-panggilanku, patuhlah kepada panggilan-panggilan ini...
Janganlah memisahkan diri, persatuan adalah sangat penting bagi anak-anakku yang sejati.

Gereja Puteraku akan berjalan melewati saat-saat yang sulit dan ia akan diguncang. Berusahalah sedapat mungkin agar kamu tidak terjatuh dan bisa mempertahankan Iman.
Anak-anakku tidaklah bergantung kepada manusia, tetapi kepada Kehendak Puteraku.
Anak-anakku bukanlah pengikut manusia, tetapi mereka adalah jiwa-jiwa yang mendengarkan Suara Puteraku.
Anak-anakku adalah orang-orang yang percaya akan Puteraku, dan berbakti kepada Hatiku Yang Tak Bernoda.

Anak-anak yang terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda.

Umat manusia akan berjalan melewati kesesakan yang besar karena ulah manusia sendiri.

Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Umat manusia akan menderita : sebuah komet mendekati bumi dan bumi akan menderita karenanya. Air akan melimpahi daratan dan daratan akan terguncang.

Anak-anakku,


Janganlah menjadi makhluk yang mendasarkan imannya kepada peristiwa-peristiwa yang terjadi, waspadalah akan saat ini dimana penderitaan umat manusia semakin meningkat. Hal itu bukan sebagai hukuman namun sebagai sebuah panggilan bagimu agar segera kembali ke jalan yang telah kau abaikan.

Kemarahan manusia mengacaukan tujuan hidupnya sendiri, yang hanya bisa berhasil jika berada didalam kedekatan dengan Puteraku, dan merubah kebiasaanmu yang menjauhi jalan yang benar akan bisa menyelamatkan dirimu dan berjalan terus tanpa terjatuh.

Anak-anak, kuatkanlah imanmu, janganlah menyimpang. Setiap saat carilah alasan untuk terus berjuang, temukanlah sebuah kesempatan untuk terus berjuang.

Puteraku selalu hadir selamanya. Dia ada dalam dirimu masing-masing.

Janganlah memperhatikan tanggal-tanggalnya, jadilah makhluk yang beriman, kuatkanlah dirimu dengan Kasih dan Kerahiman Puteraku yang tak terhingga besarnya, namun janganlah lupa bahwa Pengadilan Ilahi sudah dekat dengan angkatan ini.

Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Puteraku akan datang kembali dan memberikan KasihNya kepada setiap orang, melalui sebuah panggilan yang terus menerus kepada pertobatan.

Kamu akan memeriksa dirimu secara bebas sebagai sebuah Tindakan Kerahiman Ilahi demi keselamatan jiwa-jiwa. Manusia akan mengatakan bahwa hal itu merupakan sebuah kejadian karena ilmu pengetahuan. Penjelasan manusia akan segera terdengar setelah kejadian itu. Peristiwa pengangkatan itu akan disesatkan oleh alasan ilmu pengetahuan untuk meminimalkan Kuasa Ilahi. (*)

Kamu, anak-anakku yang setia, janganlah goyah imanmu, aku selalu mendukungmu.

Aku mengasihi kamu, tetaplah tinggal didalam Hatiku Yang Tak Bernoda.

Bunda Maria


(*) 1 Thessalonian 4, 17. 

...sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

(New American Bible)
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.

Komentar-komentar sarana (visiuner)




Saudara-saudari,

Seorang yang keras kepala, yang mengenal Hukum dan Sabda Tuhannya dan Allahnya,  namun mencemoohkannya...

Itulah orang-orang saat ini, bukan yang lain.

Sebuah angkatan seperti yang sebelumnya dalam hal tidak tahu atau tidak kenal Allahnya...

Anda tak bisa hanya meminta belas kasih... ketika ia disalah-gunakan, sambil tidak mengharapkan Pengadilan Ilahi.

Amin.