Saturday, December 19, 2009

Bersandar Kepada Tuhan (Bab 11)





Bab 11


Hendaknya seseorang menahan godaan dan menanggung cobaan.


Tidak ada seorangpun yang mendekati Tuhan dengan hati yang tulus yang tidak dicobai dengan berbagai cobaan. Maka dalam semua cobaan ini, lihatlah dan rasakanlah, bahwa kamu tidak memperhitungkan hal itu, dan kamu menanggung hal itu dengan sabar, tenang, dengan kerendahan hati dan penderitaan yang panjang. Meskipun hal itu berisi umpatan dan hujatan, berpeganglah erat kepada ingatan bahwa kamu tak bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih efektiv untuk menahannya dari pada kamu menganggap semua fantasi itu sebagai hal yang bukan apa-apa. Meskipun jika cobaan itu amat keras, mengerikan, janganlah kamu memperhatikannya, jangan dianggap apa-apa, abaikan hal itu. Jangan melihat hal itu sebagai milikmu, dan jangan membiarkan hal itu menjadi suara hatimu. Musuh pasti akan berlari menjauh jika kamu menghinakan mereka dengan sikapmu seperti ini. Musuh itu amat congkak dan dia tak bisa menanggung penghinaan dan ejekan. Karena itu obat yang terbaik adalah dengan mengabaikan cobaan itu seperti serangga kecil yang terbang didepan matamu untuk mengganggu keinginanmu. Hamba dari Yesus Kristus haruslah menempatkan hal itu sedemikian rupa agar dia tidak mudah berpaling dari wajah Allah dan tergoda, menggerutu dan mengeluh hanya karena godaan seekor lalat, yaitu cobaan yang ringan, kesedihan, tuduhan, penyimpangan perhatian, ataupun penentangan, ketika mereka bisa menolak semua itu hanya dengan satu tangan mengarah kepada Tuhan untuk meminta tolong. Selain itu dengan melalui niat yang baik, seseorang akan memiliki Tuhan sebagai pembelanya dan para malaikat sebagai pengawal dan pelindungnya. Dan yang lebih baik lagi, segala godaan bisa diatasi dengan niat baik juga, seperti seekor lalat yang diusir dari kepala oleh gerakan satu tangan saja. Maka damai akan dimiliki oleh orang yang berkehendak baik. Kita tak bisa memberi Tuhan sesuatu yang lebih berharga dari pada niatan baik kita. Karena kehendak baik didalam jiwa adalah sumber dari segala hal yang baik, merupakan induk dari segala keutamaan. Jika seseorang mulai memiliki kehendak yang baik, maka dia pasti memiliki apa yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang baik. Karena jika kamu menginginkan apa yang baik, namun kamu tak bisa melaksanakannya, maka Tuhan akan membuat perbuatanmu menjadi baik. Karena hal itu selaras dengan hukumNya yang kekal yang telah dibuatNya, dengan keteguhan yang tak tergoyahkan sehingga pelaksanaan dari hal itu hanya masalah keinginanmu saja, apakah didalam kebahagiaan atau siksaan, mendapat hadiah atau hukuman. Kasih itu saja sudah merupakan keinginan yang besar untuk melayani Tuhan, sebuah keinginan yang manis untuk menyenangkan Tuhan dan sebuah keinginan yang kuat untuk mengalami dan merasakan Tuhan. Selain itu, dicobai tidaklah berdosa, namun merupakan kesempatan untuk melaksanakan keutamaan sehingga godaan itu bermanfaat bagi manusia, karena sudah dipercaya bahwa seluruh kehidupan manusia di dunia adalah sebuah cobaan (Ay 7:1).