Tuesday, June 9, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.1, Bab 64)



BAB 64


Kemakmuran Duniawi


KRISTUS berkata :


AnakKu, pada saat-saat tertentu kamu bisa merasa seolah-olah hidupmu akan lebih mudah jika tidak perlu mematuhi hukumKu. Manusia duniawi nampaknya menikmati keberadaannya dengan begitu besar, tanpa peduli tentang DiriKu. Jangan sampai kamu tertipu oleh apa yang nampak dari luar. Hidup mereka tidaklah sebaik apa yang mereka inginkan.


2. Benarlah, mereka mengejar kepuasan hingga melupakan dirinya. Dalam kehidupan seseorang, akan ada saat-saat dimana pikirannya berputar-putar pada dirinya sendiri. Cepat atau lambat, seseorang harus memikirkan betapa pendeknya umur kepuasan duniawi ini. Orang yang telah melupakan Aku, akan melihat kebelakang dan menyadari bahwa segala kepuasan dan kesenangannya berakhir. Dan tak pernah lagi dia melihat kepada kebahagiaan dimasa depan.


3. Bahkan meskipun mereka sedang menikmati kesenangan duniawi ini, mereka masih dihantui oleh kekhawatiran, kepahitan dan ketakutan. Dia tahu akan arti kekecewaan dan kegagalan.


4. Seperti halnya asap yang segera hilang di udara, demikian juga kesenangan duniawi akan segera musnah. Bahkan sering terjadi kesenangan duniawi ini belum sempat mendatangkan kesenangan, karena harus segera lenyap. Apa yang dikira bisa mendatangkan kebahagiaan, sering justru menimbulkan kesedihan dan kekecewaan. Banyak orang-orang yang terkenal di dunia ini mengakhiri kehidupannya dalam kegetiran.


5. Betapa menyedihkan jika melihat orang-orang muda mengejar kesenangan dan kepuasan, dimana semua tadi sebenarnya telah menjadi pengalaman yang terlalu singkat dan menyedihkan bagi orang-orang tua. Dengan buta dan bodohnya kaum muda mengejar kesenangan duniawi, sambil melupakan satu-satunya kebahagiaan abadi : Surga. Mereka memiliki anggapan salah : Mengapa sekarang aku memikirkan tentang Surga atau neraka jika kematian itu masih jauh dariku ?



RENUNGAN :


Betapa bodohnya kita ini ! Kita gampang berpikir tentang segala hal, namun jika disuruh memikirkan tentang keabadian, pikiran kita jadi melemah atau berhenti sama sekali. Untuk memperoleh pikiran yang jernih tentang betapa sedikitnya kesenangan dan kenikmatan duniawi ini, maka aku harus merenungkan tentang kesenangan yang kualami tahun yang lalu, atau bahkan minggu yang lalu. Saat itu, semuanya nampak begitu berarti, namun saat ini, semuanya tadi telah hilang musnah. Akankah aku menaruh penghargaan yang begitu besar kepada kesenangan dan kemakmuran duniawi jika aku harus berbuat dosa untuk memperolehnya ? Akankah aku mengurbankan kebahagiaan Surga yang sempurna dan abadi demi kesenangan semu dan sesaat ini ? Hanya orang bodoh saja yang menjadi ragu dalam menentukan pilihan ini.



DOA :


Allahku yang mengasihi, Engkau ingin memberiku yang terbaik, kebahagiaan Surga yang memuaskan. Engkau tidak menghalangi diriku menikmati kebahagiaan duniawi ini, selama aku menggunakannya dengan cerdik dan benar. Apa yang Kau larang adalah kasihku yang bodoh kepada hal-hal yang salah dan tidak layak bagi kemuliaan manusiawiku. Berkatilah aku dengan kasih akan kebijaksanaanMu dan biarlah aku mengikuti KehendakMu dalam segala hal. Engkau sajalah yang bisa memberiku kebahagiaan sempurna dan tak terbayangkan yang akan memenuhi jiwaku dengan kebahagiaan abadi. Engkau telah memintaku untuk mempersiapkan diriku demi kebahagiaan itu dengan cara menjalani kebaikan dan kebijaksanaan di dunia ini. Aku berharap akan bantuanMu. Kini aku memulainya lagi, Tuhan yang terkasih. Amin.