Tuesday, July 21, 2009

MAKANANKU SEHARI-HARI (Bk.1, Bab 106)



BAB 106

Antara Rahmat Karunia Dan Sifat Alamiah


KRISTUS berkata :

AnakKu, sifat alamiah berusaha mencapai apa saja yang menarik perhatiannya. Ia menolak apa saja yang bersifat sederhana atau murahan. Sedangkan rahmat karunia menolak untuk tertarik kepada sesuatu dari dunia ini. Ia sengaja memilih hal-hal yang sederhana, bahkan hal-hal yang tidak menarik perhatian, sehingga ia tidak terlalu terpisah dariKu dalam hidupnya sehari-hari.

2. Sifat alamiah gampang sekali merasa senang akan perolehan atau kemenangan atas sesuatu, namun membenci atas segala jenis kekalahan. Rahmat karunia tidak begitu mudah menjadi sedih jika ia kehilangan keunggulan-keunggulan duniawi atau merasa terganggu jika ia harus menyerah kalah atas perolehan keduniawian.

3. Sifat alamiah merasa terganggu oleh kata-kata yang kasar dan tidak baik, namun rahmat karunia mengetahui bagaimana menjaga ketenangan diantara wajah-wajah bengis dan keji dari seseorang.

4. Sifat alamiah lebih suka menerima dari pada memberi. Ia senang memiliki hak-hak istimewa. Sedang rahmat karunia lebih siap untuk memberi dari pada menerima. Ia menghindari keistimewaan, bahkan lebih suka memiliki sedikit dari pada orang lain, agar lebih menyerupai Aku, Raja dari segala kurban.


RENUNGAN :

Semua ini memang terjadi dalam hidupku sehari-hari. Pada waktu-waktu tertentu diriku begitu buta akan kejadian yang ada dalam diriku dan sekitarku. Aku tidak selalu bersedia melaksanakan keinginan Allah atas diriku.Dalam setiap langkahku, pertempuran itu terus berlangsung, yaitu pertempuran antara rasa cinta-diri yang buta melawan rahmat karunia Allah dalam jiwaku, pertempuran antara kejahatan melawan kebaikan. Hanya saat aku tidur saja pertempuran ini berhenti.


DOA :

Allahku, betapa pentingnya hal-hal yang nampaknya kecil namun jika aku mendengarMu menjelaskan hal itu dalam terang ilahiMu, sering sekali apa yang tadinya kuanggap masalah kecil saja, ternyata sebenarnya besar artinya. Karena hal itu merupakan pilihan antara keinginanku dan keinginanMu. Tak ada sesuatu yang kecil, yang tidak penting, yang tak berarti dalam hidupku sehari-hari. Apa yang kupikirkan, kulakukan, atau kukatakan sering menunjukkan apa yang kuinginkan atau sedang kuusahakan untuk menjadi apa diriku. Buatlah aku menjadi lebih waspada akan kehadiranMu dalam kehidupanku. Jika aku melihatMu lebih jelas, aku akan lebih bersedia melupakan diriku dan mengikuti Kehendak SuciMu. Berkatilah aku dengan rahmat karuniaMu untuk lebih menyerahkan diriku kepadaMu dan meninggalkan ego yang buta dan tak bernalar dalam diriku. Amin.