Thursday, August 27, 2015

Pesan kepada Luz de Maria, 3 Desember 2014

PESAN DARI PERAWAN MARIA TERBERKATI
KEPADA PUTERI TERKASIHNYA
LUZ DE MARÍA
3 DESEMBER 2014


Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Kamu semua tinggal didalam Hatiku, tanpa kecuali...

Kekasih,

Aku menyerahkan diriku kepada semua anak-anakku, aku memasuki hati manusia agar mereka tetap berada disamping Puteraku, dan tidak membiarkan setan merebut harta Ilahi.

Puteriku, tahukah kamu mengapa Puteraku dan aku datang menyampaikan Sabda Kami kepada umat manusia? Karena manusia itu ciptaan, dan bukan Pencipta, dan karena itu Pencipta memperingatkan anak-anakNya apa yang seharusnya mereka ketahui agar mereka bisa dengan bebas membuat keputusan untuk mengikuti Suara dari Surga, atau mereka terus memburu hal-hal duniawi ini dan menenggelamkan dirinya, sedikit demi sedikit, didalam apa yang nampaknya bukan dosa, tetapi sebenarnya itu adalah dosa.

Sikap menentang telah menguasai hati manusia hingga membuatnya tenggelam dalam kebiasaan buruk dan dari situ menuju kepada dosa. Manusia, laksana sebuah magnet, melewati jalan penderitaan, sebagai akibat dari dosa tempat dia berdiam diri.

Aku diutus oleh Bapa yang memperingatkan anak-anakNya di hadapan berbagai keadaan makin melemahnya suara hati nurani manusia, dibutakan oleh ketiadaan kerendahan hati, penolakan terhadap panggilan-panggilan dari Rumah Bapa.

Setelah kamu melewati saat-saat yang sulit nanti barulah kamu percaya akan panggilan-panggilan Kami.

Sarana-saranaku diserang, sebagai bagian dari rencana terinci oleh mereka yang mempersiapkan kekuasaan setan, dan anak-anakku yang tidak menyadari akan kenyataan ini, mengabaikan segala sesuatu yang telah diperingatkan oleh Rumah Bapa kepada mereka.

Kamu dipanggil untuk saling mengasihi satu sama lain sebagai saudara, namun sebaliknya, kamu saling bertengkar untuk mendapatkan tempat yang pertama.

Puteri yang terkasih,

Dia yang mewartakan dan menegur, malahan dibenci, difitnah dan disumpahi... dia adalah hamba sejati yang mencerminkan Puteraku, menjadi seperti Dia. Setiap orang adalah merupakan Gereja, hanya saja mereka tidak bersatu.

Manusia, sebagai makhluk Allah, telah lupa bahwa Kuasa Allah itu tak terhingga dan Dia memberikan kepada setiap makhluk seturut KehendakNya, agar setiap orang menggenapi misinya didalam Tubuh Mistik. Namun disini terjadi juga, seperti halnya dalam semua sistem, orang-orang buas yang menyeret sesamanya menuju jalan yang sesat.

Saat ini doa telah ditempatkan di bagian yang terakhir. Reaksi manusia, yang berlawanan dengan Kehendak Allah, merupakan buah dari tidak adanya doa, yang tidak memungkinkan adanya kemampuan untuk membedakan pada diri manusia. 

Pengaruh dari hal-hal duniawi bersama dengan penyalah-gunaan tehnologi, akan menyebabkan musnahnya jiwa-jiwa. Tidak adanya pengetahuan pada diri anak-anakku, memunginkan musuh dari jiwa menjauhkan mereka dari panggilan-panggilan Surgawi. Kesombongan memecah-belah, kerendahan hati menyatukan.

Puteraku datang ke dunia namun Dia tidak dikenali.
Para cerdik pandai menolak Dia hingga mereka membunuhNya di kayu salib, sambil menyeret orang banyak mengikuti mereka.
Puteraku berkumpul bersama mereka yang tidak mempercayaiNya, bersama mereka yang memiliki kepercayaan yang lain...
Dia mengajak para pendosa minum air SabdaNya agar mereka bertobat.
Puteraku tidak datang bagi orang benar, namun bagi mereka yang berada di jalan yang sesat.

Manusia mudah menilai apa yang dilihatnya di permukaan saja. Betapa kamu adalah makhluk yang malang!
Dengan tanpa henti manusia menyerah kepada kebodohan, memanggul salib berat yang dibebankan kepadanya.
Kekuasaan orang-orang yang mengendalikan seluruh umat manusia menyembunyikan penderitaan yang telah mereka persiapkan, dengan dituntun oleh setan, untuk mendorong seluruh umat manusia menuju Kesesakan Besar.

Misi dari pasukan setan adalah memisahkan umat Puteraku menjauhi Kebenaran, agar mereka tidak berjalan di jalan yang dilalui oleh anak-anak Allah. Orang-orang jahat itu membuat umat Allah saling bertengkar dan menyulut keraguan, mereka menyelidiki apa yang tidak mengandung pertentangan, sehingga anak-anakku tidak disadarkan dari jalan yang sedang mereka lalui, yang tidak dikehendaki oleh Puteraku. Dosa adalah jalan menuju kemusnahan.

Aku merasa sedih karena aku melihat betapa manusia tak bisa membedakan, namun hanya mengikuti jejak langkah orang lain dan melihat seolah mereka adalah dewa, meski orang-orang itu tidak memperdamaikan makhluk dengan Penciptanya, hanya menempatkan Tritunggal Kudus di tempat yang kedua, dimana semua itu adalah bidaah. Hingga saatnya mereka berdiri di hadapan kejahatan, dimana anak-anak Allah itu menyadari bahwa dirinya belum menggenapi Perintah-perintah dan melecehkan Sabda Ilahi, maka dia tak akan menerima Damai sejati. Aku adalah persatuan, aku memanggil anak-anakku untuk membangunkan mereka agar berdoa dan memperoleh makan dari Tubuh dan Darah Putera Ilahiku, mematuhi hukum dan memperoleh pengetahuan akan kenyataan dari saat dimana mereka hidup ini, menjelang konflik besar yang akan memusnahan sebagian besar anak-anakku yang tak berdosa. Umat manusia mengabaikan kuasa dari Penciptanya, membatasi Dia dengan lingkungan mereka, dan tidak tahu bahwa Puteraku tidak akan bertindak sesuatu tanpa memperingatkan anak-anakNya lebih dahulu, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Suara-suara dari dunia ini membawa pikiran manusia kepada hal-hal yang tidak penting, hingga hal itu menjadi senjata bagi setan untuk mencengkeram jiwa-jiwa.

Puteriku,

Janganlah kamu goyah, teruslah kamu memperingatkan tanpa henti, si pemangsa itu tak akan beristirahat, namun Hatiku tak akan terpisah darimu, agar anak-anakku tidak memberi kekuatan kepada mereka, sehingga anak-anakku tidak menjadi mangsa dari mereka yang ingin menjauhkan anak-anakku dari keselamatan.

Bumi yang selama ini menjadi palungan bagi manusia, kini telah berguncang di hadapan mereka. Kekerasan diciptakan oleh manusia di hadapan Allah, dan ia tidak akan berhenti, dan air mata manusia akan mengalir seperti sungai ketika manusia menyadari dirinya menyiksa Penciptanya. Apa yang telah diciptakan oleh Tangan Ilahi memuji Allah dan menggenapi misinya bagi apa dia diciptakan. Namun manusia memberontak dan menjauhi Allahnya.

Kekasihku,

Tetaplah kamu berdoa, dengan keheningan batin, agar kamu menemukan Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.

Berdoalah bagi saudara-saudaramu, bagi mereka yang menderita berbagai bentuk kekerasan dan ketidak-tahuan.
Berdoalah, bumi ini akan berguncang keras. Berdoalah bagi Jepang.
Berdoalah, tenaga nuklir, yang merupakan siksaan bagi manusia, akan semakin meluas.

Ancaman teror terus terjadi dari satu bangsa ke bangsa lain. Kekerasan adalah senjata dari setan. Janganlah lupa bahwa aku akan menghancurkan kepalanya sekali lagi dan orang-orang yang telah dipercayakan kepada-Ku oleh Puteraku akan dibebaskan dari perbudakan setan. Dan manusia, setelah Pemurnian itu nanti, akan mencari balsam penyembuh dari Penciptanya, dan aku sebagai Bunda Kasih, akan menyambutmu didalam Hatiku Yang Tak Bernoda.

Janganlah kamu menjauhi jalan yang benar. Janganlah mendengarkan suara-suara mereka yang berkomplot dengan tujuan untuk menjauhkan kamu dari Puteraku.

Ini adalah saat dari segala saat, dimana kuasa setan semakin besar, namun hanya dengan satu kata saja dari Puteraku sudah cukuplah dan kamu akan dibebaskan dari rantai setan, asalkan kamu sungguh bertobat dan menolak setan.

Aku, sebagai Bunda Kasih Ilahi, terus menerus mencari anak-anakku, dan aku tidak akan diam sebelum ancaman-ancaman manusia, atau sebelum serangan-serangan dari setan itu, kuungkapkan.

Anak-anak, matahari bersinar bagi setiap orang, angkatlah matamu ke arah langit. Janganlah mengabaikan tanda-tanda zaman dengan begitu bodohnya.

Kasih itu mengalahkan, jika manusia mau mengasihi.

Aku memberkati kamu. Janganlah takut. Aku tetap ada bersama kamu masing-masing.

Semoga berkatku melimpahi kamu.

Bunda Maria


Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.



Komentar-komentar sarana (visiuner)


Saudara-saudari,

Saat ini tidaklah mudah. Setan, yang sadar akan kekuatan yang ada diatas segala nama, terus bertempur melawan umat yang setia, menyeret setiap orang yang bersikap setengah-setengah, terutama mereka yang mengira dirinya kuat dan bertekun. Karena inilah maka manusia tidak boleh percaya akan kekuatan spirituilnya sendiri, jika kekuatan ini tidak didasarkan kepada Tangan Ilahi dan dipersembahkan kepada Bunda Terberkati.  

Janganlah kamu berkecil hati, kamu yang berjuang dan dianiaya. Berbahagialah karena kamu berada di jalan yang benar. Berkatilah para penindasmu, karena mereka memberimu alasan untuk memberikan lebih banyak lagi keselamatan jiwa-jiwa dan mempersiapkan dirimu untuk berjuang menghadapi apa yang sedang terjadi di depan, yang tidak lain adalah pengukuhan kuasa setan di hadapan umat manusia, sebagai ujian akhir ke arah mana seluruh umat Allah harus menghadapi dan dari tempat mana dia akan muncul sebagai pemenang, melalui pertolongan tangan Bunda Terberkati.


Amin.