Thursday, August 20, 2015

Pesan kepada Luz de Maria, 1 Januari 2015

PESAN DARI PERAWAN MARIA TERBERKATI
KEPADA PUTERI TERKASIHNYA
LUZ DE MARÍA
1 JANUARI 2015


Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Terimalah berkat yang dilimpahkan kepada semua anak-anak dari Tritunggal Kudus dan anak-anakku.

Anak-anak yang terkasih,

Sebagai anak-anak Allah aku memanggilmu untuk menyadari bahwa Allah adalah Allah dan manusia adalah makhluk. Tugasmu adalah menempatkan dirimu sebagai manusia di tempat mana dia berada :
sebagai seorang anak Allah.


Manusia menjadi penyebab dari kemusnahan spirituil yang besar ke tempat mana seluruh umat manusia telah dituntun, tidak terkecuali angkatan ini juga.

Kehendak bebas telah membuat setiap angkatan selalu mengalami berbagai pemurnian, karena penyalah-gunaan yang disebabkan oleh makhluk manusia yang melawan Allah dan segala sesuatu yang diciptakan untuk menolong manusia.

Anak-anak yang terkasih, anak Allah, kejahatan manusia adalah berupa penyalah-gunaan kebebasan manusia, dan manusia akan merasa semakin bebas jika dia bisa membuang egonya dan menerima saudaranya sebagai ‘gambaran’ dari Allah.

Anak-anak,


Perjuangan seperti ini segera tiba di hadapan umat manusia!
Begitu besarnya ketidak-pedulian manusia terhadap Tuhan dan Allahnya.


Anak-anak dari Puteraku tidak mengetahui perbuatan dan tindakan Ilahi. Hal ini kemudian menuntun manusia untuk melakukan kesalahan, konflik serta kontradiksi, yang merugikan angkatan ini. sedikit sekali anak-anak yang mengenal dan tahu Kasih Ilahi secara mendalam serta esensi dari salib, yang tidak lain adalah kebebasan itu sendiri, kebebasan untuk ‘mengabaikan’ makhluk itu sendiri dan menyerahkan diri kepada saudaranya.

Anak-anak, karena kebodohan, kamu telah menciptakan kebebasan palsu yang berdasarkan kepada kemerosotan moral, dimana kebebasan itu dirubah menjadi kepentingan diri dan hal ini adalah akibat dari tidak adanya pengendalian atas perasaan-perasaan manusia.

Anak-anak,

Bertumbuhlah didalam roh, tekanlah ego manusiawimu yang cenderung berjalan menuju perbuatan dosa. Janganlah meminta bagi dirimu sendiri, tanggapilah segala sesuatu dengan persaudaraan, kebebasan adalah menyerahkan dirimu dan melupakan kalimat ‘aku ingin...’, ‘aku mengira...’, aku tidak mau menerima...’

Luangkanlah waktu untuk merenungkan Puteraku yang disalib..., Dia memiliki kelimpahan Kasih bagi masing-masing dari anak-anakNya, setiap partikel dari kayu salib itu diselimuti oleh Kasih Puteraku bagi kamu masing-masing, begitulah kayu yang suci itu mendukung Puteraku. Begitulah setiap makhluk manusia laksana sebatang kayu, masing-masing memutuskan kehendak bebasnya sendiri apakah ia adalah kayu yang penuh berkat atau kayu yang menjadi batu sandungan bagi saudaranya.

Anak-anak yang terkasih, bangkitlah didalam roh, bahwa saat ini bukanlah saat yang biasa, jangan biarkan isu-isu duniawi mengganggu jiwa dengan pikiran-pikiran keduniawian. Setiap perasaan yang lahir didalam hati dari anak-anakku dan ketika hal itu dinyatakan melalui perkataan hendaknya ia memiliki realitas spirituil, kemuliaan spirituil yang hanya dikenal oleh anak-anak dari Puteraku, yang menjalani dan menyadarinya didalam jiwanya.

Anak-anak, saat-saat ini merupakan saat bagi perenungan dan pemeriksaan diri sendiri, dengan mempertahankan Iman ketika menghadapi penganiayaan, dan jangan sampai hal itu menjadi lemah, dan tolonglah saudara-saudaramu. Saat ini telah mengundang perjuangan yang paling besar bagi jiwa-jiwa : tanpa kamu menyadari sepenuhnya, dan pasukan Surgawiku sedang berjuang untuk merebut jiwa-jiwa dengan melawan serangan-serangan setan yang terjadi secara terus menerus yang berusaha membuatmu terjatuh.

Kebaikan akan nampak sebagai keburukan, dan keburukan nampak sebagai kebaikan : inilah realitas dari angkatan ini dimana keberadaan setan maupun Pengadilan Ilahi dari Puteraku disangkal. Manusia tidak menyadari bahwa semua ini adalah rencana dari setan untuk merenggut jiwa-jiwa.

Kenalilah Puteraku maka keinginanmu akan mengetahui dimana setan berada : siapa saja yang mengatakan kepadamu bahwa setan itu tidak ada, dia akan menyesatkan kamu dari jalan menuju Keselamatan Kekal.

Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Tetaplah kamu waspada di hadapan serangan-serangan makhluk manusia yang telah menyerahkan dirinya kepada setan. Mereka akan menilkan penderitaan besar di seluruh dunia. Orang-orang tak berdosa menjadi musnah di hadapan kekuatan-kekuatan dengan apa setan mendorong para pengikutnya. Anak-anakku tercerai berai, mereka hidup didalam perpecahan, dan sekutu-sekutu setan bersatu menjadi semakin kuat. Anak-anakku semakin lemah karena berbagai konflik tanpa perasaan dan pasukan setan semakin kuat dengan saling bekerja-sama.

Kamu tidak akan bisa selalu hidup didalam damai, karena kekuasaan akan meminta kekuasaan yang lebih besar lagi atas umat manusia; allah uang akan runtuh, kekecewaan akan menimbulkan kekacauan. Alam akan terus memusnahkan dengan kekuatan yang besar, karena ia merasakan derasnya peristiwa-peristiwa mendekati manusia. 

erdoalah anak-anakku, berdoalah, terimalah Puteraku didalam Ekaristi dan kenalilah Dia maka kamu tidak akan merasa kebingungan. Si pemalsu dari Puteraku tiba, maka perlu sekali anak-anakku memiliki pengetahuan saat ini, dengan demikian kamu tidak akan menolak apa yang tidak perlu ditolak, atau menerima apa yang tidak perlu diterima.

Kekasihku, setiap saat adalah sangat berharga, lebih dari pada saat-saat sebelumnya. Rubahlah kehhidupanmu menjadi doa, setiap tindakan hendaklah menjadi tindakan kasih, setiap perbuatan menjadi perbuatan kasih, maka dengan demikian kamu akan bersaksi bahwa Dia tinggal dalam dirimu.

Umat manusia akan sangat menderita. Anak-anakku haruslah menjadi pemimpin persatuan untuk menguatkan komunitas sehingga setan tidak bisa menguasai, karena jika setan telah berhasil menguasai, maka ia akan menghancurkan segalanya tanpa ampun. Jadilah misionaris dari Hatiku. Bawalah Sabda Puteraku kepada mereka yang kebingungan.

Kekasih, kegelapan telah menggantung rendah diatas umat manusia. Jiwa adalah lebih kuat dari pada tubuh, dan tubuh tidaklah hidup jika tanpa jiwa, maka selamatkanlah jiwa, anak-anak, selamatkanlah jiwa... saat ini sedang bersedih... 

Kasih Keibuanku tidak akan meninggalkan mereka yang meminta kepadaku. Sebagai Ibu aku berharap agar anak-anakku mau datang kepadaku.

Bunda Maria



Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.



Komentar-komentar sarana (visiuner)
                                                                          


Saudara-saudari,

Hanya kasih yang tak terhingga dari seorang Ibu ini yang bisa menyatukan, dengan keharmonisan spirituil yang besar, sebuah pelajaran yang amat mulia mengenai akibat-akibat dari kesombongan serta kebaikan spirituil dari tindakan kerendahan hati.  

Hanya seorang Ibu yang mau menuntun anak-anaknya dengan kelembutan yang luar biasa sebagai Bunda Yang Terberkati di saat ini dimana seluruh anak-anak Allah haruslah menyerah kepada Kristus dan demi Kristus, namun hal itu dilakukan dengan pengetahuan, agar kita tidak dikacaukan.

Hanya seorang Ibu yang mau memperingatkan anak-anaknya dengan keberanian sebagai Bunda Terberkati, untuk menuntun kita hingga jauh agar menjadi anak yang sejati dari Puteraku di saat-saat dimana nilai-nilai moral telah jatuh.

Kita dipanggil untuk berhati-hati dalam segala tingkah laku kita dan didalam perkataan kita, agar hal itu tidak menjadi skandal bagi kita. Apa yang seharusnya meningkat janganlah diterima jika hal itu semakin menurun. Ya adalah ya. Tidak adalah tidak. Tingkah laku kita haruslah tetap tegak.

Saudara-saudara, mereka yang masih bersikap suam-suam kuku...

Marilah kita menjadi seorang Kristiani yang sejati, menanggapi permintaan Bunda kita demi kebaikan jiwa kita dan kebaikan umat manusia.

Amin.