Monday, August 10, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.2, Bab 14)


BAB 14


Jalan Menuju Kesucian


Kristus :

AnakKu, jalanilah kehidupanmu dengan kehadiranKu, dengan cara selalu merasakan kedekatanKu denganmu. Semakin kamu bersemangat mengembangkan kebajikan ini, semakin Aku menolongmu untuk mendapatkannya. Dengan rahmat ini, kamu akan semakin mengasihi dan berbuat baik kepada orang lain. Kesalahanmu akan semakin kecil dan semakin jarang, dan kebaikanmu akan bersinar di dunia.


2. Upaya mencapai kebajikan ini memerlukan usaha yang terus menerus. Kamu harus terus mencoba, seperti seseorang yang berenang melawan arus. Berhenti mencoba, meskipun untuk sebentar saja, berarti kehilangan tempat pijakan. Tanpa usaha yang sungguh-sungguh dan terus menerus maka tak akan ada kemajuan.

3. Jangan takut bekerja, menderita, atau merasa tidak enak. JalanKu menuju Surga adalah merupakan jalan doa, bekerja keras dan menderita. KasihKu dilambangkan oleh salib dan hatiKu yang tertusuk. Biarlah kasihmu kepadaKu menggunakan lambang yang sama. Lakukanlah kehidupan doa, bekerja keras dan menderita. Seperti Aku telah memilih mengurbankan Diri bagimu dalam hidupKu, begitu juga hendaknya kamu berusaha mencari kesempatan untuk mengurbankan dirimu bagiKu.


Renungan :

Untuk memperoleh Surga, aku harus hidup seperti Allah. Hal itu nampaknya tidak mungkin. Namun Allah sendiri yang ingin menuntunku untuk memperoleh Surga. Sebuah kesadaran yang aktiv akan kehadiran Allah akan menolongku mengatur dan mengarahkan perasaan suka-tidak suka dalam diriku. Secara perlahan akan semakin sedikit adanya saat-saat yang lepas kontrol, semakin jarang aku jatuh dalam kesalahan yang lama. Perlahan-lahan aku akan bisa melihat Kehendak Allah dalam setiap peristiwa yang datang dalam hidupku. Allah memang ingin memberiku anugerah istimewa ini. Aku harus mempersiapkan diriku untuk menerimanya dengan cara mulai hari ini, melaksanakan tindakan iman didalam kehadiran Allah, dan tindakan penyerahan diri dalam hidupku. Terlalu banyak orang yang melakukan usaha yang lemah untuk memperbaiki dirinya, lalu mereka menyerah karena kegagalan yang berkali-kali. Yang lain lagi merasa bahwa dirinya terlalu kecil dan tidak layak menerima karunia Allah ini. Alasan mereka sebenarnya bukanlah sesuatu yang bijaksana. Mereka sebenarnya takut berusaha atau berkurban. Adalah Allah yang menginginkan aku mencapai keluhuran ini. Adalah kewajibanku untuk mengikuti KehendakNya dengan melakukan apa yang terbaik terus menerus.


Doa :

Yesusku, tolonglah aku agar bisa melihat kedekatanMu denganku sepanjang hari. Aku tidak ingin mengecewakan Engkau. Engkau menginginkan aku meraih kesempurnaan yang tertinggi. Engkau berkata :"Sempurnalah kamu seperti halnya Bapa Surgawi sempurna adanya". Hal ini berarti aku tidak boleh merasa bahwa diriku cukup baik, tidak peduli betapa bijaksananya diriku. Aku harus mulai berusaha sekarang, berusaha semakin menyerupai Engkau dalam segala hal yang kulakukan. Engkau adalah Contohku, karena Engkau mengatakan :"Dia yang melihat Aku, juga melihat Bapa". Engkau adalah citra sempurna dari Bapa SurgawiMu. Dengan meniru Engkau, aku akan menjadi lebih mirip Allah. Usahaku akan lebih mudah jika aku selalu waspada akan kedekatanMu denganku sepanjang hari. Berkatilah aku dengan karunia yang istimewa ini, agar diriku menjadi seperti apa yang Kau inginkan, seorang makhluk Allah yang sejati. Dengan jalan ini, setiap saat dari hidupku akan menjadi satu langkah maju menuju kehidupan sempurna di Surga. Amin.