Thursday, June 11, 2015

Pesan Holy Love 1 Juni 2015

Pesan Holy Love 1 Juni 2015
Jika kamu membangun kepercayaan-kepercayaan yang kompromistis, maka kamu akan menghasilkan pemerintahan dan undang-undang yang kompromistis juga, dan sebuah pikiran yang keliru atas mana yang baik dan mana yang jahat.
“Aku adalah Yesusmu, yang lahir menjelma.”
“Jika Aku harus menyampaikan kepadamu dalamnya dan tingginya kwalitas kepemimpinan – baik itu sekuler maupun religius – yang telah dicemari oleh penyalah-gunaan kekuasaan dan kompromi terhadap Kebenaran saat ini, maka kamu akan bisa mengerti lebih baik lagi betapa dunia telah sampai kepada sebuah keadaan kemerosotan moral tempat ia berada saat ini. Sebagian besar orang tidak menyadari betapa rendahnya keadaan ke arah mana mereka dituntun dan merekapun mematuhinya dengan sukarela. Sekali lagi, inilah buah yang buruk dari ketidak-mampuan membedakan yang baik dari yang jahat.“
“Jika kamu membangun kepercayaan-kepercayaan yang kompromistis, maka kamu akan menghasilkan pemerintahan dan undang-undang yang kompromistis juga, dan sebuah pikiran yang keliru atas mana yang baik dan mana yang jahat. Inilah sebabnya mengapa Aku datang kesini* dan mengapa penampakan-penampakan ini, pesan-pesan ini, serta keajaiban-keajaiban ini harus terus terjadi ditengah segala penentangan yang sangat berpengaruh dan sesat itu. Aku menunjukkan jalan Terang yaitu Holy Love. Mana yang lebih penting -- percaya kepada kesesatan atau atau mengikuti jalan kebenaran? Kamu harus berani dan melihat bahwa Aku sedang menuntun kamu menuju keselamatan ditengah upaya setan untuk menyesatkan kamu. Ketika posisi kekuasaan digunakan untuk menyesatkan dan atau mengendalikan, maka ia tak pernah bertindak mendukung Kebenaran. Karena itu Aku berkata kepadamu, kamu harus memilah-milah Kebenaran dari kesalahan informasi yang hanya melayani kepentingan manusia seperti misalnya kekuasaan, pengendalian, perolehan materi ataupun popularitas.”
“Jika kamu bertindak untuk mencari keputusan yang benar, maka kamu tidak akan dipersalahkan. Berdoalah memohon Kebijaksanaan.”
* The ecumenical Ministry and Mission of Holy Love at Maranatha Spring and Shrine.
Read Wisdom 6:1-11,22-25 +
Synopsis:  Tuhan mengingatkan para pemimpin dunia bahwa kekuasaan yang mereka miliki itu diberikan kepada mereka oleh Allah, maka segala keputusan dan penilaian mereka bagi kepentingan warganya hendaklah sesuai dengan Perintah-perintah Allah dan agar hal itu dilakukan dalam keselarasan dengan Kehendak Allah. Karena Allah tidak pernah ragu atau takut akan kebesaran manusia, maka sebuah pengawasan yang ketat diarahkan kepada para pemimpin agar mereka memahami Kebijaksanaan Allah (Keb.6:1-11). Kebijaksanaan Salomo adalah kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh semua pemimpin agar bermanfaat bagi warga bawahannya. (Keb. 6:22-25)
“Dengarkanlah, hai para raja, dan hendaklah mengerti, belajarlah, hai para penguasa di ujung-ujung bumi. Condongkanlah telinga, hai kamu yang memerintah orang banyak dan bermegah karena banyaknya bangsa-bangsamu. Sebab dari Tuhanlah kamu diberi kekuasaan dan pemerintahan datang dari Yang Mahatinggi, yang akan memeriksa segala pekerjaanmu serta menyelami rencanamu, oleh karena kamu yang hanya menjadi abdi dari kerajaan-Nya tidak memerintah dengan tepat, tidak pula menepati hukum, atau berlaku menurut kehendak Allah. Dengan dahsyat dan cepat Ia akan mendatangi kamu, sebab pengadilan yang tak terelakkan menimpa para pembesar. Memang yang bawahan saja dapat dimaafkan karena belas kasihan, tetapi yang berkuasa akan disiksa dengan berat. Sang Kuasa atas segala-galanya tidak akan mundur terhadap siapapun, dan kebesaran orang tidak dihiraukan-Nya. Sebab yang kecil dan yang besar dijadikan oleh-Nya, dan semua dipelihara oleh-Nya dengan cara yang sama. Tetapi terhadap yang berkuasa akan diadakan pemeriksaan keras. Jadi perkataanku ini tertuju kepada kamu, hai pembesar, agar kamu belajar kebijaksanaan dan jangan sampai terjatuh. Sebab mereka yang secara suci memelihara yang suci akan disucikan pula, dan yang dalam hal itu terpelajar akan mendapat pembelaan. Jadi, hendaklah menginginkan serta merindukan perkataanku, maka kamu akan dididik.....  Apakah kebijaksanaan dan bagaimana kejadiannya hendak kuberitahu, dan rahasia satupun tidak akan kusembunyikan bagi kamu. Tetapi mulai dengan kejadiannya hendak kuselidiki serta kunyatakan pengetahuan tentangnya dan kebenaran tidak akan kulewatkan. Akupun tidak akan berteman dengan dengki yang membunuh, sebab dengki tidak bersekutu dengan kebijaksanaan. Besarnya jumlah orang bijak menjadi keselamatan dunia semesta, dan raja yang arif merupakan kesejahteraan rakyatnya. Jadi baiklah kamu belajar dari perkataanku supaya beruntung.”

Scripture verses asked to be read by Jesus.