Friday, September 7, 2012

NamaKu tak lagi dihormati


NamaKu tak lagi dihormati. NamaKu dikutuk
Selasa, 4 September 2012, jam 23.05


PuteriKu yang terkasih, rasa sakitnya penolakan dan kebencian dari umat manusia terasa olehKu setiap saat setiap hari.

Hal itu tak pernah berkurang. PenyalibanKu hanyalah awal.

Ia mewartakan keselamatan umat manusia, namun rasa sakitKu akan terus berlangsung hingga setan dimusnahkan.

Sementara dia berada dan memerintah atas dunia ini, yang dilakukannya hingga saat ini, maka rasa sakit dan siksaanKu tak akan pernah berakhir.

Satu-satunya keringanan adalah sukacita yang Kurasakan ketika Aku menyaksikan kasih yang sejati ada di dunia didalam jiwa-jiwa yang murni, kepada sesamanya.

Adalah kasih ini yang mempertahankan Terang tetap hadir diantara siang dan malam. Karena jika tanpa Terang itu, kegelapan akan menyelimuti bumi selama 24 jam sehari.

Bayangkanlah rasa sakitKu ini jika kamu mau.

Bagi mereka diantara kamu yang menderita sakit dan terluka dari tangan orang yang kau kasihi, kamu akan tahu bagaimana rasa sakitKu ini.

Jika kamu disiksa dengan kejam, secara mental dan jasmani, oleh seseorang yang kau kasihi, maka sakit itu semakin besar rasanya.

Meski kamu tahu bahwa orang yang menganiaya kamu itu berada didalam kegelapan, tetapi hal itu tak bisa meringankan sakitmu. Seandainya dia tahu maka hal itu akan semakin meningkatkan intensitas dan kejamnya penderitaanmu.

Hal ini karena kamu masih peduli dengan penyiksamu, namun kamu tahu bahwa mereka juga menderita dan tak bisa mengatasi sikap mereka.

Mereka itu berada didalam kegelapan yang amat besar, karena ketika kamu berusaha menjelaskan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan agar bisa keluar dari kegelapan itu, namun mereka tidak mau mendengar.

Mereka tidak ingin mendengar.

Mereka juga tidak mau memulihkan rohnya agar bisa melihat terang, kasih dan sukacita yang akan mereka rasakan jika mereka mau mendengarkan kamu, orang yang sungguh mengasihi mereka ditengah segala kesalahan mereka, satu-satunya kesempatan mereka untuk menolak awan gelap yang berbahaya ini yang menyelimuti seluruh roh mereka, untuk bisa membebaskan mereka.

Rasa sakitnya penolakan ini sunguh keras bagiKu, Juru Selamatmu, Putera Manusia.

Aku merasakan penderitaan jasmani yang mengerikan, dimana banyak diantaranya tidak disampaikan kepada dunia secara mendetil; begitu mengerikan siksaan itu, meski Aku tidak ingin memperoleh simpati atas hal itu.

Tidak, Aku hanya meminta kesetiaanmu, imanmu serta sukacita dan keringanan karena kamu mengetahui bahwa dirimu diselamatkan dari kutukan kekal.

Tetapi apakah umat manusia sungguh mengetahui adanya Karunia yang Kuberikan kepada mereka?

Banyak orang yang mengikuti Misa Kudus dan menerima anggur didalam Gereja-gereja Kristiani yang lain, untuk menghormati KaruniaKu, tetapi mereka tidak mengerti apa maknanya.

Aku menyerahkan DiriKu sepenuhnya didalam Tubuh, Pikiran dan Jiwa. Ketika kamu menerima Komuni Kudus, hendaknya kamu menerima TubuhKu secara utuh dan bukan sekedar kamu berkata bahwa dirimu menghormati Aku.

Karena jika tanpa TubuhKu dan KehadiranKu Yang Sebenarnya, Aku tak bisa menangkap jiwamu. Tidakkah kamu tahu hal ini?

Mengapa kamu menolak KaruniaKu yang sejati seperti yang dijelaskan kepada para rasulKu dulu? Bahwa Ekaristi adalah sungguh TubuhKu?

Kamu tak bisa membayangkan banyaknya rahmat yang lolos darimu, dari keluarga dan dari angkatanmu karena kamu mengabaikan Kuasa dari Karunia itu?

Rasa sakitKu tak pernah hilang. Aku menangis. Aku menderita. Aku menangis ketika Aku menyaksikan dosa begitu banyak dilakukan di dunia hingga NamaKu tak lagi dihormati. NamaKu dikutuki. Aku merasakan sakit yang hebat.

Kamu, puteriKu, telah diberi rasa sakit yang sama selama beberapa bulan terakhir ini. Aku mengijinkan siksaan atas dirimu ini yang dilakukan oleh setan untuk merasuki kamu. Kurban ini yang kau persembahkan bagiKu, sebagai jiwa kurban, memang sulit, namun kamu bisa memperoleh sebuah pelajaran yang sederhana dari situ.

Jika kamu menjadi kurban dari penderitaan yang kejam itu melalui tangan orang lain, dalam NamaKu, kamu merasakan sakit yang sama seperti yang Kurasakan pada saat itu juga.

Rasa sakit kita saling bertaut, puteriKu, didalam persekutuan mistik ini. Kamu menerima PanggilanKu, untuk menjadi jiwa kurban secara sukarela, dengan menyadari berbagai akibatnya, meski hal itu menakutkan, demi menyelamatkan jiwa-jiwa.

Kini setelah kamu menghasilkan pertobatan, kamu tahu bahwa ketika penderitaan diperlukan, hal itu untuk mengimbangi penderitaanKu, yang terasa amat menyakitkan dan traumatik.

Karena sifat manusiawimu, maka dari saat ke saat kamu akan cenderung untuk melawan dan menghadapi rasa ngeri yang dikenakan pada dirimu terutama yang berhubungan dengan sakitnya paku-paku yang dipukulkan pada pergelangan tanganmu, dimana hal itu memang diminta untuk kau tanggung dalam NamaKu.

RahmatKu menolong kamu didalam penyerahan dirimu terhadap permintaan penderitaan ini. Ia memberimu kekuatan, yang memungkinkan kamu untuk bangkit, tegak berdiri dan memuji Allah. Karena ini adalah rahmat yang membantumu menerima penderitaan sebagai hadiah bagi Allah untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang berada dalam keadaan dosa berat.

Berikutnya nanti akan ada seseorang yang menyiksa kamu, memperlakukan kamu dengan kejam dan secara mental menyala-gunakan kamu, anak-anak, dan jika kamu bisa mengingat hal ini maka kamu akan bisa mengatasi rasa sakitmu.

Daraskanlah doa Perjuangan (75) ini kepadaKu : Aku menyerahkan sakitku kepadaMu, Yesus yang terkasih.

Yesus, aku menyerahkan sakit dan penderitaanku kepada penderitaan yang Kau tanggung diatas Kalvari.
Bagi setiap penghinaan yang kuterima, aku menyerahkannya kepadaMu.
Bagi setiap penyalah-gunaan serta cemoohan yang kuderita, aku menyerahkannya kepadaMu demi penghormatan atas Pemahkotaan Duri yang Kau alami.
Bagi segala kritikan tidak adil atas diriku, aku mempersembahkannya kepadaMu demi penghormatan atas penghinaan yang Kau alami dihadapan Pilatus.
Bagi setiap siksaan jasmani yang kutanggung oleh perbuatan orang lain, aku mempersembahkannya kepadaMu demi penghormatan atas siksaan yang Kau tanggung pada tiang hukuman.
Bagi setiap penghinaan yang kuterima, aku mempersembahkannya kepadaMu demi penghormatan atas siksaan jasmani yang Kau tanggung selama Pemahkotaan Duri ketika mereka mengoyakkan mataMu.
Setiap kali aku meniru Engkau menyampaikan Ajaran-ajaranMu, dan ketika aku diejek dalam NamaMu, ijinkanlah aku menolongmu di jalan menuju Kalvari.
Tolonglah aku membuang segala kesombongan, dan tidak takut mengakui bahwa aku mengasihi Engkau, Yesus yang terkasih.
Ketika segalanya terasa tak ada harapan lagi dalam hidupku, Yesus yang terkasih, tolonglah aku untuk berani dengan mengingat betapa Engkau membiarkan DiriMu disalibkan dengan amat keji dan hina.
Tolonglah aku untuk tegak berdiri dan terhitung dalam bilangan umat Kristiani yang sejati, sebagai prajurit sejati dari pasukanMu, rendah hati, dengan penuh penyesalan didalam hatiku, dengan selalu mengingat akan kurbanMu bagiku.
Peganglah tanganku, Yesus yang terkasih, dan tunjukkanlah kepadaku bagaimana penderitaanku bisa mengilhami orang lain untuk bersatu didalam pasukanMu dengan jiwa yang pasrah yang mengasihi Engkau.
Tolonglah aku menerima penderitaan dan memersembahkannya kepadaMu sebagai hadiah untuk menyelamatkan jiwa-jiwa didalam pertempuran akhir melawan tirani setan.
Amin.


Penderitaan, puteriKu, meski ia sulit, adalah sebuah Karunia yang Kuberikan kepada mereka yang Kupercaya, untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.

Kamu puteriKu, telah banyak meringankan penderitaanKu melalui tanggapanmu. Memang membutuhkan waktu beberapa saat sebelum Aku bebas dari salib.

Hal ini hanya bisa terjadi ketika Aku menyelamatkan setiap jiwa yang mungkin, yang ada di dunia saat ini.

Yesusmu