Apakah Ada Tempat Perlindungan Yang Bersifat Fisik
Apakah Ada Tempat Perlindungan Yang Bersifat Fisik?
Tulisan berikut ini adalah rangkuman dari beberapa postingan di Countdown to the Kingdom yang digabungkan menjadi satu artikel ini agar mudah Anda jadikan referensi.
Tempat Perlindungan Hati Maria Yang Tak Bernoda
Meskipun
terdapat banyak pewahyuan pribadi dari beberapa sumber yang telah diakui dan
kredibel, wahyu yang paling sering dikutip berasal dari Fatima, Portugal:
Hatiku Yang Tak Bernoda akan menjadi tempat perlindunganmu dan jalan yang akan menuntunmu kepada Allah. — Bunda Maria dari Fatima, 13 Juni 1917, The Revelation of the Two Hearts in Modern Times, www.ewtn.com
Dalam pesan-pesan kepada almarhum Romo Stefano Gobbi yang telah mendapat Imprimatur, Bunda Maria menggemakan karunia ilahi yang telah diberikan Tuhan untuk masa ini:
Hati Kudusku yang Tak Bernoda: itu adalah tempat perlindunganmu yang paling aman dan sarana keselamatan yang, pada saat ini, Tuhan berikan kepada Gereja dan umat manusia… Siapa pun yang tidak masuk ke tempat perlindungan ini akan tersapu oleh Badai Besar yang telah mulai mengamuk. — Bunda Maria kepada Romo Stefano Gobbi, 8 Desember 1975, no. 88, 154 dari Blue Book
Hati Maria Yang Tak Bernoda
Inilah
tempat perlindungan yang telah disiapkan oleh Bunda Surgawimu untukmu. Di sini,
kamu akan aman dari segala bahaya dan, pada saat Badai Besar itu datang, kamu
akan menemukan kedamaianmu. —Ibid. no. 177
Ibu-Ku adalah Bahtera Nuh… —Yesus berkata kepada Elizabeth Kindelmann, lihat buku The Flame of Love , hlm. 109; Imprimatur dari Uskup Agung Charles Chaput.
Tujuan dari Badai Besar ini bukan hanya untuk memurnikan bumi guna memenuhi nubuat Kitab Suci kuno tentang Era Damai yang akan datang, tetapi di atas segalanya, untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang jika tidak ditolong, akan binasa oleh angin penghukuman dari Badai ini (lihat Belas Kasih dalam Kekacauan; Mercy in Chaos).
Tempat perlindungan fisik juga ?
Namun,
sebagian orang menolak gagasan tentang tempat perlindungan fisik sebagai
semacam versi Katolik dari "pengangkatan," sebuah versi baptisan dari
upaya mempertahankan diri. Akan tetapi, Peter Bannister MTh., MPhil., yang saya
anggap sebagai salah satu ahli terkemuka di dunia saat ini tentang wahyu
pribadi, menjelaskan:
…ada banyak preseden Alkitab yang menunjukkan dimensi fisik pada konsep ‘tempat perlindungan’. Tentu saja perlu ditekankan bahwa persiapan fisik tentu saja tidak banyak atau tidak ada gunanya jika tidak disertai dengan tindakan kepercayaan (iman) yang radikal dan berkelanjutan pada Penyelenggaraan Ilahi, tetapi ini sama sekali tidak berarti bahwa peringatan kenabian surga tidak dapat juga menekankan tindakan praktis di alam materi. Dapat dikatakan bahwa menganggap hal ini sebagai sesuatu yang secara inheren "tidak spiritual" berarti menciptakan dikotomi palsu antara spiritual dan materi yang dalam beberapa hal lebih dekat dengan Gnostisisme daripada iman inkarnasi Tradisi Kristen. Atau, dengan kata lain, melupakan bahwa kita adalah manusia dari daging dan darah, bukan malaikat! — “Bagian 2 dari Tanggapan terhadap Artikel Romo Joseph Iannuzzi tentang – “Tempat Perlindungan” dari Romo Michel Rodrigue
Jangan
sampai kita lupa, Yesus secara khusus memperhatikan kebutuhan fisik para
pengikut-Nya, dan dengan cara yang paling ajaib.[1] Namun, Yesus berhati-hati dalam
memperingatkan bahwa terlalu mementingkan kebutuhan fisik adalah tanda
kurangnya iman:
“Sebab semua itu dicari oleh bangsa-bangsa bukan Yahudi, tetapi Bapa surgawimu tahu bahwa kamu membutuhkan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan menjadi milikmu.” (Mat 6:32-33)
Demikian
pula, terlalu fokus pada tempat perlindungan dan tempat berlindung fisik
berpotensi menandakan iman yang keliru. Jika menyelamatkan jiwa bukanlah
prioritas kita, tetapi menyelamatkan jiwa haruslah menjadi prioritas—bahkan
dengan mengorbankan nyawa kita.
Barangsiapa berusaha menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. (Lukas 17:33)
Mungkin bukan suatu kebetulan bahwa metafora "Bahtera" sering muncul dalam nubuat kontemporer yang berbicara tentang tempat perlindungan, justru karena metafora ini menggabungkan simbolisme yang kuat (terutama sebagai penunjuk Hati Maria yang Tak Bernoda sebagai Bahtera bagi zaman kita) dengan perwujudan material. Dan jika gagasan menyimpan bahan makanan sebagai persiapan untuk masa krisis dipandang negatif oleh sebagian orang, kemudian dalam Kitab Kejadian kita melihat bagaimana Yusuf menyelamatkan bangsa Mesir—dan berdamai dengan keluarganya sendiri—dengan melakukan hal yang persis sama. Karunia kenabiannya, yang memungkinkannya menafsirkan mimpi Firaun tentang tujuh sapi yang gemuk dan tujuh sapi kurus sebagai pertanda kelaparan di Mesir, yang membuat dia menyimpan "sejumlah besar" gandum (Kejadian 41:49) di seluruh negeri. Kepedulian terhadap penyediaan materi ini selanjutnya tidak terbatas pada Perjanjian Lama; dalam Kisah Para Rasul, ramalan serupa tentang kelaparan di Kekaisaran Romawi disampaikan oleh nabi Agabus, yang kemudian ditanggapi oleh para murid dengan memberikan bantuan kepada orang-orang beriman di Yudea (Kisah Para Rasul 11:27-30).—Peter Bannister, Ibid.
Dalam 1 Makabe pasal 2, Mattathias memimpin umat ke tempat perlindungan rahasia di pegunungan: “Kemudian ia dan anak-anaknya melarikan diri ke pegunungan, meninggalkan segala harta benda mereka di kota. Pada waktu itu banyak orang yang mencari kebenaran dan keadilan pergi ke padang gurun untuk menetap di sana, mereka dan anak-anak mereka, istri-istri mereka dan hewan-hewan mereka, karena kemalangan begitu berat menimpa mereka… [mereka] telah pergi ke tempat perlindungan rahasia di padang gurun.” Kitab Kisah Para Rasul juga menggambarkan komunitas Kristen awali (yang dalam banyak hal menyerupai apa yang digambarkan oleh beberapa mistikus sebagai tempat perlindungan), bahkan berbicara tentang orang-orang beriman yang berlindung di luar Yerusalem ketika penganiayaan besar terjadi di sana (lht. Kisah Para Rasul 8:1). Dan akhirnya, ada rujukan tentang perlindungan Tuhan atas “perempuan” dalam Wahyu 12:
Wanita ini melambangkan Maria, Bunda Penebus, tetapi pada saat yang sama ia melambangkan seluruh Gereja, Umat Allah sepanjang masa, Gereja yang setiap saat, dengan penderitaan yang hebat, melahirkan kembali Kristus. —PAUS BENEDIKTUS XVI, Castel Gandolfo, Italia, 23 Agustus 2006; Zenit
Santo
Yohanes melihat dalam sebuah penglihatan bahwa “Perempuan itu melarikan diri ke
padang gurun ke tempat yang telah disiapkan Allah baginya, di mana ia akan
dipelihara selama 1.260 hari.”[2] Santo Fransiskus de Sales secara khusus
merujuk pada bagian ini ketika berbicara tentang tempat perlindungan fisik di
masa depan pada saat terjadinya revolusi
global:
Pemberontakan [revolusi] dan pemisahan pasti akan datang…Korban Persembahan kepada Tuhan akan berhenti dan…Anak Manusia akan sulit menemukan iman di bumi… Semua bagian ini dipahami sebagai penderitaan yang akan ditimbulkan Antikristus di dalam Gereja… Tetapi Gereja tidak akan gagal, dan akan diberi makan dan dipelihara di tengah padang gurun dan tempat-tempat terpencil di mana Ia akan mengasingkan diri, seperti yang dikatakan Kitab Suci, (Wahyu pasal 12). —Santo Fransiskus de Sales, Misi Gereja, pasal X, no. 5
Yang
paling penting—bertentangan dengan mereka yang bersikeras bahwa tempat
perlindungan fisik tidak ditemukan dalam Tradisi Suci—adalah nubuat Bapa Gereja
Awali, Lactantius, mengenai revolusi yang tak mengenal hukum ini, yang menandai
kedatangan Antikristus:
Itulah saatnya kebenaran akan dibuang, dan kepolosan akan dibenci; di mana orang jahat akan memangsa orang baik sebagai musuh; baik hukum, ketertiban, maupun disiplin militer tidak akan terpelihara… segala sesuatu akan kacau dan bercampur aduk melawan kebenaran, dan melawan hukum alam. Demikianlah bumi akan hancur, seolah-olah oleh satu perampokan bersama. Ketika hal-hal ini terjadi, maka orang-orang benar dan pengikut kebenaran akan memisahkan diri dari orang-orang jahat, dan melarikan diri ke tempat-tempat terpencil. —Lactantius, Institusi Ilahi, Buku VII, Bab 17
Perlindungan Fisik dalam Pewahyuan Pribadi
Dalam pewahyuan
kepada Pastor Stefano Gobbi, Bunda Maria dengan tegas menjelaskan tentang perlindungan
yang akan diberikan Hati Kudusnya kepada umat beriman:
Pada masa-masa ini, kalian semua perlu segera berlindung di bawah perlindungan Hati Kudusku, karena ancaman kejahatan yang besar sedang mengintai kalian. Ini pertama-tama adalah kejahatan rohani, yang dapat membahayakan kehidupan supernatural jiwa kalian… Dan ada pula kejahatan fisik, seperti penyakit, bencana, kecelakaan, kekeringan, gempa bumi, dan penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang terus menyebar… Ada juga kejahatan sosial… Untuk dilindungi dari semua kejahatan ini, aku mengajak kalian untuk berlindung di bawah perlindungan Hati Kudusku yang aman. —7 Juni 1986, no. 326, lihat Blue Book
Menurut
pewahyuan yang telah diakui oleh Gereja, yang diberikan kepada Hamba Tuhan
Luisa Piccarreta, Yesus berkata:
Keadilan ilahi menjatuhkan hukuman, tetapi baik hukuman ini maupun musuh-musuh [Allah] tidak dapat mendekati jiwa-jiwa yang hidup di dalam Kehendak Ilahi… Ketahuilah bahwa Aku akan memperhatikan jiwa-jiwa yang hidup di dalam Kehendak-Ku, dan tempat-tempat di mana jiwa-jiwa ini berada… Aku menempatkan jiwa-jiwa yang hidup sepenuhnya di dalam Kehendak-Ku di bumi, dalam kondisi yang sama dengan orang-orang yang diberkati [di Surga]. Karena itu, hiduplah di dalam Kehendak-Ku dan jangan takut akan apa pun. —Yesus kepada Luisa, Volume 11, 18 Mei 1915
Dalam
Kata Pengantar ‘24 Jam Sengsara’ yang didiktekan kepada Luisa,
Santo Hannibal mengingatkan kembali janji Kristus akan perlindungan kepada
mereka yang rajin berdoa selama Jam-jam tersebut, dengan menyatakan:
Jika hanya karena satu jiwa yang melakukan jam-jam ini, Yesus akan menyelamatkan sebuah kota dari hukuman dan akan memberikan rahmat kepada sebanyak jiwa seperti jumlah kata-kata dari jam-jam yang menyedihkan ini, berapa banyak rahmat yang dapat diharapkan oleh suatu komunitas [atau kelompok individu mana pun] untuk diterima? — Buku Doa Kehendak Ilahi, hlm. 293
Kemudian ada visiuner Amerika, Jennifer (yang nama belakangnya kita ketahui, tetapi dirahasiakan karena menghormati keinginan suaminya untuk menjaga privasi keluarga mereka). Ia didorong oleh tokoh-tokoh di Vatikan untuk menyebarkan pesan-pesan yang diterimanya setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Polandia oleh mendiang Romo Seraphim Michalenko (wakil postulator untuk proses beatifikasi Santa Faustina) dan dipersembahkan kepada Yohanes Paulus II. Beberapa pesan ini berbicara tentang "tempat-tempat" perlindungan fisik.
Waktunya akan segera tiba, semakin dekat, karena tempat-tempat perlindungan-Ku sedang dipersiapkan oleh tangan orang-orang yang setia kepada-Ku. Umat-Ku, malaikat-malaikat-Ku akan datang dan membimbing kalian ke tempat-tempat perlindungan kalian di mana kalian akan terlindungi dari badai dan kekuatan antikristus dan pemerintahan dunia tunggal … Bersiaplah, umat-Ku, karena ketika malaikat-malaikat-Ku datang, janganlah kalian berpaling. Kalian akan diberi satu kesempatan ketika saat ini tiba untuk percaya kepada-Ku dan kehendak-Ku bagi kalian, karena itulah sebabnya Aku telah menyuruh kalian untuk mulai memperhatikan sekarang. Mulailah bersiap hari ini, karena [dalam] apa yang tampak seperti hari-hari yang tenang, tetapi kegelapan itu masih ada. —Yesus kepada Jennifer, 14 Juli 2004; wordsfromjesus.com
Mirip
dengan bagaimana Tuhan memimpin bangsa Israel di padang gurun dengan melalui
tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari, mistikus Kanada, Pastor
Michel Rodrigue, mengatakan:
…Anda akan melihat nyala api kecil di depan Anda, jika Anda dipanggil untuk pergi ke tempat perlindungan. Ini akan menjadi malaikat pelindung Anda yang menunjukkan nyala api ini kepada Anda. Dan malaikat pelindung Anda akan menasihati dan membimbing Anda. Di depan mata Anda, Anda akan melihat nyala api yang akan membimbing Anda ke mana harus pergi. Ikuti nyala api kasih ini. Ia akan membawa Anda ke tempat perlindungan dari Bapa. Jika rumah Anda adalah tempat perlindungan, ia akan membimbing Anda dengan nyala api ini melalui rumah Anda. Jika Anda harus pindah ke tempat lain, ia akan membimbing Anda di sepanjang jalan yang menuju ke sana. Apakah tempat perlindungan Anda akan permanen, atau sementara sebelum pindah ke tempat yang lebih besar, akan ditentukan oleh Bapa. — pastor Michel Rodrigue, Pendiri dan Superior Jenderal dari The Apostolic Fraternity of Saint Benedict Joseph Labre (founded in 2012); “The Time of the Refuges”
Apakah ini berlebihan?
Tidak, jika Anda percaya pada Kitab Suci:
Kel
23:20 "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di
depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat
yang telah Kusediakan.
Kel
23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya,
janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan
diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.
Kel 23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.
Dalam
literatur mistikus Prancis sejak tahun 1750, setidaknya ada tiga ramalan
kenabian terkenal yang saling berkaitan bahwa Prancis Barat akan (relatif)
terlindungi dibandingkan dengan bagian lain negara itu selama masa hukuman.
Ramalan Abbé Souffrant (1755-1828), Fr. Constant Louis Marie Pel (1878-1966)
dan Marie-Julie Jahenny (1850-1941) semuanya sepakat dalam hal ini; dalam kasus
Marie-Julie, seluruh wilayah Brittany ditetapkan sebagai tempat perlindungan
dalam kata-kata yang dikaitkan dengan Perawan Maria selama ekstasi Marie-Julie
pada tanggal 25 Maret 1878:
Aku datang ke tanah Brittany ini karena aku menemukan hati yang murah hati di sana […] Tempat perlindunganku juga akan menjadi tempat perlindungan bagi anak-anakku yang kukasihi dan yang tidak semuanya tinggal di tanah ini. Ini akan menjadi tempat perlindungan damai di tengah wabah, tempat perlindungan yang sangat kuat dan ampuh yang tidak akan dapat dihancurkan oleh apa pun. Burung-burung yang melarikan diri dari badai akan berlindung di Brittany. Tanah Brittany berada dalam kekuasaanku. Putraku berkata kepadaku: “Ibu-Ku, Aku memberimu kekuasaan penuh atas Brittany.” Tempat perlindungan ini adalah milikku dan juga milik ibuku yang baik, Santa Anna (sebuah tempat ziarah terkenal di Prancis, Santa Anna d’Auray, terletak di Brittany).
Santa Elisabetta Canori Mora (1774-1825), yang jurnal spiritualnya baru-baru ini diterbitkan oleh penerbit Vatikan sendiri, Libreria Editrice Vaticana, menceritakan sebuah penglihatan tentang pemeliharaan Ilahi semacam itu. Di sini, Santo Petruslah yang menyediakan kebutuhan bagi Umat Pilihan dalam bentuk alegoris berupa "pohon-pohon" simbolis yang menarik:
Pada saat itu saya melihat empat pohon hijau muncul, tertutup bunga dan buah yang sangat berharga. Pohon-pohon misterius itu berbentuk salib; mereka dikelilingi oleh cahaya yang sangat cemerlang, yang […] membuka semua pintu biara para biarawati dan kaum religius. Melalui perasaan batin, saya mengerti bahwa rasul suci itu telah mendirikan keempat pohon misterius itu untuk memberikan tempat perlindungan bagi kawanan kecil Yesus Kristus, untuk membebaskan orang-orang Kristen yang baik dari hukuman mengerikan yang akan menjungkir-balikkan seluruh dunia.
Dan
kemudian ada pesan-pesan kepada visiuner Agustín del Divino Corazón:
Aku ingin kalian berkumpul dalam komunitas-komunitas kecil, berlindung di Ruang Hati Kudus kami dan berbagi harta benda, kepentingan, dan doa kalian, meniru orang-orang Kristen awali. — Bunda Maria kepada Agustín, 9 November 2007
Persembahkan diri kalian kepada Hati Kudusku dan serahkan diri sepenuhnya kepadaku: Aku akan menyelimuti kalian dengan Jubah Kudusku […] Aku akan menjadi tempat perlindungan kalian, tempat perlindungan di mana kalian akan merenungkan peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan yang akan segera tergenapi: tempat perlindungan di mana kalian tidak akan merasa takut akan peringatan-peringatan Maria tentang akhir zaman ini. […] Tempat perlindungan di mana kalian tidak akan diperhatikan ketika si Manusia Jahat [yaitu Antikristus] akan menampakkan diri di seluruh dunia. Tempat perlindungan yang akan menyembunyikan kalian dari serangan-serangan jahat Setan. —Ibid. 27 Januari 2010
Perasaan
terlindungi oleh rahmat ini juga dijelaskan kepada pastor Stefano Gobbi, sekali
lagi, melampaui anggapan bahwa Hati Maria yang Tak Bernoda hanya menawarkan
perlindungan spiritual:
…Hatiku tetap menjadi tempat perlindungan yang melindungimu dari semua peristiwa yang terjadi satu demi satu. Kamu akan tetap tenang, kamu tidak akan membiarkan dirimu terganggu, kamu tidak akan takut. Kamu akan melihat semua hal ini dari jauh, tanpa membiarkan dirimu terpengaruh sedikit pun olehnya. ‘Tapi bagaimana?’ tanyamu kepadaku. Kamu akan hidup di dalam waktu, namun kamu akan, seolah-olah, berada di luar waktu…. Karena itu, tetaplah selalu di tempat perlindunganku ini! — Kepada Para Imam, Putra-putra Terkasih Bunda Maria, pesan kepada Romo Stefano Gobbi, no. 33
Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa di mana pun mereka berada, jika mereka berada di dalam Hati Kristus dan Maria, mereka "selalu berada dalam perlindungan."
Pertama-tama, tempat perlindungan adalah diri Anda sendiri. Sebelum menjadi sebuah tempat, tempat perlindungan adalah seseorang, seseorang yang hidup bersama Roh Kudus, dalam keadaan rahmat. Tempat perlindungan dimulai dengan orang yang telah menyerahkan jiwanya, tubuhnya, keberadaannya, moralitasnya, sesuai dengan Firman Tuhan, ajaran Gereja, dan hukum Sepuluh Perintah Allah. —Pastor Michel Rodrigue, “The Time of the Refuges”
Namun demikian, banyaknya wahyu pribadi menunjukkan bahwa ada "tempat" khusus yang disiapkan setidaknya bagi sebagian dari Umat Beriman. Dan ini memang masuk akal:
Adalah penting agar kawanan kecil dapat bertahan hidup, sekecil apa pun jumlahnya. —PAUS PAULUS VI, Rahasia Paulus VI, Jean Guitton, hlm. 152-153, Referensi (7), hlm. ix.
Berikut
adalah pesan dari visiuner Kosta Rika, Luz de María de Bonilla:
Akan tiba waktunya ketika kalian harus berkumpul dalam komunitas-komunitas kecil, dan kalian akan mengetahuinya. Dengan Kasih-Ku hadir di dalam diri kalian, ubahlah karakter kalian, belajarlah untuk tidak menyakiti dan memaafkan saudara-saudari kalian, sehingga di saat-saat sulit ini kalian dapat menjadi orang-orang yang membawa Penghiburan dan Kasih-Ku kepada saudara-saudari kalian. —Yesus kepada Luz de María, 10 Oktober 2018
Karena
semakin jelas bahwa banyak orang akan terpinggirkan dari partisipasi dalam
masyarakat tanpa "paspor vaksin", mungkin pesan-pesan ini
mengantisipasi hal yang tak terhindarkan:
Dalam keluarga, dalam komunitas, sejauh yang memungkinkan bagimu untuk melakukannya, kamu harus menyiapkan tempat perlindungan yang akan disebut Tempat Perlindungan Hati Kudus. Di tempat-tempat ini, kamu akan mendapatkan makanan dan segala sesuatu yang diperlukan bagi mereka yang akan datang. Jangan egois. Lindungi saudara-saudarimu dengan kasih Firman Ilahi dalam Kitab Suci, dengan tetap mengingat perintah-perintah Hukum Ilahi; dengan cara ini kamu akan mampu menanggung penggenapan wahyu [kenabian] dengan kekuatan yang lebih besar jika kamu berada di dalam iman. — pesan Bunda Maria kepada Luz de María de Bonilla, 26 Agustus 2019
Menggemakan
juga pesan Pastor Michel bahwa akan ada tempat perlindungan sementara sebelum
tempat perlindungan "permanen", Yesus berkata kepada Luz de María:
Berkumpullah
dalam kelompok-kelompok, baik dalam keluarga, kelompok doa, atau persahabatan
yang erat, dan bersiaplah untuk menyiapkan tempat-tempat di mana kalian dapat
tinggal bersama di masa penganiayaan atau perang yang sengit. Kumpulkan
barang-barang yang diperlukan agar kalian dapat tinggal di sana sampai
Malaikat-Ku memberi tahu kalian. Tempat-tempat perlindungan ini akan dilindungi
dari invasi. Ingatlah bahwa persatuan memberi kekuatan: jika seseorang menjadi
lemah dalam Iman, orang lain akan mengangkatnya. Jika seseorang sakit, saudara
atau saudari lain akan membantunya, dalam persatuan. —
pesan MDM, 12 Januari 2020
Waktunya akan segera tiba, semakin dekat, karena tempat-tempat perlindungan-Ku sedang dipersiapkan oleh tangan orang-orang yang setia kepada-Ku. Umat-Ku, malaikat-malaikat-Ku akan datang dan membimbing kalian ke tempat-tempat perlindungan kalian di mana kalian akan terlindungi dari badai dan kekuatan antikristus dan pemerintahan dunia tunggal. —Yesus kepada Jennifer, 14 Juli 2004
Dan
akhirnya, visiuner Italia, Gisella Cardia, menerima pesan-pesan berikut yang
terutama berlaku bagi mereka yang merasa tergerak untuk mempersiapkan "tempat
kesendirian" semacam itu:
Anak-anakku, persiapkan tempat perlindungan yang aman, karena akan datang waktunya ketika kalian bahkan tidak dapat mempercayai putra-putraku, para imam. Masa kemurtadan ini akan membawa kalian ke dalam kebingungan dan kesengsaraan yang besar, tetapi kalian, anak-anakku, terikatlah selalu pada firman Tuhan, jangan terperangkap dalam modernisme! —pesan Bunda Maria kepada Gisella Cardia, 17 September 2019)
Siapkan tempat perlindungan yang aman untuk masa mendatang; penganiayaan sedang berlangsung, waspadalah selalu . Anak-anakku, aku meminta kekuatan dan keberanian dari kalian; doakanlah orang-orang yang telah meninggal dan yang akan meninggal, wabah penyakit akan terus berlanjut sampai anak-anakku melihat terang Allah di dalam hati mereka. Salib akan segera menerangi langit, dan itu akan menjadi tindakan belas kasihan terakhir. Segera, sangat segera, semuanya akan terjadi dengan cepat, sedemikian cepatnya sehingga kalian akan percaya bahwa kalian tidak dapat lagi menanggung semua penderitaan ini, tetapi percayakan semuanya kepada Juruselamat kalian, karena Dia siap untuk memperbarui semuanya, dan hidup kalian akan menjadi wadah sukacita dan kasih. — pesan Bunda Maria kepada Gisella Cardia, 21 April 2020
Tentu saja, pesan-pesan ini hendaknya dipertimbangkan dengan semangat doa, kebijaksanaan, dan kehati-hatian — dan jika memungkinkan, di bawah bimbingan spiritual.
Siapkan tempat perlindungan yang aman, persiapkan rumah-rumahmu seperti gereja-gereja kecil dan aku akan berada di sana bersamamu. Pemberontakan sudah dekat, baik di dalam maupun di luar Gereja. — Bunda Maria kepada Gisella Cardia, 19 Mei 2020
Anak-anakku, aku meminta kalian untuk menyimpan persediaan makanan setidaknya untuk tiga bulan. Aku sudah mengatakan kepada kalian bahwa kebebasan yang diberikan kepada kalian akan menjadi ilusi – kalian akan dipaksa sekali lagi untuk tinggal di rumah kalian, tetapi kali ini akan lebih buruk karena perang saudara sudah dekat. […] Anak-anakku, janganlah menumpuk uang karena akan datang suatu hari ketika kalian tidak akan dapat memperoleh apa pun. Kelaparan akan hebat dan ekonomi akan segera hancur. Berdoalah dan perbanyaklah kelompok doa, sucikan rumah kalian dan siapkan altar di dalamnya. —Maria kepada Gisella Cardia, 18 Agustus 2020
Peringatan-peringatan mengerikan ini sesuai dengan Garis Waktu yang telah kita buat, yang juga menjelaskan "sakit melahirkan" berupa perang, keruntuhan ekonomi dan sosial, penganiayaan, dan akhirnya Peringatan, yang mengarah pada hukuman terakhir yang mencakup Antikristus.
Meskipun demikian, mungkin wahyu pribadi yang paling
penting tentang bagaimana seharusnya pola pikir kita diberikan kembali kepada
Pedro Regis dari Brasil baru-baru ini:
Jadilah milik Tuhan: inilah keinginan-Ku — carilah Surga: inilah tujuanmu. Bukalah hatimu dan hiduplah dengan menghadap ke Firdaus. —Bunda Maria, 25 Maret 2021; “Carilah Surga”
Carilah dahulu Kerajaan Allah, kata Yesus. Ketika seseorang melakukan ini dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatannya, tiba-tiba bidang dunia ini mulai lenyap dan keterikatan bukan hanya pada harta benda tetapi juga pada hidup seseorang, mulai terputus. Dengan cara ini, Kehendak Ilahi, apa pun yang dibawanya: hidup, mati, sehat, sakit, ketidakjelasan, kemartiran… menjadi makanan jiwa. Maka upaya mempertahankan diri bukanlah sebuah pikiran, melainkan hanya kemuliaan Allah dan penyelamatan jiwa.
Di sinilah mata kita harus tertuju: singkatnya, kepada Yesus.
...marilah
kita menyingkirkan segala beban dan dosa yang melekat pada kita
dan bertekunlah dalam perlombaan yang ada di hadapan kita sambil tetap memusatkan pandangan kita kepada Yesus, pemimpin dan penyempurna iman. (Ibrani 12:1-2)
Sumber
: Count
Down To The Kingdom