Saturday, August 1, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.2, Bab 5)


BAB 5


Sebuah Upaya Yang Terus Menerus


Kristus :

AnakKu, janganlah kamu takut atau patah semangat jika mendengar perintah-perintahKu tentang jalan menuju kesempurnaan. Berdoalah agar kamu memiliki keinginan bernyala-nyala untuk mengikuti Aku disepanjang jalan ini. Berusahalah setiap hari untuk melakukan hal ini. Banyak orang yang menolak upaya seperti ini, bahkan untuk memikirkannya saja tidak mau. Orang-orang yang lain hanya berusaha setengah hati, dan mereka segera mundur manakala berjumpa dengan tanda-tanda awal dari kesulitan. PengikutKu yang setia selalu mencoba dan mencoba lagi, tanpa mempedulikan kegagalan-kegagalan yang berulangkali. Dengan penalaran mereka untuk bisa bebas, mereka terus maju didalam proses penyempurnaan dirinya.

2. Buatlah niatan-niatan untuk mengikuti contoh-contohKu dalam kehidupanmu. Lalu, lakukanlah yang terbaik untuk melaksanakan niatan itu. Jangan menilai kemajuanmu dengan perasaan-perasaanmu, ataupun dengan gejala-gejala yang nampak di matamu. Murnikanlah ujubmu, pusatkan perhatianmu kepada kebajikan yang kau butuhkan atau kau inginkan, dan berjuanglah untuk menghapuskan segala pencarian kepentingan diri. Betapa sedikitnya mereka yang mau menyerahkan diri sepenuhnya kepadaKu, mereka yang berusaha menyenangkan Aku dalam segala hal, yang disertai kesadaran bahwa Aku memang layak menerimanya.

3. Memang benar, kesempurnaan ini tidak bisa dicapai dalam sehari. Namun hal itu tak akan bisa kau raih jika kamu tidak pernah memulainya. Adalah tidak mudah untuk hidup sepenuhnya bagiKu, dengan terus menerus berusaha mengontrol dan mengarahkan perasaan-perasaanmu dan keinginan-keinginanmu demi kepentinganKu. Aku akan berada didekatmu untuk menuntun dan menguatkan kamu. Namun kamupun harus mengambil bagian dalam tugas ini. Berusahalah dengan segala cara untuk menuntun pikiranmu sepanjang hari, agar kamu tak kehilangan pandanganmu atas DiriKu dalam segala kegiatanmu. Dari saat ke saat ujilah kemurnian ujubmu dengan cara melawan keinginan-keinginan alami dalam dirimu.


Renungan :

Tidaklah cukup bagiku dengan hanya membuat niatan-niatan baik saja. Aku juga harus membuat rencana yang pasti dan praktis untuk melaksanakan niatan-niatanku itu. Setelah melakukan hal ini, dan memohon berkat Allah, aku akan disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kebajikan atau kesalahan dari tindakanku. Kegagalan tidak perlu merisaukan aku. Sebaliknya hendaknya hal itu menguatkan niatanku untuk melanjutkan usahaku. Kesetiaanku kepada Yesus akan terbukti dengan penolakanku untuk menghentikan usaha mulia ini, yang membawa diriku menuju kesempurnaan Kristiani. Sejauh aku melibatkan Yesus, dan aku bersedia berusaha, serta terus berusaha meskipun gagal, maka Dia akan merasa puas denganku. Usaha yang tulus dan dilakukan dengan rendah hati, merupakan tanda pasti dari sifat tidak cinta-diri terhadap Allah.


Doa :

Allah yang terkasih, usaha pemurnian diri ini bukanlah pekerjaan dalam sehari, dan tidaklah mudah dilakukan. Aku rindu untuk melakukan usaha yang berguna. Aku rindu akan saat-saat dimana pikiranku bisa terarah, hampir-hampir secara spontan, kepada hal-hal yang luhur dalam hidup ini. Aku ingin melihat kegunaan abadi dari hal-hal sementara yang melingkupi diriku setiap hari. Hal ini akan terjadi bersamaan dengan perkembangan rohaniku. Sedapat mungkin aku harus membaca, merenungkan dan berdoa, untuk memperoleh rahmat yang diperlukan bagi persatuanku denganMu. Sementara aku melaksanakan tindakan penyangkalan diri serta penguasaan diri, aku akan menjadi semakin dekat kepada tingkatan rohani yang tinggi. Amin.