Tuesday, June 2, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.1, Bab 57)



BAB 57




Mengabaikan Kesempatan Menerima Komuni Kudus



KRISTUS berkata :


AnakKu, setan tahu betapa besarnya terang dan kekuatan yang Kuberikan kepada mereka yang mau menerima Aku dengan tulus melalui Komuni Kudus. Karena itu dia berusaha, dengan segala cara, untuk mempertahankan agar manusia tetap jauh dariKu. Dia mengarahkan serangan-serangan serta memberikan gambaran-gambaran buruk kepadabeberapa orang pada saat mereka berkeinginan untuk menerima Komuni Kudus.


2. Aku telah mengungkapkan didalam kitab Ayub bahwa roh jahat diijinkan untuk berkelana diantara manusia dan menggodai mereka. Karena itulah dia mengganggu para pengikutKu dengan kejahatannya. Dia berusaha untuk membuat mereka takut dan cemas, atau bahkan mereka memiliki rasa percaya diri yang berlebihan dan ceroboh. Dengan cara ini dia berusaha untuk menurunkan kesetiaan mereka terhadapKu. Dengan tetap menjauhkan mereka dari Komuni Kudus, dia berharap untuk bisa merampok iman dan kasih mereka kepadaKu.


3. Kamu tidak perlu takut kepada setan ataupun para pengikutnya. Jangan menaruh perhatian sedikitpun juga kepada anjuran-anjuran ataupun tipuan-tipuannya, betapapun memalukan dan membencikan mereka itu. Puntirlah kepala mereka hingga terbalik. Dia hanya layak menerima deraan dan umpatan kesalahan. Jangan bertindak bodoh dengan menolak Komuni Kudus hanya karena bayangan-bayangan serta perasaan-perasaan yang tidak benar. Lakukanlah yang terbaik dengan memikirkan hal-hal yang lain, dan kemudian datanglah kepadaKu dengan penuh percaya diri.



RENUNGAN :


Kehendakku dan usahaku yang terus menerus akan menunjukkan siapa diriku ini sebenarnya. Bayangan-bayangan dan perasaan-perasaan bukanlah milik pribadiku, kecuali jika aku mau menerima dan menginginkannya. Dengan tetap berusaha mendekati Yesus melalui Komuni Kudus, aku akan memperoleh kekuatan untuk mengatasi segala godaan. Sesering mungkin aku akan pergi kepada Yesus melalui Misa dan Komuni Kudus.



DOA :


Oh Yesus, yang selalu hadir dalam Sakramen Terberkati, aku berharap untuk bisa datang kepadaMu sesering mungkin, agar Engkau bisa memberiku anugerah terang dan kekuatan bagi perjuangan hidupku sehari-hari. Aku tidak akan ragu untuk datang kepadaMu. Bebaskanlah keinginanku dari yang jahat. Dengan pertolonganMu aku berharap untuk mengatasi, atau mengabaikan bayangan-bayangan yang tak masuk akal dan nafsu-nafsu buta dari naluri rendahku. Aku tidak menginginkan semua itu. Aku hanya menginginkan Engkau dan Kehendak SuciMu. Amin.