Saturday, August 15, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.2, Bab 19)


BAB 19


Menginginkan Salib


Kristus :

AnakKu, untuk memanggul salibmu, untuk benar-benar mengasihinya, untuk menguasai dirimu yang akan menghindarinya, untuk menolak penghormatan, untuk menginginkan penghinaan, untuk merendahkan dirimu dan menginginkan agar orang lain juga meremehkan kamu, untuk menanggung segala cobaan dan kekecewaan dengan jiwa yang damai, untuk tidak menginginkan kemakmuran di dunia ini, semua ini tidaklah biasa bagi orang normal. Orang yang menginginkan semua itu dan mengikutinya, adalah abnormal atau dia sedang pamer untuk memperoleh pujian atau kepuasan lain, atau dia memang memperoleh rahmat ilahiah berupa kebijaksanaan yang tinggi.

2. Tanpa rahmat karuniaKu, kemenangan rohani atas keinginan pribadi ini adalah tidak mungkin. Sifat manusiawimu yang lemah tidak bisa naik setinggi kebajikan adikodrati seperti itu. RahmatKu memberimu kekuatan yang tidak dikenal oleh manusia duniawi. Dengan kekuatan ini kamu bisa menguasai kesombonganmu dan rasa ingin mendahulukan kepentinganmu sendiri.

3. Jadilah prajuritKu yang gagah dan setia kepadaKu. Siaplah untuk memanggul salibmu demi kasihmu kepadaKu. Aku memperingatkan kamu sekarang bahwa jika kamu memutuskan untuk membuktikan kasihmu kepadaKu, kamu bisa melakukannya hanya dengan memanggul salib cobaan hidupmu sehari-hari, salib pekerjaan berat, kekecewaan, penentangan, dan bahkan berbagai macam pengejaran. Semakin tinggi kamu memiliki kebajikan yang sejati dan teguh, semakin mudah kamu mengenali salib-salibmu dan memanggulnya. Kenyataannya, sementara kasihmu kepadaKu semakin tumbuh, maka semakin besar pula kamu mengasihi salibmu.

4. Jika Aku merasa bahwa Aku bisa mempercayai kamu untuk memanggul salib yang lebih besar, Aku akan memberikannya kepadamu. Jangan takut, karena Aku tidak akan membebani kamu diluar batas kemampuanmu. Dengan salib-salib yang lebih berat ini, Aku akan memberikan kemuliaan dan kebahagiaan yang lebih besar lagi kepadamu di Surga.


Renungan :

Kekuatanku untuk memanggul salib berasal dari salib itu sendiri. Aku hanya perlu mempersiapkan jiwaku untuk menerimanya, dengan doa-doa dan pelatihan diri. Aku harus berlatih melaksanakan tindakan penyangkalan diri yang ringan-ringan, sebagai persiapan menghadapi cobaan tak terduga yang segera datang. Lalu, sementara aku menghadapi cobaan, Yesus akan menolongku untuk mengerti akan arti yang lebih tinggi dari peristiwa itu. Dia akan menunjukkan kepadaku bagaimana aku bisa menjadi semakin dekat kepadaNya dengan memanggul salib ini dengan sabar dan penyangkalan diri. Semakin diriku tanpa pamrih memeluk salib itu, semakin aku menemukan kebijaksanaan, pengertian, kasih dan kekuatan adikodrati disitu. Aku akan mampu melihat dibalik kehampaan dari segala kepuasan dan kesenangan duniawi. Kurbanku akan membuatku semakin mengasihi Yesus, dan aku akan lebih mudah menanggung cobaan-cobaan hidupku demi kepentingan Yesus. Kenyataannya, jika aku mau mengikuti karunia ini dengan tulus, aku bisa menerima berkat yang lebih besar lagi dengan menginginkan salib yang lebih berat lagi demi kasihku kepada Yesus.


Doa :

Rajaku yang disalib, aku berlutut di kaki salibMu, dan merenungkan ajaran surgawi yang Kau berikan dari situ. Didalam penderitaanMu aku akan belajar bagaimana harus memanggul salibku sehari-hari, demi penebusan dosa-dosaku, menjadi lebih layak menerima rahmat yang lebih besar lagi, dan mempersembahkan kepadaMu sebuah kasih yang bebas dari rasa cinta-diri dan kepentingan pribadi. Engkau memang layak menerima devosi ini dariku. Benarlah, sifat manusiawiku bergetar oleh bayangan penderitaan dari penghinaan, kritikan, cemoohan, kegagalan, kekecewaan dan rasa sakit. Dengan kebijaksanaan dan kekuatan yang lebih tinggi, yang bisa kuperoleh melalui salib-salibku kini, aku akan mempersiapkan diriku bagi salib yang lebih besar berikutnya. Engkau sendirilah yang bisa menyelenggarakan perubahan mulia ini dalam diriku. Aku berharap memperolehnya, dengan bantuan rahmat kudusMu. Amin.