Sunday, December 29, 2013

Sebuah tanggapan atas kritik Mark Miravalle terhadap MDM



Sebuah tanggapan atas kritik Mark Miravalle terhadap MDM : Bagian 1
oleh Arthur Policarpio

Artikel ini adalah bagian pertama dari dua artikel untuk menanggapi tulisan Dr Mark Miravalle yang menyalahkan nubuat dan pesan yang diberikan oleh Tuhan kita kepada penglihat Irlandia "Maria Kerahiman Ilahi". Pada artikel ini, kita membahas tiga (3) alasan keberatan yang diajukan oleh Dr Miravalle mengenai pesan-pesan itu.
Keberatan 1 : Munculnya nabi palsu 

Pada tanggal 11 Februari 2012, tepat satu tahun sebelum pengunduran diri Paus Benediktus XVI, Maria Kerahiman Ilahi menerima pesan ini dari Yesus:

WakilKu yang kudus dan malang, Paus Benediktus XVI, akan digulingkan dari Tahta Suci di Roma. Tahun lalu, puteriKu, Aku telah mengatakan kepadamu adanya persekongkolan didalam lorong-lorong Vatikan. Sebuah rencana untuk menghancurkan WakilKu yang kudus telah dibuat sejak 17 Maret 2011 dan hal ini akan terlaksana karena ia sudah dinubuatkan. 

Tepat satu tahun setelah pesan itu, Paus Benediktus XVI membuat tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya : mengundurkan diri dari kepausan. Keadaan yang menyelimuti pengunduran dirinya telah menyulut berbagai pertanyaan : Mengapa Paus mengundurkan diri di tengah ‘Tahun Iman’ yang dicanangkannya sendiri? Dia menyatakan pengunduran dirinya pada tanggal 11 Februari 2013, dan hanya dua minggu setelah itu, pengunduran dirinya mulai berlaku - mengapa begitu tiba-tiba?

Pada tanggal 12 April 2012, Yesus memberikan pesan yang luar biasa ini kepada MDM : "PausKu yang terkasih, Benediktus XVI adalah Paus yang benar yang terakhir di dunia ini... Paus berikutnya akan dipilih didalam Gereja Katolik, namun dia adalah nabi palsu itu.”

Adalah kalimat inilah dari pesan yang diberikan kepada MDM yang telah menyebabkan banyak orang Katolik yang berkehendak baik serta para teolog terkemuka, seperti Dr Miravalle, menolak pesan-pesan itu. Dr Miravalle, dalam tinjauan kritisnya, mengatakan:

Pesan itu secara langsung bertentangan dengan ajaran Katolik mengenai legitimasi dari Paus yang dipilih secara sah. Pesan tersebut menyiratkan bahwa ‘anti-paus’ bisa muncul dari sebuah konklaf yang valid, yang merupakan sebuah posisi yang salah atau ‘sesat’. Pesan ini selanjutnya juga mengatakan, secara deduksi, bahwa Paus Francis sebenarnya adalah Nabi Palsu.’
Di bawah ini, saya memberikan 7 (tujuh) alasan yang diharapkan bisa menunjukkan kepada pembaca bahwa nubuat di atas tentang munculnya Nabi Palsu’ adalah mungkin dan bisa dipercaya :

1. Antipaus.

Sejarah Gereja Katolik penuh dengan laporan mengenai adanya ‘antipaus’ yang bersaing untuk merebut tahta kepausan. Anti-paus pertama kali muncul di abad ke-3. Selama terjadinya ‘Skisma Dunia Barat’, ada tiga orang paus bersaing untuk merebut tahta kepausan.

2. Antipaus didalam tindakan. 

Ada contoh historis yang dicatat tentang paus di masa lalu yang mungkin telah dipilih secara sah oleh konklaf, dan yang tetap bertindak sebagai ‘antipaus’ didalam kata dan perbuatan. Salah satu paus tersebut adalah Paus Bonifasius VIII, yang memaksa pendahulunya, Paus St Celestine V, untuk mengundurkan diri setelah menjabat sebagai paus hanya selama lima bulan saja. Celestine V adalah paus terakhir dalam sejarah Gereja yang mengundurkan diri, sebelum pengunduran diri Paus Benediktus XVI. Kemudian Paus Bonifacius VIII memasukkan Celestine V ke dalam penjara, dalam kondisi yang sangat sepi dan tidak pantas bagi seorang mantan paus. Celestine V akhirnya meninggal di penjara setelah 10 bulan disitu. Buku-buku sejarah banyak berisi kutipan perkataan dan perbuatan Paus Boniface VIII - obsesinya atas kekuasaan duniawi, yang memaksa para pemilik tanah untuk meninggalkan tanah mereka dan membagikan tanah-tanah ini kepada para kerabatnya, dan banyak lagi perbuatan tidak pantas lainnya sebagai ‘Wakil Kristus’ di dunia. Penting juga untuk dicatat bahwa Benediktus XVI telah mengunjungi makam Paus St.Celestine V beberapa kali sebelum pengunduran dirinya yang sebenarnya - seolah-olah hal itu menunjukkan kepada kita akan kisah yang dialami oleh Celestine V, dan situasi di balik pengunduran dirinya.

3. Tangan tersembunyi dari Masoneria. 

Pada pergantian abad, Paus Pius XII menyita beberapa dokumen dari sebuah rumah milik kaum masonik yang berisi rincian mengerikan dari rencana sekte rahasia itu untuk menghancurkan Gereja Katolik dengan merasuki jajaran tertinggi Gereja dengan Freemason. Tujuannya, seperti yang dinyatakan didalam dokumen ‘Alta Vendita’, adalah untuk ‘mengolah dan menumbuhkan paus sesuai dengan kebutuhan kita’. Pada pergantian abad, mereka hampir mencapai tujuannya, karena dengan hanya melalui intervensi yang dilakukan pada menit terakhir didalam konklaf, oleh seorang Kardinal yang mewaspadai gerakan kaum masoneria itu, hingga bisa mencegah Kardinal Rampolla untuk terpilih menjadi paus. Kemudian diketahui bahwa Kardinal Rampolla adalah menjadi anggota tingkat tinggi dari Satanic, sebuah sekte dari gerakan mason.

4. Menguatkan nubuatan-nubuatan dari penampakan-penampakan Maria yang terkenal

Banyak penampakan Bunda Maria terkemuka telah menubuatkan tentang ‘zaman akhir’ – yaitu saat-saat menjelang Kedatangan Kedua Yesus – serta ‘Kemurtadan Besar’ yang akan terjadi di dalam Gereja. Pesan-pesan Bunda Maria yang diberikan kepada Fr. Gobbi dari Gerakan Imam Maria (memiliki imprimatur dan nihil obstat dari Gereja) mengatakan secara eksplisit bahwa pada akhir zaman nanti, ‘manusia kedurhakaan’ akan duduk di kursi Petrus, dan akan ‘menciptakan sebuah gereja palsu’ dengan menggabungkan gereja ini dengan agama-agama lain. Anne Catherine Emmerich Terberkati memperingatkan adanya perpecahan yang besar didalam Gereja selama saat-saat zaman akhir itu, serta adanya ‘hubungan yang aneh" antara dua paus, dimana salah satunya akan memimpin sebuah gereja palsu. Di Akita, Bunda Maria memperingatkan bahwa akan terjadi sebuah perpecahan besar didalam Gereja, dimana ada ‘uskup melawan uskup, kardinal melawan kardinal ... ‘ . Di La Sallette, Bunda Maria juga memperingatkan krisis ini yang akan memasuki Gereja selama saat-saat zaman akhir. Mungkinkah semua penampakan dan pesan nubuatan ini adalah palsu? Atau apakah semua pesan dari surga ini, yang diberikan kepada beberapa orang, adalah dimaksudkan untuk memperingatkan kita tentang kejahatan terbesar dan penipuan yang akan menimpa Gereja selama saat zaman akhir ini?

5. Kitab Injil telah menubuatkan munculnya nabi palsu

Kitab Wahyu memperingatkan bahwa selama saat-saat zaman akhir itu, Antikris dan Nabi Palsu akan muncul dan akan menipu banyak sekali anak-anak Allah: "Dan aku melihat, dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu tiga roh najis keluar yang menyerupai."(Wahyu 16:13). Pada akhirnya, Tuhan berkata bahwa Dia akan menang, dan bahwa Antikris dan Nabi Palsu akan dikalahkan: "Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang."(Wahyu 19:20).
Selain itu, Kitab Daniel memperingatkan bahwa pada saat zaman akhir itu, ‘pembinasaan keji’ itu akan berlangsung didalam Gereja, dan korban sehari-hari’ (mengacu pada Misa Kudus) akan dihapuskan. Hal ini sejalan dengan nubuat-nubuat yang diberikan kepada MDM, serta pesan-pesan yang diberikan kepada Fr. Gobbi oleh Bunda Maria, yang memperingatkan bahwa Nabi Palsu itu akhirnya akan menghapuskan korban sehari-hari Misa Kudus dengan menyangkal kehadiran nyata Yesus dalam Ekaristi melalui perubahan didalam kata-kata konsekrasi.

6. Bukan bermaksud untuk memecah-belah Gereja

Pesan-pesan MDM tidak mengajak kita untuk memberontak terhadap Gereja. Sebaliknya, ia memanggil kita untuk tetap setia kepada Gereja dan hirarki. Pesan-pesan itu, bagaimanapun juga, jelas bernubuat bahwa perubahan besar di Gereja akan segera terjadi - perubahan dalam sakramen-sakramen, Misa Kudus, Ekaristi, toleransi terhadap dosa semuanya dilakukan dengan kedok ‘modernisasi’ Gereja Katolik. Semua ini akan berujung pada terciptanya sebuah ‘gereja dunia tunggal’ yang baru, modern, yang akan menyangkal kehadiran nyata dari Yesus dalam Ekaristi, dan ia akan menggabungkan Gereja Katolik dengan agama-agama lain. Setelah hal ini terjadi, Yesus memanggil kita untuk tetap setia dan benar kepada Gereja yaitu Gereja yang BENAR dan Iman yang BENAR.

7. Penggenapan atas nubuatan akan menjadi bukti atas benar tidaknya nubuatan itu.

Pada akhirnya, penggenapan atau tidak digenapinya nubuatan akan membuktikan ataupun menyangkal pesan-pesan yang diberikan. Apakah bijaksana untuk mengabaikan nubuat-nubuat ini secara langsung - dengan begitu banyaknya nubuatan lain yang menguatkan dan mengatakan hal yang sama? Bagaimana jika nubuatan ini benar? Adalah bijaksana untuk memperhatikan kisah orang-orang pada masa Nuh dulu dimana banyak orang yang menertawakannya dan tidak percaya pada nubuatan yang diterimanya. Akhirnya, ketika Banjir Besar yang dinubuatkan itu menjadi kenyataan, dan mereka tidak siap, dan mereka menjadi hancur. Sementara itu, orang-orang yang percaya pada nubuatan itu, mereka telah siap dan diselamatkan.


Keberatan 2: "Penolakan atas pentingnya evaluasi Gereja terhadap pesan yang ada"

Dr Miravalle mengatakan bahwa ‘pesan-pesan itu menolak pentingnya penyelidikan Gereja dan penilaian selanjutnya atas keasliannya.’ Miravalle berkata bahwa si penglihat harus menyerahkan kepada otoritas Gereja untuk mengadakan penyelidikan yang tepat, sebelum menyebarkan pesan-pesan ini.
Berikut adalah beberapa tanggapan terhadap keberatan diatas:

1. Tak ada penyelidikan resmi dari Gereja yang dilakukan terhadap pesan-pesan yang diberikan kepada seluruh nabi di sepanjang sejarah keselamatan.

‘Hirarki Gereja’ pada saat Yesus dulu yaitu orang-orang Parisi dan Saduki - benar-benar menyangkal Firman Allah itu sendiri. Tidak ada penyelidikan Gereja atas nubuatan yang diterima oleh Nuh, Yehezkiel, Yesaya. Apakah nubuat-nubuat ini tidak benar karena ia tidak mengalami penyelidikan yang resmi oleh hirarki Gereja? Allah selalu mempersiapkan dunia bagi peristiwa-peristiwa penting sepanjang sejarah melalui para nabi-Nya. Jika Yesus sungguh datang kembali di saat generasi kita ini, bukankah sudah logis untuk mengasumsikan bahwa Tuhan akan mempersiapkan kita bagi peristiwa yang paling penting ini melalui nabi akhir zaman ini (MDM)?

2.  Sebuah tim investigasi yang berpotensi menyimpang.

Adanya tim investigasi yang dibentuk untuk menyelidiki MDM ini akan berpotensi menyimpang, karena banyak bagian-bagian dari pesan-pesan ini yang berhubungan langsung dengan kebusukan internal yang ada didalam Gereja karena terjadinya infiltrasi masoneria dalam jajarannya. Jika memang masoneria telah menyusupi jajaran Gereja, maka investigasi terhadap MDM hampir pasti akan melarang pesan-pesan ini oleh kelompok-kelompok masonik yang ada didalam Gereja, yang berusaha menghentikan upaya Allah untuk campur tangan dan memperingatkan kita agar kembali pada jalur yang benar. Hal ini seperti sebuah kasus di pengadilan, di mana terdakwa dan hakim/juri adalah satu dan sama.

3.  Urgensi untuk menyebarkan pesan-pesan ini.

Jika penyelidikan Gereja dilakukan, ia akan membutuhkan waktu beberapa dekade untuk membuat penilaian terhadap pesan-pesan ini (seperti pengalaman masa lalu telah menunjukkan) - sehingga hal itu akan mengalahkan seluruh tujuan Allah untuk memberikan pesan kepada umat manusia secepat mungkin karena besarnya urgensi dari pesan-pesan ini. Jika Yesus memang datang kembali dalam generasi kita saat ini, sebagaimana dikuatkan oleh banyak penampakan Maria kontemporer dan pewahyuan-pewahyuan pribadi, maka penyelidikan selama puluhan tahun tidaklah dapat diberikan. Contoh kasusnya adalah Medjugorje. Lebih dari 40 juta peziarah telah mengunjungi tempat suci disitu, sejumlah besar pertobatan dan penyembuhan ajaib telah dilaporkan, banyak sekali panggilan religius telah lahir – namun sampai 30 tahun setelah awal penampakan di tempat itu Gereja masih belum juga memberikan kesimpulan atas penyelidikannya. Jika otoritas Gereja menghentikan anak-anak penglihat dari Medjugore untuk mewartakan dan menyebarkan pesan-pesan Bunda Maria sejak saat awal penampakan, maka kita tidak akan memiliki manfaat apapun dari seluruh buah-buah spiritual yang indah yang kita lihat hari ini yang berasal dari Medjugorje.

4. Buah-buah spirituil akan menjadi salah satu dasar yang penting untuk menentukan kebenarannya.  

Jika pesan yang diberikan kepada MDM adalah benar berasal dari Allah, maka ia akan menyebar luas melalui kuasa Roh Kudus. Sebuah contoh yang baik adalah Medjugorje devosi telah menyebar ke seluruh dunia, meski tanpa persetujuan yang resmi dari Gereja.

Contoh lain adalah pesan yang diberikan oleh Bunda Maria kepada imam Italia Fr. Stefano Gobbi. Tidak ada penyelidikan resmi Gereja pada awal pesan/lokusi. Namun, pesan-pesan ini telah melahirkan Gerakan Imam Maria dan umat awam di seluruh dunia yang mencakup ratusan imam dan uskup, serta jutaan awam yang setia.

Contoh lainnya adalah di Filipina, di mana devosi kepada Bunda Maria sebagai Pengantara Segala Rahmat telah berkembang - terutama adalah akibat dari penampakan Bunda Maria pada tahun 1950 di Lipa, Filipina. Penampakan itu telah dinyatakan oleh Gereja sebagai bukan bersifat atau berasal dari sesuatu yang supranatural. Namun hal ini tidak menghentikan orang-orang untuk berbondong-bondong datang ke Lipa, dan pernyataan Gereja itu tidak menghentikan devosi kepada Maria Mediatrix untuk terus berkembang.
Dalam semua kasus ini, jika Gereja telah melangkah tepat pada awal pesan tersebut terjadi, dan kemudian Gereja melarang pesan-pesan itu untuk disebar-luaskan (sambil menunggu penyelidikan lengkap telah selesai), maka pesan-pesan itu tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menyebar dan menghasilkan buah rohani yang sekarang kita lihat hari ini di Medjugorje, Gerakan Imam Maria dan umat awam, Lipa, dan banyak lagi yang lainnya. Bahkan, sebenarnya kita perlu untuk memberikan waktu bagi pesan-pesan itu untuk menyebar, untuk melihat apakah ia akan menghasilkan buah spirituil yang berupa pertobatan, doa, penyembuhan, dll.

Keberatan 3 : Buah-buah spirituil

Dr Miravalle mengatakan bahwa pesan-pesan MDM ditandai dengan tidak adanya buah-buah kristiani yang otentik yang berupa kedamaian spirituil, sukacita, dan kepercayaan, dan kasih; sebaliknya pesan-pesan MDM hanya menghasilkan rasa takut, kecemasan, serta hal-hal negativ lainnya yang sangat menonjol’.

Selanjutnya, mengenai nada bicara serta karakter dari pesan-pesan yang diberikan kepada MDM, Dr Miravalle mengatakan: ‘nada-nada yang menumbuhkan rasa takut, kemarahan, tuduhan, dan bencana, adalah menjadi tema utama yang ditempatkan didalam kata-kata Allah Bapa dan Yesus.’
Di bawah ini adalah empat (4) tanggapan terhadap keberatan diatas:

1. Kekeliruan dalam melakukan generalisasi yang terburu-buru

Kesalahan diatas dalam logika dikenal sebagai ‘generalisasi yang terburu-buru’, yang pada dasarnya membuat kesimpulan berdasarkan bukti yang tidak cukup - biasanya hal itu berupa pembuatan kesimpulan berdasarkan survei pada sebuah kelompok kecil yang tidak cukup untuk mewakili seluruh populasi. Kesalahan seperti itu adalah ‘logika yang salah’, dan kesimpulan yang dibuat dengan menggunakan logika yang salah adalah salah. Contoh dari kesalahan ini adalah sebagai berikut. Seseorang berjalan melalui sebuah kota untuk pertama kalinya. Dia melihat 10 orang, dan semua mereka adalah anak-anak. Orang itu kemudian menyimpulkan bahwa tidak ada orang dewasa di kota itu.

Argumen Dr Miravalle dalam masalah pesan-pesan MDM adalah sama seperti ini. Dia secara acak mengambil beberapa kalimat dari pesan-pesan yang ada, kemudian dengan dasar beberapa kalimat itu dia menyimpulkan (tanpa mempertimbangkan keseluruhan pesan-pesan yang diberikan) bahwa seluruh pesan itu memiliki karakter tertentu – yaitu tidak adanya kasih, menyulut ketakutan, dll. Hal ini sangat tidak benar, sebab jika seluruh pesan-pesan yang ada dibaca secara hati-hati - bukan hanya memetik beberapa kutipan saja - akan menunjukkan bahwa pesan-pesan itu sebenarnya penuh dengan kasih dan perhatian.

Pesan-pesan MDM adalah penuh dengan pengharapan – ia berbicara tentang rencana Allah untuk campur tangan di saat-saat zaman akhir ini untuk menyelamatkan anak-anak-Nya dari cengkeraman si jahat. Ia berbicara tentang kasih - bahwa Tuhan, dengan kerahimanNya, tidak akan meninggalkan kita dalam masa-masa sulit, dan akan campur tangan secara tegas untuk menyelamatkan ciptaan-Nya.

Berikut adalah beberapa kutipan dari pesan pertama dari Yesus yang diberikan kepada MDM pada tanggal 9 November 2010, yang memberi kita gambaran umum dan maksud dari Kitab Kebenaran:

Aku sangat mengasihi kamu semua hingga Aku menyerahkan hidupKu bagimu. Apakah kamu telah lupa akan hal ini ? Melalui Kerahiman IlahiKu Aku meminta kamu semua untuk kembali kepadaKu untuk yang terakhir kalinya. Melalui kerahimanKu Aku kembali ke dunia, berusaha menolongmu, agar kamu melihat kedalam hatimu dan mencari kebenaran itu. Jangan biarkan si penipu untuk menghancurkan kamu. Carilah kebenaran. Kasih, kasih yang murni, adalah jalan menuju Kerajaan BapaKu.

Tolong, ingatlah akan Kerahiman IlahiKu. Aku mengasihi masing-masing dari kamu. Berdoalah memohon pengampunan sekarang. Ulurkankah tanganmu dan biarlah Aku menuntunmu menuju Kerajaan BapaKu. Aku sedang kembali ke dunia seperti yang dinubuatkan. Saat itu sedang mendekat dengan begitu cepatnya sehingga banyak orang yang tidak siap.... Aku memintamu untuk mendengarkan dan mengikuti SabdaKu. Aku mengasihi kamu semua. Aku memintamu untuk berdoa demi pertobatan sebelum saat Akhir Zaman itu yang sudah hampir tiba. Aku tidak berniat untuk menakut-nakuti para pengikutKu, tetapi Aku meminta kamu semua saat ini untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.

Bagaimana bisa pesan di atas oleh Miravalle sendiri dikatakan sebagai ‘nada yang menimbulkan, kemarahan, tuduhan, dan, bencana?’ Jika seseorang membaca pesan di atas dengan tulus dan rendah hati, dia tak bisa tidak, akan hanya merasakan kasih Yesus - tetapi pada saat yang sama, juga merasakan urgensi didalam panggilan-Nya untuk bertobat.

2. Yesus selalu berbicara tentang Kebenaran, seringkali dengan kasar, meski hal itu menyakitkan

Salah satu keberatan Dr Miravalle terhadap pesan yang diberikan kepada MDM adalah bahwa bagi Miravalle, ‘pesan-pesan ini penuh dengan hal-hal yang negatif ... berisi kecaman dan tuduhan, didalam kata-kata dan ekspresi yang menggambarkan secara keliru atas belas kasihan yang tak terbatas dan cinta dari Bapa kepada Putera’.

Kita telah membahas sebelumnya mengapa tulisan di atas adalah penalaran yang salah - itu adalah sebuah kesalahan ‘generalisasi yang terburu-buru’ yang tidak mempertimbangkan keseluruhan isi pesan-pesannya, melainkan hanya melihat beberapa bagian saja dan membawanya keluar dari konteks.

Namun, aspek lain dari tulisan di atas adalah bahwa Miravalle, pada dasarnya, mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak bisa berbicara dengan cara seperti ini - Yesus tidak dapat berbicara kasar tentang ‘tuduhan dan penghakiman’.

Jika kita melihat kepada Kitab Injil, meskipun, kita akan menyadari bahwa Yesus selalu berbicara mengenai kebenaran melawan dosa, seringkali dengan keras dia ‘menuduh dan menyalahkan’. Dia juga sangat keras terhadap orang-orang Parisi dan Saduki (lihat Matius 3:7-10):

"Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu : Abraham adalah bapa kami ! Karena aku berkata kepadamu : Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini ! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang kedalam api.”  

Kita tidak boleh lupa bahwa meski Tuhan itu adalah penyayang, Dia juga adil, dan dalam keadilan-Nya, Dia akan menghukum dosa. Ada banyak, banyak contoh lain dari Yesus dalam Kitab Injil yang berbicara dengan nada keras (Matius 9:47): "Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah. Lebih baik bagimu untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua namun dicampakkan ke dalam neraka ... "

Yesus bahkan melebihi kata-kata saja dalam mengutuk dosa orang-orang Parisi (Markus 11: 15-17):

“...sesudah Yesus masuk ke Bait Allah mulailah Dia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkanNya dan Dia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. lalu Dia mengajar mereka, kataNya :”Bukankah ada tertulis : RumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kami ini telah menjadikannya sarang penyamun”.

Jika kita akan menerapkan kriteria Dr Miravalle itu (Yesus tidak bisa berbicara dengan keras dan melontarkan ‘tuduhan dan penghakiman’), maka kita akan menyimpulkan bahwa ayat-ayat di atas tidak bisa datang dari Yesus!

Pada saat ini kita melihat dosa-dosa yang mengerikan yang bahkan tidak pernah ada di zaman orang-orang Parisi dulu, dan yang menangis dan memohon kepada Tuhan untuk membalas dendam : aborsi, homoseksualitas, kultus setan, pemujaan setan, pornografi ... daftar ini bisa diperpanjang terus. Kondisi saat ini jauh, jauh lebih buruk dibandingkan dengan zaman orang-orang Parisi dulu. Siapakah kita ini hingga boleh memberikan pembatasan atas nada dan gaya bahasa dari Putera Allah itu hingga layak untuk diberlakukan bagi saat ini?

3. Rasa takut yang suci terhadap Pengadilan Ilahi dari Allah adalah bermanfaat bagi jiwa-jiwa kita

Ya, kadang-kadang Kebenaran itu menyakitkan. Ya, kadang-kadang Peringatan-peringatan juga melukai. Ya, Keadilan Allah juga dapat menyebabkan rasa takut dalam diri kita - dan memang seharusnya begitu, jika kita menjalani kehidupan yang berdosa, dan beresiko kehilangan hidup kita untuk selamanya. Jika anda melihat seorang teman berjalan menuju sebuah tebing, dia lupa bahwa dirinya bisa jatuh dan mati, tidakkah anda akan berteriak, menjerit, dan memintanya untuk merubah jalannya?

Rasa takut yang suci - terutama dalam kasus di mana ada risiko kehilangan jiwa kita selamanya adalah baik. Kenyataannya, masalah di dunia saat ini adalah sebaliknya: orang-orang justru tidak lagi takut akan konsekuensi dari dosa. Orang-orang tidak lagi takut akan neraka. Banyak orang tidak lagi percaya pada hukuman kekal didalam neraka bahkan beberapa sampai berjalan jauh hingga benar-benar memeluk neraka, dan menyembah setan melalui masoneria dan praktik-praktik ‘new age’.

Jika anda adalah Tuhan, dan anda melihat ada miliaran anak-anak anda tidak mempedulikan jiwa mereka dan dan mereka berjalan menuju ke neraka karena cara hidup mereka saat ini, tidak akan anda mencoba untuk membangunkan anak-anak anda dan mencoba untuk kembali menyalakan rasa takut yang kudus ini dalam hati mereka ?

3.  Buah-buah spirituil

Dr Miravalle berpendapat bahwa buah-buah spiritual ‘secara substansial tidak ada didalam pesan-pesan itu." Pada intinya, Miravalle mengatakan bahwa pesan-pesan yang diberikan kepada MDM tidak menumbuhkan buah dan manfaat spirituil apapun. Sekali lagi, ini adalah logika yang salah - generalisasi terburu-buru. Ya, kita mungkin menghadapi beberapa orang yang belum menerima buah spirituil apapun setelah membaca pesan-pesan ini - tetapi adalah logika yang salah jika menganggap bahwa semua orang adalah seperti itu.

Apakah Dr Miravalle telah berbicara kepada setiap orang yang telah membaca pesan-pesan MDM - dan telah menemukan bahwa tidak satupun dari mereka menerima buah spirituil itu? Satu-satunya cara untuk menyimpulkan secara benar bahwa pesan-pesan ini tidak menuntun kepada satupun buah spiritual adalah dengan melakukan survei global kepada setiap orang yang telah membacanya, dan kemudian menentukan bahwa tidak ada satupun buah spirituil yang diperoleh orang-orang yang telah membaca pesan-pesan ini.

Sebaliknya, ada banyak, banyak sekali orang yang telah bersaksi bahwa dirinya disentuh oleh pesan-pesan ini, dan yang telah menerima panggilan untuk berpuasa, berkurban dan berdoa. Berikut adalah beberapa kesaksian dari orang-orang mengenai pesan-pesan yang diberikan kepada MDM (sebagaimana tercantum dalam bagian ‘komentar’ dari tinjauan buku yang diterbitkan mengenai Kitab Kebenaran):

Mae Diamez-Isidto (August 16, 2013):  “Dulu aku adalah seorang ‘Thomas yang ragu’ sampai aku membaca pesan-pesan MDM, berdoa Perjuangan, doa Rosario Kudus, serta kaplet Kerahiman Ilahi, untuk mengalahkan keraguanku. Aku adalah seorang Katolik sejak lahir dan ketika bertumbuh besar aku selalu menyedihkan Tuhan Yesus Kristus. Tetapi kemudian aku mencariNya dan kini aku telah berhasil menemukanNya. Aku sedang menantikan KedatanganNya Yang Kedua.”

Hellenious Kwekunab Dadzie (24 Agustus 2013): "Aku benar-benar kewalahan dan menyesali dosa-dosaku, aku adalah orang berdosa dan tidak layak, tetapi aku mohon kepadaMu Tuhan untuk mengampuni kesalahanku. Tuhan kasihanilah aku. Ijinkanlah aku berada di antara orang-orang yang menantikan kedatanganMu yang kedua. Amin. "

Laura Javier Real "Allah mengasihi kita semua ! itu sebabnya ia memperingatkan kita untuk melakukan sesuatu sebelum hal itu terjadi .. Kasih Yesus adalah murni dan sederhana ! Kita hanya perlu untuk bersama-sama dan mendaraskan doa-doa kepada Tuhan dan kepada Bunda Terberkati ! Kepada para kudus dan para malaikat di surga, sehingga setan akan bisa dihancurkan selamanya dan berhenti mengganggu anak-anak Allah di dunia ! Terpujilah Allah selama-lamanya. Amin."

4.  Panggilan kepada doa

Yesus mendorong kita untuk sering mengikuti Misa Kudus, devosi kepada Ekaristi, serta doa Rosario dan Chaplet Kerahiman Ilahi setiap hari. Berikut ini adalah beberapa dari sekian banyak ajakan untuk berdoa yang bisa ditemukan didalam pesan-pesan MDM :

Biarlah Aku mengingatkan semua anak-anakKu di mana saja untuk berdoa kaplet Kerahiman IlahiKu setiap hari. Berdoalah juga, termasuk semua iman Kristiani, Rosario Suci kepada IbuKu yang terkasih, karena doa yang kuat ini akan melemahkan kuasa Setan atas anak-anakKu. (13 Juni 2011)

Kesabaran, doa hening setiap hari, membentuk kelompok-kelompok doa, berdoa kaplet Kerahiman Ilahi setiap hari, berpuasa, dan doa Rosario Kudus kepada IbuKu yang terkasih, merupakan formula yang ampuh untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. (10 August 2011)

“...keajaiban Ekaristi Kudus hadir di semua tabernakel di seluruh dunia untuk memenuhi jiwamu yang kosong dan kelaparan dengan KehadiranKu”. (14 April 2011)

Salah satu buah spirituil yang paling penting dari Pesan-pesan ini adalah koleksiDoa-doa Perjuangan’ dimana Yesus mendorong kita untuk mendaraskannya setiap hari. Jika seseorang sungguh-sungguh membaca Doa Perjuangan itu, maka dia akan bisa melihat dan merasakan adanya tangan Ilahi yang menyelimuti kata-kata didalam doa-doa itu. Banyak sekali orang yang sudah mulai berdoa Doa Perjuangan ini. Bahkan, ada beberapa imam, biarawati, dan umat awam yang bertindak dengan memperbanyak doa-doa ini, dengan biaya sendiri, dan berusaha dengan mengurbankan waktu mereka yang berharga, untuk menyebarkan doa ini kepada banyak orang.

Surga yang baru dan Bumi yang baru

Sebuah tanggapan atas kritik Mark Miravalle terhadap MDM : Bagian 2
By Arthur Policarpio

Artikel ini merupakan kelanjutan dari tanggapan penulis atas kritik Dr Mark Miravalle terhadap pesan-pesan yang diberikan kepada MDM. Dalam artikel ini kami menanggapi pendapat Dr Miravalle bahwa ‘suatu bentuk ajaran sesat yang dikenal sebagai Milleniarism hadir dalam beberapa pesan-pesan ini."

Miravalle menguraikan hal itu dalam artikelnya, dikutip kata demi kata di bawah ini:

Milleniarisme menegaskan bahwa akan ada waktu selama ‘1000 tahun’ pemerintahan Yesus di dunia (pesan 9 April 2012), dimana selama waktu itu tidak akan ada paus di bumi, melainkan sejenis kepausan spiritual dimana Santo Petrus akan memimpin Gereja dari surga atas sejenis surga di bumi’ (lihat pesan 89, 124, 141, 88, 109, 111, 251, 258). Gereja Katolik telah mengutuk milenarianisme ini dan konsepperiode tahun 1000’ di mana Yesus akan memerintah atas sebuah ‘surga dunia’ (lihat Katekismus Gereja Katolik, n. 676).

Apakah Milleniarisme itu ? Dan mengapa Gereja mengutuknya?

Pertama, marilah kita memahami dengan jelas: Apa sebenarnya Milleniarisme dan mengapa ia dikutuk oleh Gereja?

Milleniarisme (dari "milenium", bahasa Latin untuk seribu tahun’) adalah keyakinan oleh beberapa pemeluk Kristen bahwa akan ada surga di bumidi mana Kristus akan memerintah selama 1000 tahun - sebelum KedatanganNya Yang Kedua dan penghakiman akhir atas seluruh umat manusia. Keyakinan ini terutama berasal dari Kitab Wahyu 20:1-6.

Seperti yang ditunjukkan oleh Mark Miravalle, Gereja Katolik mengutuk Milleniarisme. Secara khusus, Katekismus menolak keyakinan bahwa akan ada surga di bumi, di mana Yesus secara jasmani akan memerintah menjelang KedatanganNya Yang Kedua dan Penghakiman Akhir itu.

Berikut adalah kutipan dari Katekismus Gereja Katolik (n. 676) tentang hal ini:

Penipuan Antikristus sudah mulai di dunia setiap kali ada pernyataan diajukan yang mengajak kita untuk menyadari dalam sejarah, bahwa terdapat pengharapan mesianis yang hanya dapat direalisasikan melampaui sejarah, melalui penilaian eskatologis. Gereja telah menolak pemalsuan ini bahkan dalam bentuknya yang telah dirubah, bahwa akan ada kerajaan seperti itu demi alasan milleniarisme, terutama bentuk politik ‘yang secara intrinsik menyimpang’ dari mesianisme sekuler.

Apakah Milleniarisme didapatkan didalam pesan-pesan MDM?

Karena itu menurut Milleniarisme :

1. Yesus secara jasmani akan datang lagi sebelum KedatanganNya Yang Kedua.  

2. Dia akan memerintah di bumi secara jasmani sebelum saat Penghakiman Akhir.

Apakah Yesus, melalui MDM, memberitakan Milleniarisme? Jawabannya adalah TIDAK. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa:

1. Dia tidak akan datang lagi secara jasmani menjelang KedatanganNya Yang Kedua.

2. Dia tidak akan memerintah di bumi secara jasmani menjelang Penghakiman Akhir.

Dalam pesan 9 Januari 2012 kepada MDM, Yesus mengatakan dengan jelas bahwa zaman damai yang baru akan terjadi setelah KedatanganNya Yang Kedua:

KedatanganKu Yang Kedua akan mengakhiri siksaan yang kau tanggung selama ribuan tahun di dunia. Begitu besarnya Peristiwa Yang Mulia ini hingga tak ada orang yang tidak melenguh karena takjub dan kagum ketika Aku nampak di langit. Kamu dari generasi ini dipilih untuk memanfaatkan perjalanan ini bersamaKu menuju SurgaKu yang baru, selama Zaman Damai itu, dimana Aku memerintah. 

Tak seorangpun yang dikecualikan. Tidak satu jiwapun dibiarkan jatuh kedalam jerat itu. Inilah keinginanKu yang terbesar, untuk membawa kamu semua bersamaKu menuju KerajaanKu. Kemuliaan inilah yang dinantikan umat manusia sejak kematianKu di salib.