Monday, August 31, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.2, Bab 35)





BAB 35


Menjadi Seorang Sahabat Yesus


Kristus :

AnakKu, berpalinglah kepadaKu sesering mungkin disepanjang hari, sepanjang tugasmu memungkinkan. Belajarlah untuk memikirkan Aku seperti orang yang memikirkan kekasihnya atau sahabat kentalnya. Aku akan memberikan ide-ide besar dalam pikiranmu, yang akan mengangkatmu diatas pandangan sempit dunia ini. Pikiran-pikiranKu akan menyegarkan kamu, menghiburmu, membuatmu bijaksana, menguatkan kamu dan memberimu kebahagiaan.

2. Persiapkanlah jiwamu bagi persahabatan kasih denganKu, dan Aku akan lebih dekat lagi denganmu, dengan rahmat yang lebih besar lagi. Aku akan meninggikan kamu diatas derajat manusiawimu yang biasa menuju ketinggian SurgawiKu. Disitu kamu akan memiliki wawasan yang lebih luas atas kehidupan ini, pengertian yang lebih mendalam, dan kekuatan yang lebih besar untuk menanggung beban dan kegiatan hidup sehari-hari.

3. Berusahalah merenungkan kehidupanKu di dunia dulu. Belajarlah memasuki segala peristiwa yang Kualami dulu. Setiap pikiran, perkataan dan tindakanKu, Kulakukan demi kasihKu kepadamu. Kamu memiliki tempat istimewa didalam kehidupanKu di dunia dulu, dan hidupKu menjadi milikmu. Karena itu, belajarlah untuk merasakannya sekarang melalui renungan dan refleksi batin.

4. Belajarlah menembusi batas-batas ruang dan waktu dengan menggunakan doa-doa. Semakin kamu berusaha melangkah memasuki kehidupan duniaKu dulu, dan menjadi pendampingKu disitu, maka semakin aktiv Aku ikut serta didalam kehidupanmu dengan cara memberimu berkat yang lebih besar lagi.


Renungan :

Suatu hal yang istimewa dan menakjubkan, untuk bisa menjalani kehidupan seperti Yesus dulu dan menjadi pendampingNya yang dekat ! Aku bisa merasakan setiap pikiranNya, perkataanNya dan tindakanNya. Oh ! Tetapi bukankah itu hanya secuil khayalanku saja ? Tidak ! Dia menjalani setiap detik kehidupanNya di dunia ini adalah demi aku. Bagi Allah, Dia memikirkan tentang diriku secara pribadi dari tempat keabadian. Tentu saja Dia tidak berhenti berpikir tentang diriku ketika Dia melaksanakan penyelamatan diriku. Karena kasihNya yang tak terbatas kepadaku, maka hidupNya di dunia dulu menjadi milikku. Demi kepentinganku Dia menjalani setiap saat dari masa-masa itu. Aku memiliki hak untuk ikut merasakannya bersama Dia melalui doa-doa batin. Aku bisa melakukan hal ini dengan berkontemplasi tentang apa yang Dia lakukan, merenungkan tentang apa yang Dia katakan, menghayati apa yang Dia pikirkan dan rasakan dalam setiap peristiwa yang Dia alami.


Doa :

Penyelamatku yang mengasihi, hatiku dipenuhi dengan kebahagiaan yang melimpah karena telah menemukan rahasia yang amat berharga ini ! Aku bisa menembusi batas ruang dan waktu. Aku bisa datang kepadaMu, pada masa kehidupanMu di dunia dulu, seperti halnya Engkau datang kepadaku, disaat kehidupanku kini. Sekarang aku telah menemukan DiriMu dengan cara yang baru. Aku tak akan membiarkan Engkau pergi, tetapi aku akan berpegangan padaMu. Aku ingin melakukan apapun yang perlu untuk menjadi pendampingMu yang sejati. Seperti halnya persahabatan duniawi yang menuntut aku untuk meluangkan waktu, perhatian, dan pengertian yang simpatik, demikian juga aku akan memberikan waktu dan perhatianku kepadaMu. Aku akan melakukan usaha yang terbaik untuk mengenali Engkau lebih baik lagi dengan merenungkan setiap hari tentang apa yang Kau katakan dan Kau perbuat selama hidupMu di dunia dulu. Aku akan membaca sebagian dari kisah hidupMu, dan secara batin aku akan berusaha menjalaninya bersamaMu setiap hari, untuk beberapa saat. Engkau akan memberiku rahmat untuk memperoleh manfaat dari pengalaman ini seperti yang dilakukan oleh para rasulMu. Tuhan, berilah aku iman dan kasih yang kubutuhkan untuk mempersembahkan diriku kepadaMu melalui cara berdoa yang bagus ini. Amin.