Wednesday, July 13, 2016

LDM, 3 Juli 2016, St.Michael

PESAN DARI ST.MICHAEL, MALAIKAT AGUNG
KEPADA
LUZ DE MARIA
JULY 3, 2016



Anak-anak dari Yang Maha Tinggi,


HENDAKLAH KAMU SELALU MELAKSANAKAN PENGETAHUAN TENTANG KEMURAHAN HATI INI AGAR KAMU BISA MENJALANKAN KARUNIA KASIH ILAHI DALAM DIRIMU.


Aku membuatmu tunduk kepada kemurahan hati, karena sikap kemurahan hati bukan saja menjadi alasan untuk memberi sesuatu atau menyerahkan diri kepada sesama dengan melalui pertolongan yang bersifat materi, tetapi juga pada saat yang sama ia menjadi kepenuhan dari sifat makhluk manusia untuk memenuhi jiwa dan tubuhnya dengan Kasih. Kemurahan hati sebenarnya adalah suatu pengetahuan yang mulia, yang sangat penting bagi saat-saat sekarang ini.

Kemurahan hati menuntun manusia untuk melarutkan dirinya kepada stabilitas Kebenaran, dan pada saat yang sama ia memenuhi kamu dengan cinta kasih yang menuntunmu untuk memberi, tanpa mengharapkan untuk menerima.
Anak-anak dari Yang Maha Tinggi, Karunia Roh Kudus meninggikan suara hati nurani dan menanamkan dalam diri manusia pemahaman spirituil tentang pengetahuan Surgawi, yang menyampaikan kepada jiwa segala sesuatu yang dibutuhkan jiwa itu, jika ia memang sungguh menginginkan dan berusaha untuk semakin dekat dengan Yang Ilahi.

Siapa saja yang tidak mau mengasihi, dia akan menjadi orang yang terisolir, kering seperti pohon ara yang tak menghasilkan buah, layu, dan dalam sebagian besar keputusan yang dilakukannya dia hanya berhitung berapa besar keuntungan bagi dirinya yang diperoleh dari perbuatannya.

Kasih didalam kemurahan hati yang dituntun oleh Roh Kudus, akan membawa manusia dan menuntunnya secara sadar untuk bekerja dan melakukan sesuatu yang berakar dari Rumah Bapa, dimana jiwa akan merindukan sesuatu yang berasal dari Atas, bersikap adil, berbelas kasih dan bersyukur, yang setiap saat selalu berpikir bagaimana berbuat kebaikan.

Anak-anak yang terkasih dari Yang Maha Tinggi,

Allah itu tidak berawal dan tidak berakhir...
Allah telah mengajari semua anak-anakNya tentang kebaikan dan keadilan...

SAAT INI, MANUSIA, DENGAN KEHENDAK BEBASNYA SENDIRI, TIDAK MENGENAL ALLAH BAHKAN MENYALAHKAN ALLAH ATAS KEMALANGANNYA SENDIRI.

Yang Maha Tinggi telah memberi segala sesuatu kepada manusia, namun manusia tidak bersedia mendekati Allah. Allah menghormati kebebasan dengan apa Dia mengaruniai manusia.

Yang Maha Tinggi menciptakan matahari demi kepentingan dan kemanfaatan bagi umat manusia. Jika ada seseorang yang tidak bersedia memperhatikan matahari, meskipun dia merasakan panasnya dan menikmati terang dari matahari itu, tetapi dia akan berkata ‘semua ini tidaklah berasal dari matahari, ia berasal dari sumber yang lain yang memancarkan panas dan terang ini’. Begitulah sikap manusia terhadap Yang Maha Tinggi: dia menyangkalNya.

Semua orang tahu bahwa Yang Maha Kuasa menciptakan dirinya sebagai sebuah karya KasihNya yang tak terhingga dan menaruh seluruh ciptaan (alam) pada tempatnya demi kepentingan manusia, agar manusia tidak kekurangan suatu apapun.

Kejahatan lahir dari kesombongan, kecongkakan, iri hati, kebencian, yang muncul pada suatu malaikat yang indah dengan segala sifat dan kemampuannya yang diberikan oleh Yang Maha Tinggi kepadanya. Namun malaikat ini memandang kepada Wanita dengan Rahim yang murni dan perawan, dimana Putera Allah akan lahir dari Wanita itu. Maka pada malaikat ini tumbuhlah rasa iri hati, dan iri hati ini menyulut rasa kesombongan yang kemudian menjadi kenyataan.

Begitulah utusan Allah yang durhaka ini membawa umat manusia kepada perselisihan, kepada kemerosotan moral dan spirituil, dimana malaikat durhaka ini mengacaukan segala sesuatu yang baik agar manusia merubahnya menjadi kejahatan.

KAMU TIDAK MENYADARI RUANG LINGKUP DARI PERBUATAN SETAN INI...

Kekasihku, kamu tidak menyadari ruang lingkup dari perbuatan setan ini... setiap perbuatan jahat, setiap perbuatan yang dicemari oleh kemarahan, kesombongan, iri hati, amoralitas, penyelewengan dan agresi, tidaklah bersifat statis, ia tidak tinggal diam didalam makhluk manusia, tetapi ia akan meluas dan menyebar ke seluruh ciptaan, karena manusia adalah merupakan pengganda dari segala tindakan dan perbuatannya, demi kebaikan maupun kejahatan.

Demikian juga perbuatan kebaikan akan disebarkan ke seluruh ciptaan, tanpa disadari oleh manusia: inilah Hukum Kasih yang tidak bersifat statis. Manusia adalah sebagai penerima didalam ciptaan, namun pada saat tertentu dia menjadi pengirim, dan ini adalah tanggung jawab yang besar di hadapan Yang Maha Tinggi dan di hadapan umat manusia sendiri.

Manusia memancarkan pikiran, keinginan, perbuatan, kepada sesamanya. Dan apa yang dipancarkan oleh manusia, yang keluar dari dirinya, akan diperkuat ke arah seluruh ciptaan. Seperti halnya matahari mempengaruhi manusia, begitulah manusia terus menerus memancarkan pikirannya dan perasaannya ad extra, keluar dari tubuh fisiknya. Manusia tidaklah terperangkap didalam tubuhnya sendiri, tetapi ia menjadi penguat dari tindakan dan perbuatannya; maka begitulah pentingnya sikap kehati-hatian yang bisa diserap oleh umat beriman, yang memancar dari Roh Kudus.

Anak-anak dari Yang Maha Tinggi bertindak demi kebaikan sesamanya.

Saat ini dimana setiap langkah membentuk bagian dari persimpangan besar dari jalan menuju peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan, maka ingatlah selalu:

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan... (Fil. 2, 14 -16).


Dengan mempertahankan kewaspadaan ini manusia akan sadar bahwa dia membawa pada pundaknya beban dari segala sesuatu yang terjadi pada umat manusia, dan hendaknya dia terus bertahan menghadapi bisikan sekecil apapun dari setan yang datang kepadanya hingga kepada kepenuhan yang paling menjijikkan sebagai suatu makhluk manusia. Aku tidak ingin menyaksikan adanya monster-monster di tempat manusia-manusia Allah, aku tidak ingin melihat adanya monster-monster yang menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi jalannya.

Kekasihku, kamu harus sadar bahwa tidak adanya kasih adalah merupakan sebuah tanda bahaya dalam dirimu. Tidak adanya kasih adalah sebuah tanda dimana komunikasi yang benar dengan Tritunggal Kudus dan dengan sesama menjadi terganggu dalam diri manusia itu, dan hal ini bisa menjadi pintu-pintu yang berbahaya melalui mana setan akan masuk.

Dia yang melanggar Kasih, tanpa ditunda-tunda lagi keadaan itu akan mendorong manusia untuk melakukan kejahatan. Namun Yang Maha Tinggi selalu meniupkan perlindunganNya kepada manusia, Dia membela manusia dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan kejahatan, namun manusia menolak Dia.

Saatnya telah tiba ketika orang-orang berhala, yang percaya akan kekuatannya sendiri, berperang melawan umat Kristiani: ‘Mari kita membunuh mereka, sebagai sebuah kawanan domba.’

Saat yang telah dikatakan itu telah tiba, ia berkembang sedikit demi sedikit, dan kamu telah melihatnya sendiri.

Dari tempat-tempat yang jauh, makhluk-makhluk yang tak bermoral, berbahaya dan  sesat, akan datang ke Eropa, ke Amerika terutama, yang seperti burung-burung pemangsa akan memangsa orang-orang yang memiliki iman sejati kepada Kristus, Raja kami. Mereka siap untuk menghancurkan segala tanda yang mengingatkan kepada Kristus Raja, mereka akan menyerang tempat-tempat kudus dan merampas segala sesuatu, dan membawa harta rampasan itu untuk melakukan pencemaran besar.

Sementara itu, kesombongan manusia akan memungkinkan norma-norma gereja dirusak, serta melanggar Perintah-perintah dari Hukum Allah.

Umat manusia tidak melihat adanya perangkap setan, dan mereka tetap tinggal didalam kejahatannya, yaitu dia yang akan datang kepadamu dari ciptaan yang sama tetapi yang tidak mengenal kamu, hingga kamu akan menderita karena mengalami gempa bumi dan tsunami.

Kekuatan dari gunung-gunung berapi akan semakin besar, fenomena meteorologis akan semakin dahsyat, dan virus-virus penyakit akan menyebar luas ke seluruh bumi.

Kekacauan semakin berkembang, namun orang-orang yang bodoh menyangkalnya, sementara itu semakin banyak orang menjadi sesak karena api, sebuah produk dari penciptaan senjata-senjata perang, dimana seharusnya manusia tidak menciptakan hal ini.

Kekasih:

SEBELUM PECAHNYA PERANG, BERTEKUNLAH KAMU DIDALAM DOA,
DAN DIDALAM PERSEKUTUAN DENGAN RAJA KAMI DIDALAM EKARISTI, BERDOALAH KEPADA RATU SEGALA MALAIKAT;
KASIHILAH SATU SAMA LAIN.


Janganlah menjauhkan dirimu dari Yang Maha Tinggi, janganlah menjauh!


Berdoalah didalam maupun diluar waktunya;
jadilah peniru dari Kasih Raja kita dan sebarkanlah kebaikan, yang akan menang, dan akan memberi Kehidupan Kekal dan Kehidupan berkelimpahan.


Berdoalah bagi Eropa, ia akan menjadi mangsa dari terorisme.

Berdoalah bagi Timur Tengah, ia akan terbakar.


Janganlah lupa bahwa setan menghadirkan dirinya sebagai pendahulu dari dia yang menjadi pokok: antikris.

Mereka yang tidak percaya, janganlah tertawa, berbahagialah mereka yang percaya dan bersiap-siap, yang naik diatas penderitaan dan cobaannya.

RAJA KITA MENGALAHKAN DAN AKAN MENGALAHKAN DIDALAM DIRI MEREKA YANG MAU BERTOBAT DAN MENYATAKAN DIA SEBAGAI RAJA DAN TUHAN ATAS HIDUP MEREKA.

SIAPAKAH YANG SEPERTI ALLAH?

ST MICHAEL
, MALAIKAT AGUNG.


Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.
Salam Maria yang paling murni, yang dikandung tanpa dosa.