Monday, June 25, 2018

Valentina Papagna, 5 Mei 2018


PESAN KEPADA  VALENTINA PAPAGNA
Kelaparan - Penganiayaan
5 Mei 2018


Dunia akan menjadi milik-Ku sepenuhnya, dan hanya untuk-Ku saja, dan tidak ada kejahatan yang akan masuk lagi.

Ketika aku berdoa pagi, Tuhan Yesus menampakkan diri kepadaku. Dia mengenakan jubah merah. Aku diberitahu bahwa warna merah melambangkan kemenangan. Dia berkata, “Damai bagimu, anak-Ku. Berusahalah untuk berkonsentrasi dan selalu berdoa demi perdamaian. Damai hanya bisa datang dari Surga yang diberikan oleh Tuhan, tetapi damai yang diberikan oleh dunia tidak akan bertahan lama.”

Yesus melanjutkan, “Valentina, anak-Ku, ikutlah Aku, Aku ingin mengungkapkan kepadamu dan menunjukkan kepadamu apa yang akan segera terjadi di dunia.”

Tiba-tiba, Tuhan Yesus, dan aku, di hadapan kehadiran-Nya, berdiri di luar angkasa. Kami berdiri sejajar dengan bumi untuk menyaksikannya bergerak di orbit. Aku bisa melihat negara-negara, tanaman hijau, gurun dan samudera-samudera di dunia. Semuanya sangat jelas terlihat karena tidak tertutup awan.

Tuhan Yesus berkata, “Aku tidak bisa lagi melihat dunia ini terus berbuat dosa dan sangat buruk. Aku sudah merasa cukup menyaksikan semua kejahatan ini.”

Dengan tangan kanan-Nya, Dia menunjuk ke arah bumi dan berkata: “Begitu banyak penderitaan bagi anak-anak-Ku yang malang, mereka menderita di dalam peperangan, mereka dianiaya, mereka menangis dan menjerit ke arah Surga, memohon kepada-Ku untuk menolong mereka.”

“Valentina, ketika kamu pergi ke Gereja dan kamu melihat orang miskin meminta-minta di jalan setapak dalam perjalananmu ke Misa, bukan hanya di tempat kamu berada terdapat orang-orang miskin, tetapi di seluruh dunia. Seharusnya tidaklah seperti itu keadaannya. Ini semua terjadi karena manusia terlalu sombong dan terlalu tamak. Hanya 'aku, aku, dan aku saja, hanya buatku, buatku, dan buatku saja!' Keserakahan itu, semakin banyak yang mereka lihat, semakin banyak yang mereka inginkan. Begitu banyak orang kaya yang tidak mau menolong orang miskin.”

Kemudian Dia berkata: “Tetapi janganlah kamu kehilangan pengharapan karena Aku telah berusaha bagi hal ini, untuk menempatkan Keadilan-Ku di bumi.”

Pada saat itu, segulung besar pita muncul di kaki Tuhan kita. Pita itu berwarna biru berdebu dan gulungan itu sekitar setengah meter diameternya.
Lalu Tuhan membungkuk dan mengambil gulungan pita itu. Dia melemparkannya ke bumi. Saat Dia melemparkan, pita itu terlepas dari gulungannya dan menutupi sebagian dari bumi. Kemudian Tuhan berbalik ke arahku dan tersenyum. Dia sangat bahagia. Berbicara dengan nada tegas, Dia berkata, “Dunia adalah milik-Ku, hanya bagi-Ku. Aku akan menaruh pita di seluruh dunia dan Aku akan mengikatnya bersama, seperti sebuah paket hadiah, dan Aku akan menyingkirkan semua kejahatan yang sekarang ada di dunia. Aku sungguh menghendaki hal ini! Dunia akan sepenuhnya menjadi milik-Ku, dan hanya bagi-Ku dan tidak ada kejahatan yang akan masuk lagi.”

Aku menyaksikan Tuhan menyatukan semua pita dari setiap bagian dunia dan kemudian di tengahnya, Dia mengikat semua itu bersama-sama dengan sangat erat. Dia berkata: “Lihat, tidak ada kejahatan yang bisa masuk lagi.” Pita-pita itu menutupi seluruh bumi, bahkan sebuah jarum pun tidak bisa masuk. Bahkan tidak ada celah kecil yang memungkinkan kejahatan bisa masuk.”

Aku memperhatikan bahwa ketika Tuhan mengencangkan pita itu, bumi nampak menjadi lebih kecil. Dia berkata: “Aku akan membuat bumi menjadi murni dan kudus. Manusia akan hidup di dalam kehendak-Ku. Tidak akan ada kelaparan dan kehausan. Manusia akan hidup harmonis dan damai. Yang satu tidak akan memiliki lebih banyak dari yang lain. Sebaliknya, mereka akan saling berbagi dengan orang lain. Jika seseorang memiliki lebih sedikit, mereka akan ditolong oleh orang lain yang memiliki sedikit lebih banyak. Kasih akan mengalir di bumi. Akhirnya, dunia akan sepenuhnya menjadi milikKu, hidup di dalam damai dan keadilan, sebagaimana yang seharusnya.”

Tuhan kita mengulangi lagi dengan berkata: “Dunia akan sepenuhnya menjadi milik-Ku, dan hanya akan menjadi milik-Ku.” Ketika Yesus terus mengulangi kata-kata ini, aku dapat mendengar kalimat itu bergema di seluruh alam semesta.

Aku berkata kepada Tuhan: “Tetapi dunia memang milik-Mu. Engkaulah yang menciptakannya."

Yesus menjawab: "Tetapi juga ada kejahatan di dunia, yang merusak dunia."

Aku tidak dapat mengungkapkan betapa indahnya berada di hadirat Tuhan ketika Dia sedang menjelaskan semua ini kepadaku. Aku hanya bisa mengatakan kepada anda bahwa Dia sangat unik, tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kekudusan-Nya, kasih-Nya. Dia ingin menjadikan dunia ini indah kembali bagi semua anak-anak-Nya.