Tuesday, September 22, 2015

Pesan kepada Luz de Maria, 11 September 2014

PESAN DARI PERAWAN MARIA TERBERKATI
KEPADA PUTERI TERKASIHNYA
LUZ DE MARÍA
11 SEPTEMBER 2014



Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Kasihku menyelimuti seluruh umat manusia.
Aku menawarkan kepadamu Hatiku Yang Tak Bernoda bersama dengan Kerahiman Puteraku agar kamu memutuskan untuk melakukan pertobatan sebelum kegelapan membuatmu tak bisa melihat dan mengaburkan keinginanmu.

Puteraku tak akan membatalkan KerahimanNya bagimu jika kamu bertobat dengan tulus hati, namun si penipu telah mendapatkan kekuatan yang besar dan dia akan terus mencuri jiwa-jiwa dimana-mana.

Aku memanggilmu kedalam kebebasan sejati dengan hidup didalam Kehendak Ilahi, sebuah kebebasan yang selama ini dibatasi oleh manusia karena mereka tidak menyerupai Puteraku.

Dengan menjauhi Puteraku maka kamu menghalangi dirimu mendekati kesucian hingga membuat keputusan dan keinginan menjadi sulit, yang diperlukan bagi perubahan kehidupan yang mendasar.

Anak-anak, perolehlah pengetahuan agar kamu tidak menolak sesuatu yang seharusnya tidak ditolak, di saat-saat ini, dimana Herodes-Herodes zaman ini telah memutuskan untuk memusnahkan anak-anak tak berdosa, menghapuskan kerendahan hati dan Iman dari bumi ini.

Anak-anak yang terkasih,

Janganlah takut, aku tetap ada bersama kamu masing-masing. Meski kamu tidak mengenal aku sebagai Ibu, tetapi kamu tak akan berada sendirian di saat-saat yang penuh kesedihan dan ketidak-pastian ini.

Umat dari Puteraku yang terkasih, kamu dikenal sebagai penyebab dari kejahatan, rasa takut dan kesedihan... tetapi janganlah khawatir. Mereka yang tidak mau mengenali tanda-tanda ataupun menghadapi akibat-akibat dari dosa mereka sendiri, adalah mereka yang menyangkal Kebenaran yang diberikan oleh Puteraku mengenai tujuan akhir dari umat manusia, jika dia terus tenggelam didalam dosa. Puteraku naik ke Surga bukan untuk meninggalkan milikNya, tetapi Dia akan selalu menyerahkan DiriNya kepadamu didalam Roh KudusNya.  

Jnganlah takut, mereka menuduh Puteraku yang menyebabkan penderitaan. Janganlah kamu berhenti, janganlah lupa bahwa dia yang menuduh kamu adalah setan itu sendiri yang mengaum melawan anak-anakku dan semua orang yang berseru kepadaku. Setan tahu bahwa dirinya akan dikalahkan olehku, oleh pasukanku, dan oleh anak-anakku yang setia kepada Hukum yang diberikan oleh Bapa.

Anak-anak, kamu semuanya, Puteraku mengatakan bahwa saat ini ketidak-percayaan mengalir deras seperti air hingga membuat manusia menjadi teror bagi sesamanya, yang berusaha memusnahkan sebagian besar manusia melalui makanan yang tercemar, melalui obat-obatan yang direkayasa, dan melalui gempa bumi yang disebabkan oleh manusia sendiri melalui penguasa-penguasa tiran.

Manusia tidak mau mendengarkan pesan-pesanku atau peringatan-peringatanku sebagai Ibu, dan dalam sekejap mata saja, mereka yang mengira dirinya sebagai tuan atas kekuasaan dunia ini akan dikalahkan dan mereka akan menderita seperti orang-orang lainnya, karena menjadi mangsa dari ulahnya sendiri atau karena mengabaikan bahwa dosa terhadap Roh Kudus akan menjatuhi diri mereka sendiri.

Para penguasa yang lalai telah mendorong bangsa yang satu untuk bangkit melawan bangsa yang lain, orang melawan orang, saudara melawan saudara. Kejahatan menguasai jalanan dan tubuh-tubuh yang mati dilihat tanpa peduli hingga tubuh-tubuh itu adalah keluarga mereka sendiri. Kamu tidak mempedulikan apa yang akan terjadi atas bangsa-bangsa – beberapa karena invasi, yang lain karena terorisme, yang lain lagi karena kelaparan dan karena kenyataan bahwa Puteraku tidak ada didalam diri mereka, manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan musuh dari jiwa menguasai orang banyak serta mendorong mereka untuk melakukan berbagai tindakan yang diilhami oleh setan.  

Kejahatan tidak akan berlalu tanpa hukuman, egoisme dari para pemimpin di seluruh dunia akan menjadi kejatuhan mereka sendiri, beberapa akan bangkit melawan lainnya, memperlihatkan apa yang mereka sembunyikan selama ini. Persenjataan yang tersembunyi akan menjadi sumber penderitaan bagi manusia. Aku menderita karena hal itu. Sebagian besar umat manusia akan dimusnahkan karena hal ini.  

Anak-anak dari Hatiku,

Hanya mereka yang hidup didalam Kehendak Puteraku yang akan menjadi sumber cahaya di tengah kegelapan yang dialami oleh angkatan ini.
Seperti pada waktu yang lalu, egoisme lebih dihargai oleh manusia dari pada kemurahan hati, dimana ketidak-percayaan memerintah karena kecongkakan manusia.

Kekasihku,

Berilah makan dirimu dengan Ekaristi. Ia adalah Kekuatan bagi anak-anakku. Barangsiapa yang tidak berdoa tak bisa menyebut dirinya sebagai anak dari Putera Ilahiku. Doa adalah merupakan sumber Rahmat. Puteraku akan berdoa kepada Bapa, untuk melimpahiNya, sebagai Manusia Allah. Itulah sebabnya bukan hanya dia yang berseru ‘Tuhan, Tuhan’, yang akan memasuki Kerajaan Surga.

Kekasih,

Gereja Puteraku sedang berjalan menuju saat-saat kesesakan besar, hingga perpecahan itu akan menguasainya. Gereja Puteraku akan meniru sesuatu dari agama-agama lain hingga ia tidak akan menyerupai Gereja yang didirikan oleh Puteraku, dengan meminum air yang tidak berasal dari Kehendak Puteraku. Perpecahan akan datang kepadanya dan hirarki Gereja akan mengalami perpecahan yang besar yang akan sangat melukai Hati Ilahi dari Putera Terkasihku. Gereja Puteraku akan seperti Protestan tanpa menjadi Protestan, dengan mengesampingkan Sabda dan Hukum Ilahi.

Kekasihku,

Berdoalah bagi Inggris, warganya akan menderita karena tak berdaya menghadapi setan yang akan membuat mereka menderita.
Berdoalah tanpa henti bagi Timur Tengah, kemartiran dari orang-orang yang menjadi milikku menjadi contoh dari apa yang akan menyebar ke seluruh dunia.
Berdoalah bagi Israel, ia akan meminum lagi dari piala penderitaan.

Anak-anak terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

Unsur-unsur alam akan menyiksa dengan kekuatan yang besar, hingga menjadi sebuah sumber ketakjuban bagi manusia, di hadapan berbagai variasi cuaca yang sedemikian radikal ini. Matahari akan menjadi bencana besar bagi manusia.

Arahkanlah pandanganmu ke langit, janganlah lupa bahwa dari langit akan turun berkat yang akan menuntun umat dari Puteraku kepada keamanan dan pengharapan.
Janganlah mundur, Mantelku melindungi seluruh bumi. Kamu bukanlah anak-anak yatim piatu. Aku menerima kamu dengan segenap Kasihku dan aku membela kamu dengan pasukanku yang tetap berjaga pada ke empat penjuru bumi sambil terus menantikan Perintah Ilahi.

Kamu tak akan berjalan sendirian. Aku berkobar oleh kasih kepada kamu masing-masing. Persembahkanlah penderitaanmu agar ia tidak berjalan lalu tanpa menghasilkan buah.

Ingatlah bahwa sebuah pohon yang buruk tak bisa menghasilkan buah yang baik, ataupun pohon yang baik menghasilkan buah yang buruk.

Majulah terus tanpa merasa takut.
Apa yang akan terjadi ini adalah demi kebaikan jiwa-jiwa dan keselamatan bagi umat dari Puteraku.

Aku, sebagai Ibumu, tak akan berjalan sendirian tanpa anak-anakku yang terkasih, karena aku tak akan membiarkan mereka lepas dari pandanganku. Aku memberkati kamu dengan Kasihku. Aku memberkati kamu dengan kata-kata penghiburanku. Aku memberkati kamu agar kamu mengikuti aku.

Bunda Maria



Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.



Komentar-komentar sarana (visiuner)


Saudara-saudari,

Kita semua diundang untuk mengasihi, dalam keserupaan dengan Kristus sendiri. Hal ini hendaknya menjadi perintah bagi kita semua : agar kita berjalan didalam terang Kebijaksanaan dari Roh Kudus.
Manusia akan selalu menjadi bagian dari Kebaikan Utama dengan kehendak bebasnya sendiri, jika dia mau mencariNya...

Bukan karena kita adalah seorang Katolik maka kita bebas dari kesalahan, tetapi siapa saja yang mau memisahkan dirinya dari Allah maka dia bukanlah apa-apa.

Saudara-saudari,

Kita semua adalah satu didalam Kasih Allah.

Marilah kita selalu memandang dengan penuh keprihatinan atas segala penentangan yang dilakukan terhadap Kehendak Ilahi serta segala penderitaan saat ini yang dialami oleh manusia.


Amin.