Thursday, August 13, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.2, Bab 17)


BAB 17


Mengingat Penderitaan Yesus


Kristus :

AnakKu, maukah kamu mengetahui rahasia para kudusKu ? Maukah kamu mengerti mengapa mereka menanggung begitu banyak penderitaan dengan hati yang damai bahkan berbahagia ? Mereka sering merenungkan penderitaan dan cobaan hidupKu. Dengan mengurbankan diri mereka kedalam kehidupanKu, mereka memperoleh kekuatan menghadapi banyak cobaan. Mereka menaruh hatinya didalam hatiKu dan dipenuhi dengan kasih yang mampu menanggung segala hal demi kepentinganKu.

2. Datanglah kepadaKu dan masuklah kedalam hatiKu. Kamu akan menemukan kekuatan dan penghiburan didalam cobaan-cobaan dan penderitaan hidupmu. Kamu tidak akan terpengaruh lagi oleh tindakan orang lain yang meremehkan dan mengabaikan dirimu. Kamu akan menghadapi lidah yang jahat serta keinginan busuk dari orang lain dengan jiwa yang tenang dan damai.

3. Semua ini akan kau lakukan karena kamu telah mengenal Aku dan menghayati kehidupanKu. Akupun juga diremehkan oleh manusia selama hidupKu dulu. Disaat-saat Aku paling membutuhkan, Aku ditinggalkan oleh sahabat-sahabatKu. Demi kasih akan dirimu, Aku mengijinkan DiriKu untuk diremehkan dan mengalami penderitaan yang tak terkatakan. Masihkah kamu mau mengeluh jika dirimu menanggung hal yang sama ? Aku memiliki musuh-musuh yang mengatakan banyak hal-hal yang buruk terhadapKu. Masihkah kamu kecewa karena tidak bisa menikmati persahabatan dan perlakuan baik dari orang lain ? Bagaimana kamu bisa menjadi pengikutKu yang sejati jika kamu tidak bersedia memanggul salibKu ? Dia yang ingin memerintah bersamaKu, harus menderita dan berjuang bersamaKu.


Renungan :

Inilah rahasia dari para kudus. Mereka begitu mengasihi Yesus hingga mereka bersedia merasakan kehidupanNya dulu. Mereka ingin menjadi sahabat-sahabatNya bukan semata dalam kemuliaanNya, tetapi juga didalam perjuanganNya dan cobaan hidupNya. Jika aku ingin menjadi sahabat Yesus, akupun harus bersama Dia merasakan penderitaan dan cobaan. Aku tidak boleh memanjakan diriku, atau bahkan mementingkan diriku. Hal ini bisa kulakukan dalam kehidupanku. Aku tidak boleh memikirkan orang-orang yang membuat hidupku semakin berat. Aku harus melihat kepada kesempatan mulia untuk menderita demi kasihku kepada Yesus.


Doa :

Penyelamatku yang mengasihi, aku ingin menjadi sahabatMu yang sejati, seperti halnya Engkau yang selalu menjadi sahabatku yang terbaik dan sejati. Biarlah aku meminum PialaMu yang pahit itu seperti halnya Engkaupun telah meminumnya demi kepentinganku. Aku ingin mengabaikan diriku sendiri dan menyerahkan segala penghiburan di tanganMu. Untuk diriku sendiri, aku hanya ingin memohon agar bisa menanggung segala cobaan dan penderitaan yang datang kepadaku. Engkau telah merasakan segala hal yang kutanggung sekarang, bahkan lebih dari itu. Aku tak boleh lupa bahwa penderitaan hidup ini tidaklah sebanding dengan kemuliaan yang akan datang. Biarlah aku mempersembahkan seluruh hatiku. Meskipun hal itu cuma kecil saja ! Amin.