Thursday, January 28, 2010

Natal, ada pelajaran yang tersisa



Sebuah hadiah Natal yang kecil bagi kamu.

(dengan kalimat saya sendiri berdasarkan tulisan Luisa)

Sudah menjadi sifat alami bagi Makhluk Utama itu untuk mencipta dan selalu mencipta. Sendirian saja Dia menciptakan semesta alam raya ini serta segala isinya. Namun setelah menciptakan lelaki dan perempuan kedalam alam semesta ini, Makhluk Yang Utama itu berkehendak agar manusia bekerja sama denganNya untuk memuaskan sifat kreativNya didalam jiwa manusia.

Dia ingin menciptakan sesuatu yang luar biasa dan menakjubkan didalam jiwa manusia. Dan Dia merasa senang jika bisa menciptakan ‘Surga kasih spirituil, wahana pengetahuan yang brilliant, samudera rahmat yang luas, udara yang harum oleh kesucian, hembusan angin yang mengandung segala kesegaran, kembang-kembang keinginan suci nan indah dan murni yang amat menakjubkan, dimana kesemuanya ini mencerminkan masing-masing dan setiap partikel dari semesta alam yang maha luas ini yang diciptakanNya karena kasih ilahiNya yang besar kepada manusia.

Orang tua kita, Adam dan Hawa, telah menghentikan secara mendadak dan sepihak terhadap proses penciptaan ini yang sedang dilaksanakan Tuhan didalam jiwa mereka, dimana Tuhan juga ingin melakukan hal yang sama kepada seluruh jiwa-jiwa berikutnya. Namun pada saat Natal pertama dulu, Putera Tunggal Bapa lahir didalam daging manusia di Bethlehem, untuk memulihkan Pemerintahan Yang Kreativ dari Makhluk Utama itu, didalam jiwa-jiwa. Dia datang sebagai bayi mungil, bertumbuh, menderita dan mati. Namun hal itu terjadi sebelum Dia berdoa memohon kepada BapaNya bagi ‘masa depan yang mulia’ ketika Kerajaan BapaNya akan kembali ditengah-tengah semua anak-anakNya.

Maka disini kita juga menghadirkan ‘masa depan’ dari Pemerintahan Kreativ dari Makhluk Utama itu. Berbahagialah dan bergembiralah. Bapa kita sekali lagi turun di kedalaman jiwa kita dengan membawa segala kebijaksanaan dan kebaikanNya, untuk memuaskan sifat kreativNya didalam kasih ilahi, dimana Dia berkeliling memberikan Surga spirituil yang amat menakjubkan kedalam jiwa-jiwa dari anak-anak yang tinggal didalam kehendakNya.

Aku menutup tulisan singkat ini dengan pemikiran indah yang lain yang diperkenalkan Yesus kepada Luisa. Dia berkata kepadanya bahwa Tritunggal Kudus, agar Mereka bisa memberikan kasih yang lebih besar lagi, telah menciptakan bagi Diri Mereka sendiri, sebuah Hukum Kasih dan menciptakan dalam Diri Mereka kebutuhan akan kasih ini, yaitu sebuah keinginan, bukan paksaan, akan kebutuhan kasih yang membuat Mereka melakukan berbagai macam hal yang menakjuban bagi kita hingga berkelimpahan hingga membuat Mereka seolah gila karena kasih itu.

Merry Christmas and a Sanctified New Year!

Thomas Fahy