Sunday, November 1, 2009





PENAMPAKAN KE TUJUH

8 Desember 1947

Pada pesta besar hari ini, ada banyak sekali imam yang hadir. Hanya dengan bersusah payah akhirnya Pierina bisa masuk kedlam Basilika. Dia lalu berlutut ditengah gereja, dimana penampakan sebelumnya terjadi. Ketika doa Rosario sedang berlangsung, tiba-tiba Pierina berteriak :"Oh, Bunda kita !".

Suasana tiba-tiba menjadi hening. Bunda Maria nampak di suatu anak tangga yang besar berwarna putih, yang dihiasi dengan bunga mawar berwarna putih, merah dan kuning. Dia berkata dengan tersenyum :"Aku ini Yang Dikandung Tanpa Noda". Dan dengan begitu anggun Dia berjalan menuruni beberapa anak tangga, lalu melanjutkan berkata :"Aku ini Maria, penuh rahmat, Bunda dari Putera Ilahiku Yesus Kristus". Lalu Dia turun lagi dan berkata :"Melalui kehadiranku di Montichiari ini, aku berharap untuk dikenal sebagai R O S A M Y S T I C A . Adalah keinginanku bahwa setiap tanggal 8 Desember, pada tengah hari, menjadi suatu J A M R A H M A T B A G I D U N I A dan dirayakan. Akan banyak rahmat karunia yang turun atas badan dan jiwa, melalui devosi ini.

Tuhan kita, Putera Ilahiku Yesus, akan mencurahkan kerahimanNya yang berlimpah ruah jika orang-orang baik mau berdoa terus menerus bagi saudara-saudaranya yang berdosa. Seseorang harus memberitahukan kepada Bapa Suci Gereja, Paus Pius XII, bahwa adalah keinginanku agar Jam Rahmat Bagi Dunia ini disebarluaskan dan diperkenalkan keseluruh dunia. Jika ada yang tidak bisa pergi ke gereja saat itu, dia bisa berdoa di rumah pada tengah hari, dan dia akan menerima rahmat karunia melalui aku. Siapapun yang berdoa di lantai ini dan menangis karena dosa-dosanya, akan menemukan tangga surgawi yang aman dan menerima perlindungan serta rahmat melalui hati keibuanku".

Lalu Bunda Maria menunjukkan hatiNya kepada Pierina dan berkata :"Lihatlah kepada hati ini yang mengasihi umat manusia dengan begitu besarnya, namun sebagian besar dari mereka hanya menghujaninya dengan penentangan-penentangan. Jika orang yang baik dan yang jahat bersatu didalam doa, mereka akan memperoleh kerahiman dan damai melalui hati ini. Allah masih melindungi yang baik dan menahan tanganNya untuk menjatuhkan hukuman besar karena pengantaraanku". Bunda Maria tersenyum dan melanjutkan :"Segera orang akan mengenali kebesaran dari Jam Rahmat ini".

Ketika Pierina melihat bahwa Bunda Maria akan pergi, segera dia berkata :"Bunda yang terkasih, aku berterima kasih kepadaMu ! Berkatilah negeriku, Italia, dan seluruh bumi, tetapi terutama Bapa Suci, para imam, para rohaniwan dan para pendosa".

Bunda Maria menjawab :"Aku telah mempersiapkan kelimpahan berkat bagi semua anak-anak yang mendengarkan perkataanku serta menyimpannya didalam hati mereka". Dia meyakinkan Pierina bahwa Dia akan kembali pada saat yang tepat dimana rahasia yang telah dipercayakan kepadanya bisa diumumkan melalui penguasa Gereja. Bunda Maria lalu berkata 'Selamat tinggal'. Setelah itu Pierina mengasingkan dirinya pada sebuah biara yang tersembunyi dari dunia, dimana dia bekerja di dapur sambil menunggu didalam keheningan, bagi datangnya'saat yang tepat', seperti yang dijanjikan Bunda Maria. Setelah menunggu selama 19 tahun, maka datanglah hari Minggu Putih (Hari Minggu setelah Paskah), 17 April 1966, di Fontanelle, sebuah pemukiman yang hanya terdiri atas beberapa rumah yang tersebar disekitarnya, sekitar 2,3 km diluar Montichiari. Bunda Maria telah menepati janjiNya.