Friday, December 21, 2018

LDM, 17 Desember 2018


PESAN DARI PERAWAN MARIA TERBERKATI
KEPADA PUTERI TERKASIHNYA
LUZ DE MARIA
17 DESEMBER 2018
SEBAGAI PERSIAPAN BAGI 24 DESEMBER 2018




Saudara-saudari,

Dalam
minggu kedua Advent ini, di mana kita diminta untuk berpartisipasi dalam sukacita kelahiran Juruselamat kita, Bunda Terberkati mengejutkan kita, dan seperti udara yang menyebar tanpa bisa ditahan, Bunda kita berbicara kepada kita dan menyentuh hati kita secara langsung.

Dan di dalam hati kita, dia berbicara lebih akrab lagi kepada kita masing-masing secara pribadi dan meminta kita untuk masuk ke dalam Kasih dari Putera Ilahinya, Yesus, ke dalam Kasih yang tak terhingga itu yang dengan tatapan matanya dia menawarkan keselamatan kepada jiwa-jiwa sejak awal.

Bunda kita sekali lagi datang menemui kita dan membimbing kita untuk menjadi peka, untuk membentuk sikap persaudaraan, untuk menjadi sadar akan kebajikan-kebajikan iman teologis (22 Desember), pengharapan (23 Desember) dan kemurahan hati (24 Desember), dan Bunda kita menuntun kita semua dengan begitu lembut untuk merenungkan contoh yang harus diikuti agar kita bisa mengikuti jejak dari Putera Ilahinya.

Luz de Maria






Anak-anak yang terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

MENDEKATI SAAT PERINGATAN HARI KELAHIRAN PUTERAKU, AKU INGIN AGAR ANAK-ANAKKU MENYATU DI DALAM SATU HATI DENGAN SEBUAH TUJUAN YANG SAMA, DAN DENGAN BEGITU KAMU BISA MELAKUKANNYA DENGAN KEKUATAN SPIRITUIL YANG LEBIH BESAR.

Persatuan dari umat Allah sangat diperlukan saat ini: pengetahuan adalah diperlukan - pengetahuan tentang dirimu dengan segala penderitaanmu, dan pada saat yang sama pengetahuan tentang Sabda Ilahi juga diperlukan, agar kamu tidak mengalami kebingungan.

Kamu perlu menyingkirkan berbagai alasan dengan apa kamu datang ke hadapan Puteraku, agar kamu tidak merasa bersalah karena kelalaianmu dalam melepaskan diri dari hal-hal duniawi.

Anak-anak yang terkasih, jalannya memang panjang di saat-saat penderitaan yang terasa seperti tak ada habisnya ini...

SEBAGAI SEORANG IBU, AKU TAHU BAHWA IMAN DARI SETIAP ORANG TUMBUH MELALUI RAGI KASIH KEPADA PUTERAKU, DI TENGAH SAAT PENANTIAN, HINGGA DEKAT DENGAN SAAT AKHIRNYA.

Rumah Bapa bisa melihat bagaimana anak-anak-Nya menjalani kehidupan tanpa perhatian sama sekali; itulah sebabnya, di dalam kemahakuasaan Allah ini, kamu ikut serta merasakan Makanan Ekaristi sehingga kamu masing-masing akan masuk kedalam persekutuan dengan kebenaran tak terhingga dari Kasih Ilahi, dan di dalamnya, kamu akan mampu untuk masuk tidak hanya kepada saat penantian yang tak terhingga, tetapi juga di dalam penantian akan kebenaran.

Sebagai manusia, kadang-kadang kamu menunggu dengan sabar, dan pada saat-saat yang lain kamu bersikap tidak sabar dalam menantikan penggenapan dari apa yang dinyatakan oleh Puteraku dan aku kepadamu. Ada banyak pertanyaan; keingintahuan pada beberapa orang bisa menjadi dorongan yang buruk, pencarian akan sesuatu justru lebih mengarahkan kamu di jalan yang salah, namun sebenarnya semua yang kau butuhkan ada di dalam dirimu masing-masing.

Hati manusia harus tahu bagaimana dia harus mengasihi saat penantian di dalam iman. Oleh karena itu, agar penantian itu tidak menuntunmu ke pada keputus-asaan, maka kamu harus menjadi rasul yang bekerja terus menerus, tanpa henti, membawa kebaikan bagi sesamamu. Manusia sangat kurang dalam mengasihi sehingga dia tidak mengenal apa arti kasih itu ... Rasa bersyukur adalah sesuatu dari masa lalu yang banyak dilupakan oleh manusia; ambisi telah menguasai pikiran, perasaan, keinginan, aspirasi, nilai-nilai, dan manusia telah tertidur lelap di dalam kekosongan hatinya.

KARENA ITULAH AKU DATANG UNTUK MEMINTAMU, ANAK-ANAK DARI HATIKU, AGAR BERSAMA-SAMA DENGAN KAMI, DI DALAM PALUNGAN ITU, TABERNAKEL KASIH, KAMU MASUK KEDALAM TATAPAN MATA DARI ANAK KECILKU DAN MEMBIARKAN DIRIMU DIRIMU DISENTUH OLEH DIA YANG AKAN LAHIR, YANG TAK BISA BERBICARA, NAMUN MESKI TANPA KATA DIA ADALAH SABDA YANG KEKAL.

Karena itu, mendekati Palungan itu di mana Puteraku lahir, berarti masuk ke dalam sikap kerendahan hati dari orang yang tahu dan mengakui, tetapi tanpa kesombongan, tidak meminta pujian, demi menyadari bahwa jiwa mudah menjadi sombong dan mudah bagi manusia untuk berubah dari sikap rendah hati menjadi congkak.

Di dalam palungan itu, segala sesuatu memiliki makna spiritual: setiap potongan kayu, setiap helai jerami, setiap batu, setiap sinar cahaya yang menembus masuk, setiap tanaman yang tumbuh di tengah bebatuan, semuanya telah dimuliakan oleh sebuah kehadiran di mana Puteraku berada, yang diberi makan olehku, sehingga di masa depan DIA AKAN MENJADI ROTI ILAHI YANG TURUN DARI SURGA, YANG MENJADI SUKACITA BAGI PARA MALAIKAT DAN MAKANAN BAGI JIWA.

Putera kecilku nampak begitu lemah hingga Joseph-pun takut untuk memeluk-Nya, dan selama bertahun-tahun berikutnya Josephlah yang akan mengajari-Nya untuk mengerjakan kerajinan kayu yang nantinya akan menjadi Kayu Suci dimana Dia menyerahkan Diri-Nya sendiri bagi seluruh umat manusia.

Dia yang disembah saat itu menjadi Dia yang dihinakan saat ini.

Dia lahir dalam keadaan tak dikenal, dan Dia mati di hadapan mereka yang mengutuki-Nya, demi keselamatan seluruh bangsa manusia.

Palungan adalah sebuah misteri kerendahan hati dan sekaligus kemegahan. Dari Raja menjadi hamba, dan dari hamba menjadi Raja untuk selamanya.

Anak-anak yang terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda,

PADA TANGGAL 22, 23, DAN 24 DESEMBER INI AKU INGIN KAMU MASUK KEDALAM MISTERI KASIH ILAHI YANG MENYATUKAN SEMUA ORANG, DAN DI DALAM KESATUAN HATI, PADA HARI-HARI ITU, PADA JAM 3 SORE DI SETIAP NEGARA, PERSEMBAHKANLAH WAKTU SELAMA 15 MENIT DI DALAM KEHENINGAN DIMANA KAMU MERENUNGKAN SEGALA PERBUATAN DAN TINDAK TANDUKMU.

Kemudian pada tanggal 22 Desember:

PERGILAH MENCARI SEORANG ATAU BEBERAPA ORANG YANG LAPAR, DAN BERILAH MAKANAN JASMANI KEPADANYA BESERTA SEBUAH TULISAN: YESUS AKAN LAHIR DAN DIA MENGASIHI KAMU.

Kemudian pada tanggal 23 Desember:

SETELAH HENING DAN MEMERIKSA DIRIMU SENDIRI DI DALAM TERANG KEBENARAN, DALAM NAMA PUTERAKU, PERGILAH MENCARI SESEORANG YANG KEHILANGAN KEBEBASANNYA, BAWALAH KEPADA MEREKA BEBERAPA MAKANAN, DAN DENGAN SEBUAH TULISAN: YESUS AKAN LAHIR DAN DIA MEMBUTUHKAN KAMU.

Kemudian pada tanggal 24 Desember:

SETELAH HENING DAN MEMERIKSA DIRIMU SENDIRI TANPA KEDOK ATAU TOPENG APAPUN:

- JIKA KAMU MEMINTA MAAF KEPADA SAUDARA-SAUDARIMU, LAKUKANLAH HAL ITU DARI DALAM HATIMU; JIKA KAMU TIDAK BISA BERSIKAP SEPERTI INI, JANGANLAH KAMU MELAKUKANNYA. 

- JIKA KAMU MASIH MEMILIKI RASA IRI HATI KEPADA SAUDARA-SAUDARIMU, JIKA KAMU TELAH MENOLAK SAUDARA-SAUDARIMU ATAU KAMU SEDANG BERSIAP UNTUK MENOLAKNYA, KELUARLAH DAN CARILAH SAUDARA-SAUDARIMU ITU DAN KATAKANLAH BAHWA KAMU MENGASIHI MEREKA. KEMUDIAN, PERGILAH DAN CARILAH MEREKA YANG TAK BERSALAH YANG TELAH DIREBUT HAKNYA ATAU MILIKNYA, DAN BERILAH MEREKA PAKAIAN, YANG TIDAK DIMILIKI OLEH PUTERAKU. BERILAH MEREKA PAKAIAN, SELIMUT ATAU MAKANAN KEPADA SEORANG ATAU BEBERAPA ORANG ANAK DAN KATAKAN KEPADA MEREKA BAHWA PUTERAKU YESUS DAN IBU INI MENGASIHI MEREKA DAN MEMBERI CIUMAN KASIH KEPADA MEREKA, SEPERTI YANG DIBERIKAN OLEH PARA GEMBALA KEPADA PUTERAKU, SEBAGAI SILIH ATAS SEGALA PENGKHIANATAN UMAT MANUSIA TERHADAP PUTERAKU.

Selama triduum ini (22, 23 & 24 Desember) aku meminta agar kamu bersiap-siap secara spirituil dan berdamai dengan Rumah Bapa, mengikuti Misa Kudus dan menerima Ekaristi. Bagi mereka yang bisa, di hadapan Tritunggal Yang Maha Kudus, buatlah niatan yang teguh, dengan segala kemampuanmu, kekuatanmu, inderamu, untuk merubah dirimu dan untuk lahir kembali sebagai pribadi yang baru sekarang dan untuk selamanya.

Pada jam 12 malam di setiap negara, dengan sikap kerendahan hati, bicaralah kepada Putera Ilahiku di depan palungan-Nya, atau dimanapun kamu berada, dan persembahkanlah dirimu kepada-Nya sebagai anak-anak-Nya yang patuh serta sebagai hamba-Nya yang setia.  


Anak-anak yang terkasih dari Hatiku Yang Tak Bernoda, semoga hari Natal ini kamu tidak melupakan Puteraku di tengah segala niatanmu.

Pujilah dan sembahlah Kanak-kanak Yesus yang hening di palungan,
sambil memandang dengan Kasih Ilahi-Nya kepada dia yang datang untuk menyembah-Nya.
Aku memohon kepada-Mu agar ingatanku tidak menyembunyikan kesalahanku,
agar pikiranku tidak menjadi sebuah bejana kejahatan,
tetapi menjadi sebuah sumber cahaya yang menghalau semua kegelapan.
Aku tidak ingin berkilauan, tetapi aku ingin agar Engkaulah yang memancarkan Kaish-Mu kedalam hidupku dan kepada seluruh umat manusia.
Amin.

Aku menjagamu di dalam Rahimku sebagai Ibu dari seluruh umat manusia. Atas Kehendak Ilahi aku mengulurkan tanganku kepadamu, untuk mempertahankan kamu.

Kasihku ada dalam dirimu…


Bunda Maria

SALAM MARIA YANG PALING MURNI, YANG DIKANDUNG TANPA DOSA.
SALAM MARIA YANG PALING MURNI, YANG DIKANDUNG TANPA DOSA.
SALAM MARIA YANG PALING MURNI, YANG DIKANDUNG TANPA DOSA.