Saturday, December 21, 2013

Dua orang mistikus Gereja meramalkan krisis kepausan



Dua orang mistikus Gereja meramalkan terjadinya krisis kepausan :

Gereja dalam bahaya besar

Posted on August 10, 2013 by ‘twohearts

"Doakan saya, agar saya tidak melarikan diri karena takut kepada serigala". (Paus Benediktus XVI pada pidato pelantikannya)

I. Elizabeth Canori Mora Terberkati
Elizabeth Canori Mora Terberkati (meninggal pada tahun 1825), atas instruksi dari bapa pengakuannya, dia menuliskan wahyu yang dia terima dari Allah. Hari ini, naskah tulisannya disimpan dengan aman didalam arsip para Bapa Trinitarian di San Carlino, Roma. Berbagai pewahyuan ini yang praktis tidak dikenal luas, adalah berkaitan dengan situasi saat ini di Roma dan Gereja saat ini. Dia memperoleh beatifikasi pada tahun 1994

Krisis didalam Gereja
Pada malam Natal 1813, Elizabeth dalam keadaan ekstase dibawa ke sebuah tempat yang penuh dengan cahaya. Di sana dia melihat orang-orang kudus yang tak terhitung jumlahnya yang sedang melakukan adorasi di hadapan sebuah palungan sederhana. Bayi Yesus bersikap manis sekali hingga layak untuk didekati, tetapi setelah dekat dia melihat bahwa Bayi Yesus itu bersimbah dengan Darah-Nya sendiri.

"Hanya memikirkan penglihatan itu saja sudah membuat diriku dipenuhi dengan ketakutan" demikian dia menulis. "Tapi pada saat yang sama aku mengerti alasan dari penumpahan darah Yesus tadi, yaitu karena kebiasaan buruk banyak imam dan religius yang tidak berperilaku sesuai dengan hidup bakti mereka serta pendidikan yang buruk yang diberikan kepada anak-anak oleh ayah dan ibu mereka serta orang-orang lain yang dipercayakan dengan tugas ini. Mereka, yang seharusnya meningkatkan roh Allah didalam hati orang lain dengan melalui teladan yang baik mereka, tetapi mereka justru menganiaya Dia dengan perilaku dan ajaran buruk mereka."

Elizabeth Terberkati menerima banyak sekali pewahyuan lainnya tentang kekacauan yang menghancurkan dan dekadensi moral dimana umat Katolik, baik awam maupun para klerus, akan jatuh kedalamnya.

Dia menceritakan bahwa pada tanggal 24 Februari 1814, "... aku melihat banyak utusan Allah yang merampok satu sama lain dan mati-matian merobek jubah suci mereka. Aku melihat altar suci dirusak oleh para utusan Allah sendiri."

Demikian juga, pada tanggal, 22 Februari 1814, ketika sedang berdoa bagi Bapa Suci dia melihat Bapa Suci dikelilingi oleh serigala yang direncanakan untuk mengkhianati dia “... saya melihat serigala-serigala yang terdiri atas kaum Sanhedrin yang mengelilingi Paus, dan nampak ada dua malaikat yang menangis ... ketika saya bertanya kepada mereka mengapa mereka sedih dan meratap, dengan memandang kearah Roma dan mata penuh dengan kasih mereka menjawab, 'Kota yang malang, hai orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, pengadilan Allah akan menghukum kalian."

Pada tanggal 16 Januari 1815, malaikat menunjukkan kepadanya "...banyak rohaniwan yang menganiaya Yesus Yang Disalib serta Injil-Nya yang kudus dengan kedok perbuatan baik... Seperti serigala yang marah mereka berencana untuk menarik pemimpin Gereja turun dari takhtanya." Kemudian dia diizinkan untuk melihat kemarahan mengerikan dari serigala-serigala ini kepada Tuhan. "Dengan ngeri saya melihat kilatan petir dari Penghakiman Ilahi jatuh di sekitarku. Aku melihat bangunan-bangunan runtuh dan hancur berkeping-keping. Kota-kota, wilayah-wilayah dan seluruh dunia jatuh kedalam kekacauan. Orang tak bisa mendengar apa-apa kecuali suara lemah dan merintih memohon pengampunan. Tak terhitung banyaknya orang-orang yang terbunuh."

Apa yang paling menakutkan baginya adalah murka Allah. Dia melihat Allah "yang sangat marah kepada orang-orang yang menganiaya Dia. TanganNya yang mahakuasa memegang kilatan petir. Wajahnya berkilauan dengan marah dan tatapan mataNya saja sudah cukup untuk membakar seluruh dunia ini." Penglihatan itu berlangsung hanya sekejap, dimana dia berkata, "Seandainya ia berlangsung lebih lama, maka pastilah saya akan mati.”

Mengenai penglihatannya tanggal 7 Juni 1815, dia menulis, "...serigala ganas berbulu domba, penganiaya tanpa henti terhadap Yesus Yang Tersalib dan mempelaiNya, Gereja Kudus ... aku melihat seluruh dunia mengejang, terutama kota Roma. Bagaimana aku bisa menceritakan apa yang aku lihat atas Gereja Kudus? Karena adanya doktrin-doktrin yang bertentangan, bersama-sama dengan kaum klerus yang sekuler, mereka tercerai-berai, dianiaya dan dibunuh oleh kaum fasik ... Para klerus yang biasa tidak mengalami keadaan tercerai-berai secara total, namun mereka juga hancur. Ada banyak sekali orang-orang dengan berbagai keadaan tewas dalam pembantaian itu, tetapi tidak semuanya dikutuk, karena diantara mereka ada orang-orang yang bertingkah laku secara layak dan yang lain-lainnya lagi menjalani kehidupan yang suci. "

Kerahiman berhenti bagi dunia

Pada hari Natal 1816 Elizabeth Terberkati melihat Bunda Maria, yang nampak sangat sedih. Setelah bertanya mengapa, Bunda Maria menjawab, "Lihatlah, putriku, adanya kefasikan yang begitu besar." Elizabeth Terberkati kemudian melihat "kemurtadan yang berusaha merenggut Putranya yang terkudus dari lengannya." Dihadapkan kepada kebiadaban semacam ini, Bunda Allah berhenti meminta kerahiman bagi dunia, dan sebagai gantinya dia memohon pengadilan dari Bapa yang Kekal. Dengan berpakaian Keadilan-Nya tak terhindarkan dan penuh kemarahan, Dia berpaling kepada dunia.

"Pada saat itu seluruh alam mengalami kekacauan, dunia kehilangan tatanan yang normal dan dipenuhi dengan bencana yang paling mengerikan yang bisa dibayangkan. Ini akan menjadi sesuatu yang begitu menyedihkan dan mengerikan hingga hal itu mendorong dunia kepada kedalaman jurang dan akhir dari kehancuran."

Pada hari raya Santo Petrus dan Paulus, 29 Juni 1820, dia melihat St.Peter turun dari langit, berpakaian jubah kepausan dan dikelilingi oleh legiun para malaikat. Dengan tongkat uskup dia menggambar sebuah salib besar pada muka bumi, memisahkannya menjadi empat kuadran. Dalam setiap kuadran ini, dia kemudian menumbuhkan sebuah pohon, yang menumbuhkan sebuah kehidupan baru. Setiap pohon berbentuk salib dan diselimuti cahaya yang megah. Seluruh umat awam dan religius yang baik melarikan diri dan berlindung di bawah pohon-pohon ini dan mereka terhindar dari pemurnian yang luar biasa.

"Celakalah! Celakalah mereka kaum religius yang tidak berhati-hati dan yang menghina Aturan Suci mereka. Mereka semua akan binasa dalam hukuman mengerikan bersama-sama dengan semua orang yang menyerahkan dirinya untuk berpesta pora dan mengikuti prinsip-prinsip yang palsu didalam filsafat kontemporer mereka yang menyedihkan!”

Langit berwarna warna biru kelam yang menakutkan semua orang yang melihatnya. Angin bertiup kencang di mana-mana. Sebuah jeritan yang berapi-api dan sedih memenuhi udara, seperti gemuruh yang mengerikan dari auman harimau, dan bergema di seluruh bumi dalam gumpalan darah yang mengental.

Semua manusia dan binatang merapat ke tepi dengan rasa ngeri. Seluruh dunia mengejang dan semua orang saling membantai satu sama lain tanpa ampun  ...

Ketika pertarungan berdarah ini tiba, maka tangan pembalasan dari Allah akan mengenai orang-orang yang ditakdirkan seperti itu dan dengan kemahakuasaan-Nya, Dia akan menghukum orang-orang yang congkak atas tindakan kesembronoan mereka dan penghinaan tidak tahu malu. Tuhan akan menggunakan kuasa kegelapan untuk memusnahkan kaum sektarian ini, orang-orang yang bengis dan jahat, yang merencanakan untuk membasmi Gereja Katolik, Bunda Suci kita, dengan mencabutnya sampai ke akar-akarnya yang paling dalam, dan mencampakkannya di tanah.

Allah akan menertawakan mereka

"Tuhan akan menertawakan kejahatan mereka, dan dengan sebuah ayunan Tangan kananNya yang maha dahsyat, Dia akan menghukum orang fasik. Kuasa kegelapan akan diizinkan untuk meninggalkan neraka dan sejumlah besar iblis akan menyerang seluruh dunia. Mereka akan mendatangkan kehancuran besar dan dengan demikian melaksanakan perintah Keadilan Ilahi, dimana mereka juga akan tunduk. Mereka akan menghancurkan harta benda manusia, keluarga, kota, kota-kota yang malang, istana, rumah-rumah dan segala sesuatu yang ada di muka bumi kepada tingkatan seperti yang dititahkan oleh Allah...”

"Tuhan akan membiarkan orang-orang jahat untuk dihukum dengan kejam oleh setan yang bengis, karena mereka secara sukarela tunduk kepada setan dan ikut serta didalam menyerang Gereja Katolik yang kudus ... “

“Aku melihat penjara yang mengerikan, Neraka. Disana aku melihat setan yang akan dilepaskan ke dunia untuk membawa kehancuran dimana-mana. Mereka akan memusnahkan setiap tempat yang melakukan penyembahan berhala sedemikian rupa, hingga tidak ada lagi jejak mereka yang tersisa."

Pemulihan besar dimulai

Namun, semuanya tidak akan berakhir dengan kematian dan kehancuran ini. Setelah hukuman yang memurnikan ini, dia melihat St. Petrus kembali pada tahta kepausan yang megah bersama dengan St. Paulus, yang pergi ke seluruh dunia untuk membelenggu setan dan membawa mereka ke hadapan St. Petrus, yang akan melemparkan mereka kembali ke gua-gua gelap dari mana mereka datang. "Kemudian datanglah kemilau yang sangat indah keatas bumi, untuk mengumumkan rekonsiliasi Allah dengan umat manusia.”

Kawanan kecil umat Katolik yang setia yang berlindung di bawah pepohonan akan dibawa ke hadapan St. Petrus, yang akan memilih paus baru. Seluruh Gereja akan ditata ulang sesuai dengan perintah yang benar dari Injil suci. Ordo-ordo religius akan dibangun kembali dan rumah-rumah umat kristiani akan menjadi rumah yang disemangati dengan aroma religius.

Begitu besarnya semangat dan upaya bagi kemuliaan Allah hingga segala sesuatu akan mempromosikan kasih kepada Tuhan dan sesama. Kemenangan, kemuliaan dan kehormatan dari Gereja Katolik akan ditegakkan kembali dalam sekejap. Ia akan diakui, dihormati dan dihargai oleh semua. Semua orang akan memutuskan untuk mengikutinya, mengakui wakil Kristus sebagai Sri Paus.

Pada awal tahun 1821 Tuhan berkata kepadanya, "Aku akan merombak umat-Ku dan GerejaKu. Aku akan mengirimkan imam-imam yang penuh semangat untuk memberitakan imanKu. Aku akan membentuk sebuah kerasulan baru dan mengutus Roh Kudus untuk membaharui dunia. Aku akan merombak ordo-ordo religius dengan melalui para pembaharu yang suci dan kudus. Mereka semua akan memiliki semangat seperti anakKu, Ignatius dari Loyola. Aku akan memberikan kepada GerejaKu dengan seorang imam yang baru, yang terpelajar, suci dan penuh dengan Roh-Ku. Dengan semangat yang suci dia akan membaharui kawananKu.

"Dia mengatakan kepadaku banyak hal lainnya tentang perombakan ini. Banyak penguasa akan mendukung Gereja Katolik dan menjadi umat Katolik yang benar, menempatkan tongkat kekuasaan dan mahkota mereka di kaki Bapa Suci dan wakil Yesus Kristus. Banyak kerajaan akan meninggalkan kesesatan mereka dan kembali ke pangkuan Iman Katolik. Seluruh masyarakat akan bertobat, mengakui iman akan Yesus Kristus sebagai agama yang benar."(Kutipan dari edisi Mei 2002 majalah Brasil Catolicismo mengenai wahyu pribadi yang diterima oleh Elizabeth Canori Mora terberkati)

II. Anne Catherine Emmerich Terberkati
(meninggal 1824) Mystikus, Stigmatist, memperoleh was beatifikasi pada 2004)

22 Maret 1820

"Aku melihat dengan sangat jelas kesalahan penyimpangan dari dosa yang tak terhitung banyaknya dari manusia. Aku melihat kebodohan dan kejahatan dari tindakan mereka, terhadap semua kebenaran dan semua alasan. Imam-imam ada di antara mereka, dan dengan senang hati aku bersedia menerima penderitaanku agar mereka dapat kembali kepada pikiran yang lebih baik. "

12  April 1820

"Aku memperoleh penglihatan lain atas kesusahan besar itu. Aku mendapat kesan bahwa sebuah kesediaan telah dituntut dari para klerus yang tidak dapat diberikan. Aku melihat banyak imam yang lebih tua, terutama dia yang menangis tersedu-sedu. Beberapa imam yang lebih muda juga nampak menangis. Tetapi yang lain-lainnya, termasuk yang bersikap ragu-ragu, siap untuk melakukan apa yang diminta dari mereka. Saat itu seolah-olah masyarakat terpecah menjadi dua kubu ... "

13 Mei 1820

“Aku juga melihat hubungan antara kedua paus...

“Aku melihat betapa amat buruknya (berbahaya) akibat dari gereja palsu ini. Aku melihatnya bertambah besar; segala macam bidaah datang ke kota (Roma). Para klerus setempat nampak bersikap ragu-ragu, dan aku melihat sebuah kegelapan besar ... "

"Kemudian penglihatan ini nampaknya meluas. Nampak seluruh umat Katolik sedang ditindas, dilecehkan, dibatasi, dan kehilangan kebebasan mereka. Aku melihat banyak gereja ditutup, penderitaan besar di mana-mana, perang dan pertumpahan darah. Massa yang liar dan bodoh melakukan tindak kekerasan. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama ... "

"Sekali lagi aku melihat bahwa Gereja Petrus digerogoti oleh rencana yang dibangun oleh sekte rahasia, sementara badai terus menghancurkannya. Tetapi aku melihat juga bantuan yang datang di saat kesusahan itu telah mencapai puncaknya. Aku melihat lagi Sang Perawan Terberkati naik keatas Gereja dan menebarkan mantelnya keatas Gereja itu."

Juli 1820

"Aku melihat Bapa Suci dikelilingi oleh para pengkhianat dan dalam kesulitan yang besar memikirkan tentang Gereja. Dia menerima penglihatan dan penampakan di saat-saat paling membutuhkan ini. Aku melihat banyak uskup saleh yang baik, tetapi mereka lemah dan goyah, sifat pengecut mereka sering menonjol... Lalu aku melihat kegelapan menyebar ke segala arah dan orang-orang tidak lagi mencari Gereja yang benar".

Agustus sampai Oktober 1820

"Aku melihat lebih banyak lagi martir, bukan sekarang tapi di masa depan ... aku melihat sekte rahasia yang tak henti-hentinya merusak Gereja yang besar. Didekat mereka aku melihat seekor binatang yang mengerikan datang dari laut ... Di seluruh dunia, orang-orang baik dan saleh terutama para klerus diganggu dan ditindas dan dimasukkan ke dalam penjara. Aku punya perasaan bahwa mereka akan menjadi martir satu hari nanti."

"Ketika Gereja sebagian besar telah dihancurkan (oleh sekte rahasia), dan ketika hanya tempat kudus dan mezbah masih berdiri, aku melihat orang-orang jahat itu memasuki Gereja bersama dengan binatang itu. Di sana mereka bertemu dengan seorang Wanita yang nampak mulia sekali bersama dengan seorang anak karena dia berjalan pelan-pelan. Demi melihat hal ini, para musuh merasa ketakutan, dan binatang itu segera melangkah maju. Dia menjulurkan lehernya kearah Wanita itu seolah ingin melahapnya, tetapi Wanita itu berbalik dan bersujud (kearah altar), kepalanya menyentuh tanah. Setelah itu, aku melihat binatang itu akan berlari menuju laut lagi, dan musuh-musuh melarikan diri dalam kebingungan dan takut .... Lalu, aku melihat di kejauhan ada sepasukan besar yang sedang mendekat. Di bagian depan aku melihat seorang pria di atas kuda putih. Para tawanan dibebaskan dan bergabung dengan mereka. Semua musuh dikejar. Kemudian, aku melihat bahwa Gereja segera dibangun kembali, dan ia lebih megah dari pada sebelumnya .... "

10 Agustus 1820

"Aku melihat Bapa Suci dalam penderitaan besar. Dia tinggal di sebuah istana yang lain dari sebelumnya dan dia hanya memiliki beberapa teman saja disekitarnya. Aku takut jika Bapa Suci akan menderita lebih banyak cobaan sebelum dia meninggal. Aku melihat bahwa Gereja kegelapan yang palsu itu sedang memperoleh kemajuan dan aku melihat pengaruh yang mengerikan itu pada orang-orang. Bapa Suci dan Gereja sedang menderita dan kita harus memohon kepada Allah siang dan malam ... "

"Aku telah diberitahu untuk banyak berdoa bagi Gereja dan Paus ... Orang-orang harus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk memusnahkan dan membasmi gereja gelap itu."

"Tadi malam aku merasa dibawa menuju Roma di mana Bapa Suci tenggelam dalam kesedihannya, masih bersembunyi untuk menghindari tuntutan jahat yang diminta darinya. Dia masih sangat lemah dan kelelahan oleh kesedihan, kepedulian dan doa-doanya. Kini dia hanya bisa mempercayai sedikit orang saja. Itulah sebabnya mengapa dia bersembunyi. Tetapi dia masih memiliki seorang imam yang tua yang memiliki banyak kesederhanaan dan kesalehan. Dia adalah sahabatnya dan karena kesederhanaannya maka mereka tidak berpikir untuk memusnahkan imam tua itu. Tetapi orang ini menerima banyak rahmat dari Allah. Dia melihat dan memperhatikan banyak hal yang dengan setia dia laporkan kepada Bapa Suci. Maka aku wajib memberitahukan kepadanya saat ia sedang berdoa, tentang adanya para pengkhianat dan para penjahat yang ada diantara para hamba yang berkedudukan tinggi yang tinggal dekat dengannya, agar dia menjadi sadar akan hal itu."

25 Agustus 1820

“Aku tidak tahu dengan cara apa aku dibawa ke Roma tadi malam, tapi aku mendapati diriku berada didekat Gereja St Mary Major, dan aku melihat banyak orang miskin yang sangat tertekan dan khawatir karena Paus tidak bisa diketahui keberadaannya, dan juga karena adanya kegelisahan dan berbagai rumor yang mengkhawatirkan di kota. Orang-orang itu nampaknya tidak ingin pintu-pintu Gereja untuk dibuka, mereka hanya ingin berdoa di luar. Sebuah dorongan didalam batin telah membuat mereka tetap berada disana secara sendiri-sendiri. Tetapi aku berada didalam Gereja, dan aku membuka pintu-pintunya. Mereka datang, terkejut dan ketakutan karena pintu telah dibuka. Tampaknya bagi saya bahwa saya berada di belakang pintu, dan mereka tidak bisa melihatku. Tidak ada petugas di Gereja. Tetapi lampu-lampu di tempat kudus dinyalakan. Orang-orang berdoa dengan rasa damai ... "

"Lalu aku melihat penampakan Bunda Allah, dan dia berkata bahwa kesusahan akan sangat besar. Dia menambahkan bahwa orang-orang harus berdoa sungguh-sungguh dengan tangan terentang, untuk mendaraskan doa Bapa Kami. Seperti inilah cara Putranya berdoa bagi mereka di kayu Salib. Mereka harus bangun pada jam 12 malam, dan berdoa dengan cara ini, dan mereka harus terus datang ke Gereja. Lebih dari semuanya, mereka harus berdoa agar Gereja Kegelapan itu segera meninggalkan Roma ... "

"Dia (Bunda Suci) mengatakan banyak hal-hal lain dimana hal itu amat menyedihkan aku; dia mengatakan bahwa jika hanya ada satu imam yang bisa menawarkan kurban tak berdarah yang layak dan dengan sikap yang sama seperti para rasul, dia bisa mencegah semua bencana (yang akan datang). Setahu saya orang-orang di Gereja itu tidak melihat penampakan itu, tetapi mereka telah dikacaukan oleh sesuatu yang supranatural, karena begitu Perawan Suci mengatakan bahwa mereka harus berdoa kepada Tuhan dengan tangan terentang, mereka semua mengangkat tangan mereka. Mereka itu adalah orang-orang yang baik dan saleh, dan mereka tidak tahu di mana bantuan dan bimbingan harus dicari. Tidak ada pengkhianat dan musuh di antara mereka, namun mereka takut kepada satu sama lain. Orang bisa merasakan bagaimana situasi yang ada disitu."

10 September 1820

"Aku melihat Gereja St Peter, ia telah dihancurkan kecuali Tempat Kudus dan altar utama. Nampak St Michael turun ke dalam Gereja itu, dengan memakai setelan baju besi, dan dia berhenti sejenak, mengancam dengan pedang kepada sejumlah imam-imam yang tidak layak yang ingin memasukinya. Bagian dari Gereja yang telah hancur itu segera dipagari dengan kayu ringan sehingga tugas Ilahiah masih mungkin untuk dirayakan sebagaimana mestinya. Kemudian, dari seluruh dunia datanglah imam-imam dan umat awam dan mereka membangun kembali dinding batu, karena para perusak tidak mampu memindahkan batu fondasinya yang berat itu. Dan kemudian aku melihat bahwa Gereja sedang dibangun kembali dengan lebih megah daripada sebelumnya ... "

12 September 1820

"Aku melihat sebuah gereja yang aneh sedang dibangun untuk melawan segala aturan yang ada sebelumnya... Tak ada malaikat yang mengawasi pembangunan gedung gereja itu. Di gereja itu, tidak ada sesuatu yang datang dari atas ... Hanya ada perpecahan dan kekacauan saja disitu. Ini mungkin sebuah gereja ciptaan manusia, yang mengikuti model terbaru, serta Gereja heterodoks baru Roma, yang tampaknya dari jenis yang sama ... "

"Aku melihat kembali gereja besar aneh yang sedang dibangun di sana (di Roma). Tidak ada yang suci di dalamnya. Aku melihat hal ini seperti aku melihat sebuah gerakan yang dipimpin oleh rohaniwan yang dibantu oleh para malaikat, orang-orang kudus dan orang-orang Kristiani lainnya. Tetapi disitu, di gereja besar yang aneh itu, semua pekerjaan dilakukan secara mekanis (yaitu, menurut aturan dan formula tertentu). Semuanya sedang dilakukan, menurut akal manusia. Aku melihat segala macam orang, berbagai tindakan, doktrin, dan pendapat ada disitu. Disitu ada sebuah suasana yang bangga, sombong, dan bersifat keras didalamnya, dan mereka nampaknya sangat berhasil. Aku tidak melihat malaikat satupun juga ataupun seorang kudus yang ikut membantu dalam pekerjaan disitu. Tetapi jauh di latar belakang, aku melihat kursi seorang yang kejam bersenjatakan tombak, dan aku melihat sesosok orang yang tertawa yang berkata: "Bangunlah sekokoh mungkin, kami akan meruntuhkannya."

"Aku melihat bahwa banyak instrumen didalam Gereja baru itu, seperti tombak dan anak panah, yang dimaksudkan untuk menyerang Gereja yang hidup. Semua orang menyeret sesuatu yang berbeda: tongkat, batang, pompa, pentungan, boneka, cermin, terompet, tanduk - segala macam benda. Dalam gua di bawah (sakristi) beberapa orang mengolah adonan roti, tapi tidak ada yang mengembang dari situ; ia tidak bisa mengembang. Nampak orang-orang bermantel kecil membawa kayu menuju tangga mimbar untuk membuat api. Mereka meniupkan udara untuk membuat api dan bekerja keras, tetapi api tidak bisa menyala. Apa yang mereka hasilkan hanyalah asap. Kemudian mereka membuat sebuah lubang di atap dan memasang pipa, tetapi asap tidak bisa naik, dan seluruh tempat disitu menjadi hitam dan terasa mencekik. Beberapa orang meniup tanduk begitu kerasnya hingga air mata mengalir dari mata mereka. Semua yang ada didalam gereja ini adalah milik dunia ini, dan akan kembali ke bumi. Semuanya telah mati, karya keterampilan manusia, sebuah gereja dengan gaya paling modern, sebuah gereja penemuan manusia seperti gereja heterodoks baru di Roma."

27 September 1820

"Aku melihat hal-hal yang menyedihkan: mereka sedang berjudi, minum, dan berbicara di gereja, mereka juga berpacaran dengan wanita-wanita. Segala macam kekejian dilakukan di sana. Imam-imam diperbolehkan melakukan segala sesuatu dan mengadakan Misa dengan cara yang tidak sopan. Aku melihat bahwa sedikit saja dari mereka yang masih setia, dan hanya sedikit saja yang memiliki pandangan yang benar atas segala sesuatu. Aku juga melihat orang-orang Yahudi berdiri di bawah teras Gereja. Semua ini membuatku amat sedih."

1 October 1820

"Gereja berada dalam bahaya besar. Kita harus berdoa agar Paus tidak meninggalkan Roma, tak terhitung banyaknya kejahatan akan terjadi jika dia melakukannya. Mereka sekarang menuntut sesuatu darinya. Ajaran Protestan dan gereja Yunani skismatik menyebar kemana-mana. Sekarang aku melihat bahwa di tempat ini (Roma) Gereja Katolik sedang dirusak dengan begitu cerdiknya, hingga tersisa sekitar seratus atau lebih imam yang belum tertipu. Mereka semua bekerja demi kehancuran, terutama kaum religius. Sebuah kehancuran besar sudah berada dekat di tangan. "

“Pada hari-hari itu, iman akan menjadi amat kecil dan ia hanya dipertahankan di beberapa tempat saja.”

"Pria kecil hitam di Roma, yang sering aku lihat, memiliki banyak orang yang bekerja baginya tanpa mereka mengetahui dengan jelas untuk tujuan apa. Dia memiliki agen-agen di Gereja Hitam yang baru itu juga. Jika Paus meninggalkan Roma, musuh-musuh Gereja akan mendapatkan kesempatan. Aku melihat pria kecil hitam itu di negerinya sendiri melakukan banyak pencurian dan pemalsuan dalam berbagai hal lainnya. Agama dirusak dan dihalangi dengan begitu cerdiknya hingga tersisa sekitar 100 orang imam yang setia. Aku tidak bisa mengatakan bagaimana hal ini, namun aku melihat kabut dan kegelapan semakin meningkat ... Semuanya harus dibangun kembali dengan segera, karena semua orang, bahkan termasuk rohaniwan, sedang berupaya untuk menghancurkan (dan demi) kehancuran sudah dekat. Ke dua musuh Gereja yang telah kehilangan para pengikut mereka dengan tegas memutuskan untuk menghancurkan orang-orang saleh dan terpelajar yang menghalangi jalan mereka ... "

4 Oktober 1820

"Ketika aku melihat Gereja St Peter hancur berkeping-keping dan dimana ada begitu banyak para klerus yang sibuk sendiri untuk ikut menghancuran gereja, namun tidak satupun dari mereka yang ingin melakukannya secara terbuka di depan orang lain aku merasa sedih sekali hingga aku berseru kepada Yesus dengan segenap kekuatanku, memohon belas kasihNya. Lalu aku melihat di hadapanku Mempelai Surgawi, dan Dia berbicara kepadaku dalam waktu yang cukup lama ... Dia mengatakan, antara lain, bahwa perubahan didalam Gereja dari satu tempat ke tempat lain ini berarti bahwa ia tampaknya akan semakin menurun secara lengkap. Tetapi ia akan bangkit kembali, meski jika masih ada satu orang Katolik saja, Gereja akan menang lagi karena ia tidak tergantung pada nasihat dan kecerdasan manusia. Diperlihatkan kepadaku bahwa hampir tidak ada orang Kristiani yang tersisa di mata dunia yang lama."

7 Oktober 1820

"Ketika aku akan melalui kota Roma bersama St Francoise dan para kudus lainnya, kami melihat sebuah istana yang besar dilalap api dari atas ke bawah. Aku sangat takut jika penghuni akan terbakar sampai mati karena tidak ada yang datang kesana untuk memadamkan api. Ketika kami datang lebih dekat, api mereda dan kami melihat bangunan menghitam. Kami pergi melewati sejumlah kamar yang megah (yang tak tersentuh oleh api), dan kami akhirnya menemukan Paus. Dia duduk didalam gelap dan tidur di lengan kursi besar. Dia nampak sangat sakit dan lemah, dia tak bisa lagi berjalan. Para rohaniwan di sekitarnya nampak bersikap tidak tulus dan kurang semangat, aku tidak menyukai mereka. Saya mengatakan kepada Paus dari para uskup yang akan segera ditunjuk. Aku juga mengatakan kepadanya bahwa dia tidak harus meninggalkan Roma. Jika dia melakukannya, akan terjadi kekacauan. Dia berpikir bahwa kejahatan sudah tak terelakkan lagi dan bahwa dia harus pergi meninggalkan Roma untuk menyelamatkan banyak hal di samping dirinya sendiri, dan Dia cenderung untuk meninggalkan Roma, dan dia terus menerus didesak untuk melakukannya. Paus nampaknya masih melekat pada hal-hal dari dunia ini dalam berbagai hal...”
"Gereja benar-benar terisolasi dan seolah-olah ia benar-benar kosong. Tampaknya bahwa setiap orang melarikan diri. Di mana-mana aku melihat kesengsaraan besar, kebencian, pengkhianatan, dendam, kebingungan dan kebutaan total. Oh kota ! Oh kota ! Apa yang mengancam engkau? Badai akan datang, waspadalah ! ... "

1 Juni 1821

"Di antara hal-hal aneh yang aku lihat, adalah prosesi panjang para uskup. Pikiran dan ucapan-ucapan mereka diperkenalkan kepadaku melalui gambaran yang keluar dari mulut mereka. Kesalahan mereka terhadap agama ditampilkan melalui cacat tubuh mereka yang nampak dari luar. Beberapa hanya memiliki tubuh, dengan kabut awan gelap diatas mereka, bukan kepala mereka. Yang lainnya hanya memiliki kepala, tubuh dan jantung mereka hanya berupa asap tebal. Ada yang timpang, yang lain lagi lumpuh, yang lain sedang tidur atau dalam keadaan terkejut. Aku melihat apa yang aku yakini sebagai hampir seluruh uskup di dunia, tetapi hanya sejumlah kecil yang sehat sempurna. Aku juga melihat Bapa Suci - yang takut akan Allah dan tekun berdoa. Tak ada yang baik dalam penampilannya, dia lemah karena usia tua dan karena banyak penderitaan. Kepalanya terkulai dari sisi ke sisi, dan kemudian kepala itu tertunduk ke dadanya seolah-olah dia jatuh tertidur. Dia sering pingsan dan tampaknya sekarat. Tapi ketika dia sedang berdoa, dia sering terhibur oleh penampakan-penampakan dari Surga. Lalu, kepalanya menjadi tegak, tapi secepat itu pula kepala itu tertunduk lagi ke dadanya, aku melihat jumlah orang yang mencari-cari dengan  cepat ke kanan dan ke kiri, yaitu ke arah dunia ini ... "

"Kemudian aku melihat bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Protestan secara bertahap mendapatkan popularitas, dan agama Katolik jatuh kedalam kemerosotan moral yang lengkap. Kebanyakan imam terpikat oleh kemilaunya pengetahuan palsu dari para pendidik muda, dan mereka semua berkontribusi dalam kehancuran Gereja. Pada masa itu, Iman akan jatuh, dan ia hanya dipertahankan di beberapa tempat saja, dalam beberapa gubuk dan dalam beberapa keluarga yang telah dilindungi oleh Allah dari bencana dan perang ... "

1820-1821

"Aku juga melihat berbagai daerah di bumi. Penuntunku (Yesus) menunjuk beberapa negara Eropa dan menunjuk ke sebuah daerah kecil dan berpasir, Dia mengucapkan kata-kata ini :”Berikut ini adalah Prussia (Jerman Timur), musuhLalu Dia menunjukan tempat lain, ke utara, dan Dia berkata: 'ini adalah Moskva, tanah Moskow, membawa banyak kejahatan '."

"Aku melihat banyak rohaniwan terkena ekskomunikasi yang tampaknya tidak khawatir tentang hal itu, atau bahkan menyadari hal itu. Namun, mereka itu dikucilkan setiap kali mereka bekerja sama untuk melakukan beberapa upaya tertentu, mengikuti berbagai asosiasi, atau menerima berbagai opini yang objektif mengenai sebuah kutukan yang telah diumumkan. Hal ini dapat diartikan bahwa Allah mengesahkan keputusan, perintah, dan larangan-larangan yang dikeluarkan oleh Kepala Gereja, dan bahwa Dia membuat hal itu tetap berlaku meskipun orang-orang tidak memperlihatkan kepedulian terhadap aturan-aturan itu, menolaknya, atau menertawakan hal itu dengan nada menghina."

22 April 1823

"Aku melihat bahwa banyak pastor membiarkan diri mereka terbawa oleh ide-ide yang berbahaya bagi Gereja. Mereka membangun gereja yang besar, aneh, dan mewah. Semua orang harus disertakan di dalamnya agar bersatu dan memiliki hak yang sama : Evangelis, sekte-sekte Katolik dari setiap kelompok. Begitulah Gereja yang baru itu... Tetapi Tuhan memiliki rencana yang lain ... "

"Aku melihat bahwa ketika Kedatangan Kedua dari Kristus sudah dekat, seorang imam yang jahat akan bertindak sangat merugikan Gereja. Ketika saat pemerintahan Antikris sudah dekat, agama palsu akan muncul yang akan bertentangan dengan kesatuan Allah dengan Gereja-Nya. Hal ini akan menyebabkan perpecahan terbesar di dunia yang pernah dikenal. Semakin dekat akhir zaman itu, semakin besar kegelapan Setan menyebar di bumi, semakin besar pula jumlah anak-anak yang melakukan kebusukan, dan jumlah orang-orang yang benar akan semakin sedikit... "

"Mereka membangun sebuah gereja yang besar, tunggal, mewah yang merangkul semua kepercayaan dengan hak yang sama: Evangelis, Katolik, dan semua pemeluk agama lainnya, sebuah persekutuan sejati yang tercemar dengan satu gembala dan satu kawanan. Ada yang menjadi paus, paus yang digaji, tanpa harta milik. Semuanya telah dipersiapkan, banyak hal yang telah diselesaikan, tetapi di tempat altar berada hanya ada kekejian dan kehancuran saja. Begitulah gereja yang baru itu nanti, dan bagi tujuan itulah dia memusnahkan gereja yang lama, tetapi Allah telah merancang yang sebaliknya .... "

"Aku datang ke Gereja Petrus dan Paulus (Roma) dan melihat dunia yang gelap dan bersedih, kebingungan, dan menjadi rusak, melalui mana bersinarlah rahmat tak terhitung banyaknya dari ribuan orang kudus yang tinggal disana ..."

"Aku melihat akibat yang fatal dari gereja palsu ini : aku melihatnya semakin meningkat, aku melihat segala jenis bidaah berbondong-bondong memasuki kota. Aku melihat sifat suam-suam kuku terus meningkat dari para imam, lingkaran gelap itu semakin melebar ... "

"Sekali lagi aku melihat di tengah-tengah berbagai bencana ini ada dua belas rasul baru yang bekerja di berbagai negara, saling tidak mengenal satu sama lain, masing-masing menerima aliran air kehidupan dari tempat yang tinggi. Mereka semua melakukan tugas yang sama. Mereka tidak tahu dari mana mereka menerima tugas-tugas mereka, tetapi segera setelah yang satu selesai, tugas yang lain sudah siap bagi mereka ... "

"Orang-orang Yahudi akan kembali ke Palestina, dan menjadi Kristiani menjelang akhir dunia ini."
22 Oktober 1822

"Beberapa saat yang sangat buruk akan terjadi ketika orang-orang non-Katolik akan menuntun banyak orang tersesat. Sebuah kebingungan besar akan terjadi sebagai akibatnya. Aku juga melihat pertempuran. Musuh-musuh jauh lebih banyak jumlahnya, tetapi pasukan kecil dari orang beriman berhasil menggulingkan seluruh barisan tentara musuh. Selama pertempuran itu, Perawan Terberkati nampak berdiri di atas bukit, mengenakan setelan baju besi. Itu adalah perang yang mengerikan. Pada akhirnya, hanya beberapa pejuang yang membela kebenaran yang bisa selamat, dan kemenangan itu adalah milik mereka ... "