Thursday, August 20, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.2, Bab 24)


BAB 24


Pengharapan Utama Manusia


Kristus :

AnakKu, selama kamu masih hidup di dunia ini, kamu masih memerlukan makanan, istirahat, pengobatan, rekreasi, persahabatan dan sebagainya. Namun, jangan salah sangka bahwa semua hal duniawi diatas merupakan merupakan satu-satunya obat dari berbagai kebutuhanmu. Dengan kata lain, kamu telah menaruh harapan terlalu besar padanya, dan mengharapkan lebih banyak dari pada yang bisa ia berikan.

2. Hanya dariKu kamu bisa mengharapkan kebahagiaan yang sempurna dan amat memuaskan. Bijaksanalah kamu dan letakkan harapanmu yang terbesar kepadaKu. Aku adalah Pencipta dan Pemelihara segalanya. Tak ada yang bisa menolongmu jika Aku tidak memberinya kekuatan. Apapah kamu menyadari atau tidak, Aku adalah Kebaikan Tertinggi milikmu. Tanpa Aku, tak akan ada kebaikan abadi dan kebahagiaan yang memuaskan.

3. Jika kamu berharap kepadaKu lebih besar dari pada segala hal lainnya, kamu tidak akan kecewa. Aku tidak akan mengecewakan kamu dalam hal-hal yang berguna bagi dirimu. Jangan berharap terlalu banyak kepada seseorang atau barang di dunia ini. Gunakan apapun yang bisa kau peroleh untuk memperbaiki kehidupanmu, tetapi janganlah hidup seolah-olah kehidupan saat ini merupakan satu-satunya kehidupan yang ada.

4. Aku ini Penciptamu dan Penebusmu. Taruhlah harapanmu yang utama kepadaKu. Ikutilah KehendakKu dengan sebaik-baiknya, dan jika sahabat-sahabat serta penghiburan dari dunia ini mengecewakan kamu, janganlah putus asa. Aku tidak akan mengecewakan kamu. Berdirilah disampingKu dan Aku akan menolongmu mencapai keberhasilan yang amat memuaskan di Surga.


Renungan :

Pengharapan membuat manusia selalu berjuang keras didalam kehidupannya. Begitu seringnya dia menghadapi kekecewaan dan ketidak-puasan untuk hal-hal yang begitu didambakan. Namun dengan pengharapan yang baru, dia mengarahkan kembali usahanya kepada hal-hal lainnya, untuk mencari kepuasan yang telah gagal dia peroleh. Terlalu sering manusia membatasi penglihatannya. Mereka tidak melihat bahwa tidak ada sesuatu yang bisa memberi mereka kepuasan sedikitpun jika Allah tidak memberi kekuatan agar hal itu terjadi. Seharusnya aku tidak boleh mengabaikan kenyataan ini, tetapi aku harus melihat kepadaNya dengan rasa terima kasih dan pengharapan atas segala kebutuhanku. Tuhanlah yang mengatur segala-galanya sepanjang masa, dan aku tinggal menerimanya dari tanganNya. Harapanku yang utama hanya kepada Tuhan saja. Aku bisa melakukan ini dengan cara menggunakan secara cerdik segala apa yang kumiliki dan apapun yang datang kehadapanku. Dengan jalan ini aku bisa membuktikan bahwa aku menghargai Allah lebih tinggi dari pada barang-barang dunia ini dan bahwa aku berharap untuk hidup bersama Dia di Surga selamanya.


Doa :

Tuhan, tidak peduli betapa aku merasa sangat tidak layak, aku berharap untuk bersama Engkau di Surga suatu saat nanti. Aku menaruh seluruh harapanku kepadaMu, menyandarkan diriku kepada kebaikanMu, kebijaksanaan dan kasihMu. Tolonglah aku untuk membuktikan pengharapanku ini dengan cara mengikuti dengan setia kepada Kehendak SuciMu dalam segala hal yang terjadi. Aku akan menghargai segala sesuatu seperti yang Kau inginkan; yaitu, tanpa rasa sombong, tidak sabar, atau segala bentuk rasa cinta-diri. Aku akan menggunakan apapun yang kubutuhkan untuk lebih menyenangkan Engkau dari pada diriku sendiri. Didalam menggunakan penghiburan-penghiburan duniawi, aku tidak akan lupa bahwa Kehendak SuciMu masih memerintah setiap tindakan yang kulakukan. Engkau tak akan meninggalkan mereka yang berharap kepadaMu. Aku menaruh seluruh harapanku kepadaMu. Perlakukanlah diriku seperti yang Kau inginkan, karena tak seorangpun tahu dan berusaha mewujudkan kesejahteraan diriku lebih dari pada Engkau. Amin.