Friday, July 3, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.1, Bab 88)



BAB 88

Keingintahuan Tentang Orang Lain


KRISTUS berkata :

AnakKu, jika kamu meninggalkan orang lain sendirian, maka kamupun akan ditinggalkan orang lain sendirian juga. Jangan merisaukan tentang tingkah laku orang lain. Lihatlah kepada tingkah lakumu sendiri. Pastikanlah bahwa dirimu telah melakukan tugasmu. Apakah kamu telah melakukan yang terbaik untuk menyenangkan Aku ? Jika sudah, maka kamu telah menjadi orang yang tahu kewajiban, tidak peduli apakah orang lain setuju atau tidak denganmu.

2. Adalah kelemahan manusia untuk selalu ingin tahu tentang orang lain. Kamu tak bisa setia seratus persen kepadaKu jika kamu tak bisa mengatasi kelemahan ini. Apakah kepentingannya tingkah laku orang lain bagi dirimu, jika memang bukan tugasmu untuk menyelidikinya ? Jika tak ada kepentingannya denganmu, urusilah dirimu sendiri demi kepentinganKu. Kamu tidak perlu bertanggung jawab atas perbuatan orang lain. Kamu hanya harus bertanggung jawab atas pikiranmu, perkataanmu dan perbuatanmu sendiri.

3. Aku mengenal setiap orang. Tak ada perbuatan, kata-kata, pikiran atau keinginan yang bisa disembunyikan dariKu. Harapanmu yang terdalam sekalipun, serta intensimu yang paling tersembunyi adalah jelas terlihat dan bisa Kumengerti. Serahkan segalanya di tanganKu. Buatlah intensi setiap pagi. Berusahalah untuk memperbaruinya sepanjang hari itu. Kemudian laksanakan tugasmu dengan damai.

4. Jangan menaruh perhatian terlalu besar kepada perkataan dan perbuatan orang lain kecuali tugasmu yang mengharuskan hal itu. Pikiran-pikiran yang tidak baik serta perbuatan yang tidak bijaksana dari seseorang akan mengenai dirinya sendiri pada hari akhir nanti. Pada saat itu, kebenaran akan bersinar, dan semua orang akan melihat dan mengetahui siapa dia sebenarnya.


RENUNGAN :

Mengurusi tingkah laku sendiri adalah sesuatu yang baik. Jika orang lain membutuhkan pertolonganku, aku akan berusaha melakukannya semampuku. Jika aku memikirkan terlalu banyak tentang kehidupan orang lain, hal itu adalah keliru. Melalui doa-doaku, contoh-contoh yang baik, serta keinginan yang baik, berarti aku telah memberikan pertolongan yang terbaik. Memang aku tak boleh bercerita tentang kekurangan orang lain, kecuali kepada orang yang memang terlibat dalam hal itu. Jika sekiranya tak ada gunanya, mengapa aku melakukan sesuatu ? Aku harus menjalani kehidupanku dan orang lainpun harus mengurusi kehidupan mereka sendiri. Setelah aku melakukan perbuatan seperlunya yang bisa menolong mereka, aku hendaknya menikmati damai dalam hatiku sendiri.


DOA :

Allah yang terbaik, hidupku ini adalah merupakan pemberianMu. Hal itu hanya menyangkut hubungan antara aku denganMu saja. Memang benar, aku berhutang kasih dan pertolongan kepada saudara, teman dan orang lain. Namun dalam banyak hal, hidupku tidaklah ada kaitannya dengan kehidupan orang lain. Akupun tidak boleh terlalu mencampuri orang lain. Jangan biarkan diriku menjadi kurban dari rasa keingintahuan yang bodoh. Cegahlah aku agar tidak membicarakan tentang tetanggaku, dan berkatilah aku agar tidak gampang percaya akan kejahatan yang mereka katakan. Amin.